Kenal Lebih Dekat dengan Narasi Damai Nusantara

Narasi Damai Nusantara (NDN) merupakan komunitas yang peduli pada isu-isu keberagaman di Indonesia.

0 214

Katolikana.com—Narasi Damai Nusantara (NDN) merupakan komunitas yang peduli pada isu-isu keberagaman di Indonesia.

Didirikan secara resmi pada 2018, Narasi Damai Nusantara bertekad mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang agama dan kebudayaan untuk saling berinteraksi dan menjalin relasi.

Khoirul Anam (kanan), Koordinator Narasi Damai Indonesia. Foto: Facebook

Koordinator Narasi Damai Nusantara Khoirul Anam (33) menuturkan bahwa komunitas tersebut lahir karena kondisi keberagaman di Indonesia seiring berjalannya waktu makin tidak sehat.

Komunitas Narasi Damai Nusantara menyediakan wadah untuk berdiskusi dan membuka mata bahwa apa pun kepercayaan yang dimiliki orang lain itu adalah hak mereka.

“Ada banyak orang yang beragama bukan karena ingin nyaman, tapi ingin menggunakan agama untuk menyalahkan yang lain,” tuturnya kepada Katolikana, Sabtu (8/5/2021).

Anam juga memberi pesan agar anak-anak muda harus belajar untuk menghormati tanpa perlu menyetujui.

Wisata Toleransi Ala Narasi Damai Nusantara

Narasi Damai Nusantara melakukan sejumlah kegiatan, seperti diskusi antaragama, kunjungan ke rumah-rumah ibadah, dan lain-lain. Salah satu kegiatan rutin dan unggulan adalah Peace Train Indonesia yang diinisiasi oleh Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).

Peserta kegiatan ini difokuskan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa semester awal. Tingginya antusiasme mereka untuk mengikuti Peace Train membuat Narasi Damai Nusantara makin bersemangat.

Kegiatan Peace Train Indonesia. Foto: aa.com.tr

Peace Train Indonesia mengajak anak-anak muda untuk berkunjung ke berbagai kota menggunakan kereta api. Uniknya, selama di perjalanan, peserta diajak saling berdiskusi mengenai keberagaman di Indonesia. Ketika berhenti di beberapa kota yang ditentukan, peserta diajak untuk berkunjung dari tempat ibadah satu ke yang lainnya.

“Kita tidak mau banyak berteori. Anak-anak muda ini kita ajak masuk, menginap di Suku Baduy, datang ke suatu komunitas, ketemu bersama penganut agama Sapto Dharmo di Batu, Malang, menginapnya di kelenteng,” tutur Anam saat menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan oleh Peace Train Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh Narasi Damai Nusantara lewat kegiatan Peace Train Indonesia menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa keragaman itu nyata.

Meski kegiatan Peace Train Indonesia dibuka untuk umum, namun Narasi Damai Nusantara tetap melakukan sistem seleksi.

Hal tersebut guna memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan oleh komunitas seperti usia anak-anak muda dan dari berbagai latar belakang agama, suku, ras, maupun gender.

Selain Peace Train Indonesia, Narasi Damai Nusantara juga mengadakan kegiatan Peace Trip. Hampir sama dengan Peace Train, perbedaannya adalah pada transportasi yang digunakan yaitu bus.

Kegiatan Peace Trip ini pernah diadakan di Wonosobo dan Temanggung dengan mengunjungi berbagai tempat ibadah dan kelompok tertentu.

Peace Train Indonesia. Infografis: Tim

Menjadi Bagian dari Keberagaman

Walau komunitas tersebut tidak merekrut anggota secara resmi, namun Narasi Damai Nusantara memiliki jaringan untuk menarik orang-orang agar ikut berdinamika bersama mereka.

Salah satu caranya dengan bergabung bersama Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) yang juga diikuti oleh komunitas anak-anak muda dari berbagai latar belakang.

Selain melalui ICRP, Narasi Damai Nusantara juga makin dikenal dan memperluas jaringan lewat kegiatan Peace Train Indonesia.

Khoirul Anam, Koordinator Narasi Damai Indonesia. Foto: Facebook

“Kami menyebutnya (anggota yang pernah mengikuti Peace Train) alumni. Kalau yang acara lain, kami menyebutnya rekanan,” jelas Anam.

Anam menambahkan, anak muda yang belum tergabung dalam ICRP maupun alumni Peace Train Indonesia, namun tertarik untuk bergabung bersama Komunitas Narasi Damai Nusantara, dapat menghubungi kontak yang tertera pada akun media sosial.

Namun selama pandemi, kegiatan Narasi Damai Nusantara sedang vakum, terlebih untuk kegiatan Peace Train Indonesia.

“Kegiatan ini tidak memungkinkan untuk diadakan. Kalau pun diadakan pasti tidak akan maksimal. Semoga setelah pandemi kita kembali lebih kuat,” tutur Anam.*

Kontributor: Rustiningsih Dian P, Ignasia Dyah M.P, Jack Silaban

 

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.