Serangan Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar Dikecam KWI dan Ormas Katolik

Ormas Katolik di Makassar Serukan Perdamaian dan Toleransi

0 330

Katolikana.com— Peristiwa serangan bom bunuh diri di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) lalu dikecam oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Organisasi Masyarakat Katolik di Makassar.

Dalam salinan pernyataan sikap dan imbauan yang diterima Katolikana, melalui Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK), KWI mengecam keras tindakan tersebut karena merendahkan martabat manusia dan menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, tindakan bom bunuh diri itu menambah daftar panjang tindak terorisme di Nusantara.

Ketua Komisi HAK-KWI Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam pernyataan tersebut turut mengimbau agar masyarakat tidak takut dan resah, sebaliknya justru tetap waspada. Yohanes menekankan salah satu upaya yang dapat dilakukan umat Katolik dan seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Dia mengingatkan agar warga tidak menyebarkan konten gambar atau video terkait peristiwa ini di media sosial.

Di samping itu, Yohanes juga menyampaikan dukungan penuh kepada aparat keamanan, yaitu TNI dan Polri untuk bersama pemerintah mengusut tuntas kasus ini. Langkah pengusutan diharapkan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Makassar.

Komisi HAK-KWI pun menyampaikan keprihatinan, doa, dan dukacita mendalam atas peristiwa yang mencederai kemanusiaan seluruh bangsa, bahkan mengakibatkan terdapat korban luka-luka.

“Peristiwa bom bunuh diri tersebut bukan hanya menjadi keprihatinan umat Katolik semata, melainkan keprihatinan seluruh bangsa dan negara Indonesia,” kata Yohanes.

Terpenting pula, Komisi HAK-KWI mengharapkan agar peristiwa bom bunuh diri tersebut tidak merusak atau melemahkan hubungan baik antarumat beragama dan kepercayaan di Makassar dan seluruh wilayah Indonesia.

Ormas Katolik di Makassar Serukan Perdamaian dan Toleransi

Sementara itu, enam organisasi masyarakat Katolik di Makassar mendorong penguatan perdamaian dan toleransi pascaaksi bom bunuh diri tersebut. Melalui Surat Pernyataan Bersama, enam ormas Katolik ini terdiri atas Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Sulawesi Selatan, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Makassar, DPC Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) DPD Sulawesi Selatan, Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Keuskupan Agung Makassar, dan Vox Point Indonesia (DPD Sulawesi Selatan dan DPW Makassar).

Keenam ormas tersebut mengajak pentingnya mengedepankan upaya perdamaian. Hal ini harus diwujudkan dengan mendesak aparat keamanan mengusut dan menangkap dalang yang merencanakan aksi bom bunuh diri tersebut. Terlebih, sepekan ke depan umat Katolik akan menjalani masa Pekan Suci menyambut Hari Raya Paskah.

“Kami mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk lebih dapat mengedepankan perdamaian dan toleransi demi kebaikan bersama seluruh umat manusia,” demikian salah satu pokok pernyataan sikap bersama keenam ormas tersebut.

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Kota Makassar, Gaudensius Moan Gadu, saat diwawancarai oleh kontributor Katolikana melalui saluran telepon, mengungkapkan rasa duka mendalam kepada para korban luka-luka.

Ketua Pemuda Katolik Kota Makassar, Gaudensius Moan Gadu, yang sedang berada di lokasi ledakan bom itu turut memantau dan menjaga keamanan gedung gereja, saat diwawancarai media Katolikana mengatakan ada potongan-potongan tubuh pelaku yang berserakan atau berceceran dan sudah dievakuasi oleh aparat yang berwenang untuk diberi tindakan lebih lanjut.

Ia juga memberikan sejumlah pernyataan sikap dari Pemuda Katolik Kota Makassar. Berikut beberapa pernyataan sikapnya, yaitu mengutuk keras aksi teror peledakan bom bunuh diri yang sangat keji dan biadab.

Kemudian, Pemuda Katolik Kota Makassar mendesak Pemerintah, Polri, dan TNI untuk segera mengungkap pelaku dan dalang aksi teror tersebut, serta bekerja lebih keras lagi untuk mencegah terjadinya aksi teror serupa di kemudian hari.

PP Pemuda Katolik telah menginstruksikan kepada seluruh Pengurus dan Anggota untuk meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi dengan pimpinan gereja, pemerintah, dan aparat keamanan di setiap wilayah/tingkatan.

Terakhir, Gaudensius Moan Gadu menyampaikan agar umat tidak takut dan tetap menjaga ketenangan selama kegiatan ibadah serta mengajak umat untuk mendoakan kesembuhan para korban dan juga pelaku aksi teror bom bunuh diri.

Laporan Kontributor: Robertus Robert, Yosef Saka

Editor: Basilius Triharyanto

 

Jurnalis, penulis, dan pekerja kreatif, tinggal di Jakarta

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.