Dubes L Amrih Jinangkung: Suster Indonesia di Luar Negeri adalah Duta Katolik dan Bangsa Indonesia

Lima suster Biara Piccole operaie del sacro cuore (POSC) atau Kongregasi Suster-Suster Pekerja Sahaja dari Hati Kudus di Kota Trani, Puglia, Italia-Selatan ikrarkan kaul kekal.

0 71

Katolikana.com—Para religius, imam misionaris maupun suster Indonesia di luar negeri adalah anggota Gereja tetapi juga anak bangsa Indonesia.

Melalui kehadiran dan pelayanan, mereka menunjukkan diri sebagai duta-duta Gereja Katolik sekaligus bangsa Indonesia di mana pun berada.

Baca juga: Yuk, Mengenal Kongregasi POSC atau Suster-Suster Pekerja Sahaja dari Hati Kudus

Duta Besar untuk Takhta Suci Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung SH LLM menyampaikan hal ini pada acara Pengikraran Kaul Kekal lima suster Biara Piccole operaie del sacro cuore (POSC) atau Kongregasi Suster-Suster Pekerja Sahaja dari Hati Kudus di Kota Trani, Puglia, Italia-Selatan, Minggu (29/5/2022).

Lima Suster tersebut yakni:

  • Sr. M Kornelia M Paba POSC dari Keuskupan Agung Ende
  • Sr. Yovita M Loun Koten POSC dari Keuskupan Larantuka
  • Sr. Maria de Carment, POSC dari Keuskupan Maumere,
  • Sr. Maria Susanti Lawi POSC dari Keuskupan Maumere.
  • Sr. Marjorie M Esperanzate,POSC dari Filipina.

Menurut Amrih, umat Katolik di Indonesia tidak sampai 10 juta dari 267 juta jiwa penduduk Indonesia.

Namun dari yang sedikit itu, jelas Dubes Amrih, saat ini Gereja Indonesia telah mengirim misionaris ke seluruh dunia.

Saat ini, hampir dua ribu orang religius asal Indonesia berkarya di Italia.

Menurut Dubes Amrih, para religius atau imam misionaris Indonesia di luar negeri adalah anggota Gereja tetapi juga anak bangsa Indonesia.

“Melalui kehadiran dan pelayanan yang akan mereka lakukan, mereka menunjukkan diri sebagai duta-duta Gereja Katolik sekaligus bangsa Indonesia di mana pun mereka berada,” ucap Dubes Amrih.

Dubes Amrih berpesan agar mereka tetap menjadi anggota Gereja dan warga Indonesia yang memberikan kesaksian mengenai nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia.

“Semoga para suster tetap 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia,” ujar Dubes Amrih.

Pesta Kenaikan Tuhan

Upacara pengikraran kaul kekal lima suster Biara POSC bertepatan dengan Pesta Kenaikan Tuhan dan Hari Komunikasi Sosial Sedunia.

Perayaan ekaristi dipimpin oleh Mgr. Leonardo d’Ascenzo uskup Keuskupann Trani didampingi 16 orang imam concelebrantes.

Perayaan berlangsung di kapela rumah induk biara  di Trani, Italia Selatan. Pengikraran kaul disaksikan oleh Sr. Celestina  Maria Iampietro sebagai pemimpin umum POSC.

Perayaan Misa Kaul juga disiarkan melalui platform Youtube sehingga orang tua dan sanak keluarga suster di Indonesia dan Filipina dapat mengikuti perayaan secara online.

Suster-suster dari Biara Piccole operaie del sacro cuore (POSC) mengikarkan kaul kekal di Kota Trani, Puglia, Italia-Selatan, Minggu (29/5/2022).

Setia Mendengar dengan Hati 

Mgr. Leonardo d’Ascensione menghubungkan ketiga peristiwa penting ini untuk menegaskan pesan penting bagi para suster yang berkaul dalam memaknai pengikraran kaul mereka.

Menurut Mgr. Leonardo, Yesus yang sudah naik ke surga  sepenuhnya adalah Allah. Dalam kepenuhan ke-IlahianNya Ia menjanjikan berkat bagi para murid agar mereka menjadi saksi-saksiNya.

