Nubuat ini menunjukkan bahwa misi keselamatan Yesus bersifat universal. Ia tidak datang hanya untuk satu kelompok etnis atau satu golongan agama tertentu.
Kristus dan Maria adalah dua hamba yang berbeda, namun memiliki kesamaan: keduanya menempatkan kehendak Allah di atas segalanya. Dalam diri mereka, kehendak ilahi berjumpa dengan kerelaan manusiawi secara utuh.
Yesus sedang menunjuk pada kematian-Nya di kayu salib. Seperti ular tembaga ditinggikan di padang gurun, demikian pula Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Jiwa yang hening tidak selalu jiwa yang tidak bersuara lagi, melainkan jiwa-jiwa yang meneriak-gemakan keadilan dan pembebasan jiwa lain, sehingga menghimpun kejamakan kembali pada ketunggalan.
Mereka berkata kepada orang Farisi tentang Yesus, "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" (Yohanes 7:46). Mereka melihat kebenaran dalam diri Yesus.
Oleh Sr. Paskalia OP
Katolikana.com — Menjadi guru, pada hakikatnya, adalah sebuah panggilan. Bukan sekadar profesi yang dijalani dari pagi hingga siang, melainkan sebuah keterlibatan panjang dalam proses pembentukan manusia.
!-->!-->!-->!-->!-->!-->!-->…