Sebelum merayakan kelimpahan, keberuntungan, kesuksesan, Gereja mengingatkan bahwa pembaharuan sejati tidak datang dari sekedar hiasan luar, melainkan dari keteguhan hati ketika berhadapan dengan pencobaan.
Ia bersyukur atas karunia mukjizat Tuhan. Ketekunan dan keinginan untuk sembuh mendapatkan berkat. Doa-doanya dikabulkan. Dukungan dari anak-anaknya menguatkan semangat untuk sembuh.
Edukasi kesehatan dalam seminar mengajak ibu-ibu mengenali fenomena nyeri akibat saraf kejepit, penyebab, resiko dan langkah penanganan bagi penderita serta cara hidup sehat.
Kebhinekaan budaya, syukur atas perayaan Imlek, kerukunan dan keakraban, menjadi kehendak bersama yang mengalir - seperti halnya Kali Pepe- menandai keberadaan sungai bersejarah di Kota Bengawan Solo.