Pisah-Sambut Pastor Rekan di Gereja Santa Maria Regina Paroki Bintaro Jaya

0 44

Bintaro Jaya, Katolikana.com—Gereja Santa Maria Regina Paroki Bintaro Jaya menggelar acara pisah-sambut pastor rekan di Aula Santo Paulus, Kamis (17/9/2026).

Acara tersebut menjadi momen perpisahan dengan Romo Camellus Delelis da Cunha, Pr yang mendapat tugas perutusan baru, sekaligus penyambutan Romo Thomas Aryangga Abimanyu, Pr sebagai Pastor Rekan Paroki Bintaro Jaya.

Acara berlangsung sederhana dan dihadiri Pastor Paroki Bintaro Jaya Romo Bernardus Hardijantan Dermawan, Pr, pastor rekan lama dan baru, perwakilan Dewan Paroki Harian (DPH), Orang Muda Katolik (OMK), serta umat Paroki Bintaro Jaya.

Romo Thomas Aryangga Abimanyu, Pr—akrab disapa Romo Ary—menggantikan Romo Camellus Delelis da Cunha, Pr yang telah melayani di Paroki Bintaro Jaya selama kurang lebih satu tahun delapan bulan. Selanjutnya, Romo Camel akan menjalankan tugas perutusan baru di Paroki Bojong Indah, Gereja Santo Thomas Rasul.

Penugasan Romo Ary sebagai Pastor Rekan Paroki Bintaro Jaya diumumkan setelah ia menerima tahbisan imamat bersama tiga imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dan enam imam OFM di Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Paroki Katedral Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Pada penghujung Ekaristi Tahbisan Imamat tersebut, Wakil Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta Romo Thomas Ulun Ismoyo, Pr membacakan tugas perutusan dari Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo kepada para imam diosesan KAJ yang baru ditahbiskan. Salah satunya adalah penugasan Romo Ary sebagai Pastor Rekan Paroki Bintaro Jaya, Gereja Santa Maria Regina.

Romo Thomas Aryangga Abimanyu, Pr (kiri) dan Romo Camellus Delelis da Cunha, Pr (kanan) saat memberikan sambutan dalam acara Pisah-Sambut Pastor Rekan Paroki Bintaro Jaya. (Foto: Komsos Sanmare)

Estafet Pelayanan

Dalam sambutannya pada acara pisah-sambut, Romo Camel mengungkapkan kegembiraannya karena pelayanan yang selama ini dijalankannya di Bintaro Jaya akan diteruskan oleh seseorang yang telah lama dikenalnya.

Kedekatan keduanya telah terbangun sejak Romo Ary masih menjadi seminaris dan Romo Camel menjadi frater pendamping.

“Sungguh sukacita bagi saya oleh karena estafet saya dalam proses di sini akan dilanjutkan oleh Romo Thomas Aryangga,” ungkap Romo Camel.

Ia mengenang bahwa kebersamaan mereka pada masa pendidikan seminari ikut membangun dukungan dan semangat bagi Romo Ary untuk meneruskan panggilannya sebagai imam diosesan Keuskupan Agung Jakarta.

“Dalam pengalaman kebersamaan yang saya dan Romo Thomas bangun pada saat dia sebagai seminaris dan saya sebagai fraternya, ternyata membuahkan dukungan dan semangat bagi Romo Thomas Aryangga dalam posisi dia sebagai seminaris untuk meneruskan dan melanjutkan panggilannya ke Keuskupan Agung Jakarta,” kenangnya.

Romo Camel mengaku pada masa itu sempat bertanya-tanya apakah Romo Ary benar-benar akan memilih menjadi imam diosesan KAJ. Sebab, menurutnya, Romo Ary memiliki kedekatan dengan dua tarekat religius.

“Saya agak waswas mengingat kapasitas yang dimiliki Romo Thomas Aryangga Abimanyu pada saat itu bisa memilih antara SVD atau SJ. SVD karena parokinya diasuh oleh romo-romo Serikat Sabda Allah (SVD), yaitu Paroki Taman Galaxy, sedangkan SJ karena dia bersekolah di SMA Gonzaga,” tuturnya.

Dengan nada bergurau, Romo Camel juga mengenang pengalamannya mendampingi para seminaris ketika itu.

“Sementara, untuk projo saat itu sepertinya kurang berkesan bagi para seminaris karena saat saya mendampingi Romo Thomas Aryangga di seminari, saya seperti menempatkan para siswa di penjara. Saya yang harus mengunci pintu setiap malam jam 11,” kenangnya, disambut tawa umat yang hadir.

Memohon Doa Umat

Romo Thomas Aryangga Abimanyu berasal dari Paroki Taman Galaxy, Gereja Santo Bartolomeus. Ia lahir di Jakarta, 12 Maret 1998, dan merupakan putra ketiga dari empat bersaudara.

Romo Ary memilih motto tahbisan, “Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yoh. 21:16). Setelah menyelesaikan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara pada 2025, ia menjalani masa diakonat di Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus, pada 2026.

Dalam sambutan singkatnya di hadapan umat Bintaro Jaya, Romo Ary memohon dukungan dan doa agar dapat menjalankan pelayanan dengan sepenuh hati dan penuh sukacita.

“Saya mohon doa supaya saya bisa melayani Ibu, Bapak, Saudara-saudari dengan sepenuh hati, dengan gembira, dan juga semoga Ibu, Bapak, Saudara-saudara semua bisa menerima saya. Juga kita mungkin nanti bisa saling berkenalan, bisa saling berinteraksi seiring berjalannya waktu,” ujar Romo Ary.

Menutup acara, Pastor Paroki Bintaro Jaya Romo Bernardus Hardijantan Dermawan, Pr menyampaikan selamat datang kepada Romo Ary sekaligus selamat menjalankan tugas perutusan baru kepada Romo Camel.

“Dan inilah sebetulnya doa saya pada rekan-rekan imam. Agar para imam dalam menjalani imamatnya itu hidup. Hidup dan berkembang, bertumbuh dari pelayanan, dari ketulusan, dan juga dari perjumpaan,” kata Romo Hardijantan.

Pesan tersebut mendapat makna tersendiri bagi Paroki Bintaro Jaya, Gereja Santa Maria Regina, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-16 dan terus bertumbuh sebagai komunitas umat Katolik di kawasan selatan Jakarta.

Terima kasih kepada Romo Camellus Delelis da Cunha, Pr atas dedikasi, pelayanan, dan pendampingan rohani bagi umat Paroki Bintaro Jaya. Selamat menjalankan tugas perutusan baru di Paroki Bojong Indah, Gereja Santo Thomas Rasul.

Selamat datang dan selamat melayani di Paroki Bintaro Jaya, Gereja Santa Maria Regina, Romo Thomas Aryangga Abimanyu, Pr. (*)

Kontributor: Ariobimo Nusantara

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.