Wisuda STP St. Bonaventura Medan, Vikjen Michael Manurung: Pewarta adalah Jembatan bagi Orang Lain

Lulusan Baru Calon Guru Agama Katolik di Medan.

0 31

KATOLIKANA.COM, MEDAN – Sebanyak 85 mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan (STP Santo Bonaventura KAM) mengikuti wisuda angkatan XVII tahun akademik 2025–2026, diselenggarakan di Hotel Danau Toba International Medan. Acara dibuka dengan misa dipimpin vikaris Jenderal Keuskupan Agung Medan, RP. Michael Manurung, OFMCap, bersama para imam konselebran.

Dalam rangkaian perayaan ini, para mahasiswa menerima perutusan melalui Missio Canonica. Missio Canonica merupakan pemberian mandat resmi dari gereja kepada guru agama Katolik untuk mengajar dan mewartakan iman Katolik. Mandat tersebut diberikan melalui otoritas Gereja, khususnya uskup, sebagai bentuk keterlibatan guru agama dalam menjalankan tugas perutusan Gereja.

Hal itu juga untuk menyampaikan kepada para wisudawan/ti bahwa tugas mereka sebagai guru agama Katolik tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mengajar di dalam kelas. Guru agama Katolik juga menjalankan tugas pewartaan dan memberikan kesaksian iman melalui kehidupan serta pelayanannya.

RP. Michael Manurung, ketika memimpin misa mengatakan bahwa para mahasiswa diutus untuk siap melayani dan mewartakan Kristus dengan dasar iman kepada Kristus yang bangkit. “Bukan untuk mewartakan diri sendiri atau kehebatan diri sendiri,” ujar RP. Michael Manurung, OFMCap.

Menurutnya, pewartaan Gereja harus berpusat pada Kristus yang bangkit. Pewartaan juga perlu menghadirkan karya Allah yang membebaskan manusia dari dosa, ketidakadilan, dan kematian.  Para wisudawan diajak untuk membawa semangat pewartaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pewarta perlu menghadirkan tindakan yang membantu orang lain melihat karya Allah dalam kehidupannya.

Seperti Yesus tidak hanya menunggu orang datang kepada-Nya. Yesus pergi menemui dan merangkul orang-orang yang membutuhkan. Semangat tersebut, lanjutnya, perlu dimiliki oleh para pewarta. Pewarta tidak hanya menjalankan tugas dari mimbar, tetapi juga hadir dan membangun hubungan dengan masyarakat.

“Itulah pewarta yang hidup, di mana tidak hanya dimulai dari mimbar tetapi dari pintu ke pintu, dan lewat pertanyaan sederhana,” ujar RP Michael.

Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi digunakan untuk menghadirkan Kerajaan Allah di mana pun mereka berada. Para pewarta juga dipanggil untuk membangun komunitas yang berjalan bersama secara sinodal. Tugas tersebut dapat dilakukan di tengah kehidupan Gereja maupun di ruang kelas ketika mereka menjalankan tugas sebagai guru agama Katolik.

Menurut RP. Michael seorang pewarta perlu menjadi jembatan bagi orang lain. Pewarta dipanggil untuk melayani dan mencari mereka yang membutuhkan pendampingan, bukan menunjukkan keunggulan diri atau gelar yang dimiliki. Para mahasiswa wisuda diingatkan untuk terus belajar, memperbarui diri, dan mengembangkan pengetahuan setelah menyelesaikan pendidikan.

Perayaan tersebut dihadiri oleh orang tua wisudawan, Yayasan Katolik Budi Murni, Bimas Katolik Kementerian Agama, dosen dan tenaga kependidikan, mahasiswa, para wisudawan, serta tamu undangan lainnya.

Momen penting dalam perayaan wisuda ini ketika para wisudawan memberikan bunga kepada orang tua sebagai tanda terima kasih atas doa, kasih, dan dukungan yang menyertai perjalanan selama studi. Di balik pencapaian saat ini, ada orang-orang yang menjadi akar dan menguatkan langkah mereka. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perutusan sebagai pendidik dan pewarta iman. Pengetahuan yang diperoleh menjadi bekal untuk melayani Gereja dan masyarakat melalui Missio Canonica.

Seperti bambu yang tumbuh tinggi tetapi tetap menunduk pada akarnya, demikian pula manusia perlu mengingat asal dan orang-orang yang membuatnya bertumbuh. Para wisudawan kini melangkah membawa apa yang telah diterima untuk dibagikan kepada sesama.

“Betapa indahnya kasih karunia yang kuterima hari ini” (quam pulchra est gratia quam hodie accepi).

Leave A Reply

Your email address will not be published.