“Untuk menjadi saksi yang setia diperlukan kesediaan untuk terus menerus mewartakan Tuhan yang bangkit. Dan kesediaan itu hanya bisa dimiliki karena kerelaan untuk mendengarkan Tuhan,” tutur Mgr Leonardo.

Mgr. Leonardo menggarisbawahi seruan Sri Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia. Paus menganalogikan pewarta yang setia sebagai “Le Persone che consumano i sandali”  atau orang-orang yang menghabiskan sandal mereka.

Sri Paus menegaskan kegigihan para pewarta yang terus berjalan dan mewartakan khabar gembira Injil.

Ibarat seorang pejalan kaki yang menggunakan sandal, seorang pewarta yang gigih dalam pelayanan terlipat pada lapisan dasar sendalnya yang terus menipis dari hari ke hari.

“Karena seorang pewarta yang setia tidak akan lelah untuk ‘pergi’ mewartakan khabar gembira Tuhan,” ucap Mgr Leonardo.

Sri Paus menyampaikan pesan agar para murid Kristus sebagai komunikator sejati harus pertama-tama mendengarkan dengan hati atau memiliki telinga di hatinya.

Dengan menyatukan dua pesan penting ini, Mgr. Leonardo mengajak para suster untuk tetap memegang teguh janji setia mereka sebagai saksi kebangkitan Tuhan dengan selalu terlebih dahulu mengarahkan hati untuk mendengarkan Tuhan dalam setiap pelayanan mereka.

Gembira Mengikuti Tuhan                   

Pemimpin umum Kongregasi Sr Celestina M Iampietro mengungkapkan kegembiraan dan sukacita atas kesediaan lima suster yang berkaul.

Ia merasa kelima suster berani mengambil keputusan dengan sukacita. Sebab bagaimana pun, sebagai pribadi para suster harus bahagia dengan keputusan mereka untuk mengikuti Tuhan menurut cara hidup yang dipilih sesuai kharisma pelayanan kongregasi.

“Spiritualitas pelayanan sesuai semangat dan kharisma kongregasi dapat dihayati dengan baik dan sepenuh hati oleh para suster kalau mereka memiliki sukacita dalam hatinya atas pilihan mereka sebagai pribadi,” ujar  Sr Celestina.

Sebagai anggota kongregasi POSC yang lebih dari 30 tahun berkecimpung dalam pendampingan, Sr Celestina ikut merasakan betapa berat pelayanan kongregasi saat ini.

“Terutama karena Gereja sendiri harus melewati masa-masa sulit dengan sekian banyak tantangan sekularisasi yang membawa serta banyak  masalah kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Sr Celestina, Gereja harus menghadapi berbagai tantangan seperti tingginya angka perceraian keluarga, persoalan sexual abuse dan pedofilia di kalangan Gereja, anak-anak dengan kepribadian yang lemah karena tidak mendapat pendampingan sejak awal untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai dampak ikutan dari masalah keluarga.

Banyak anak muda tidak punya arah dan tidak memilik iperibadi yang kuat karena tidak dibantu sejak awal untuk mengenal diri sendiri.

“Inilah tantangan terberat anak-anak muda di tengah dunia yang makin sekular. Sementara itu lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah tidak banyak membantu mereka untuk menghadapi tantangan ini,’ ujar Sr. Celestina.

Menurut Sr Celestina, situasi ini menyodorkan tantangan bagi setiap anggota Gereja untuk makin manusiawi dengan terus mengenal diri dan menyadari karya Tuhan dalam hidup.

“Dengan cara ini pula  menurutnya kita akan sanggup menjadi saksi yang nyata dalam waktu yang sulit ini,” urainya.

Sr. Celestina mengungkapkan syukur dan gembira karena ia merasakan kegembiraan dan sukacita dari para suster yang berkaul.

Menurut Sr. Celestina, hal ini sangat penting karena kalau mereka bahagia dengan keputusan mereka dan rela memberi diri kepada pelayanan Gereja melalui kongregasi, maka mereka akan sanggup melewati masa-masa pelayanan selanjutnya yang tidak mudah.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada keluarga Yubilaris di Indonesia yang sudah mempersembahkan dan selalu mendukung anak-anaknya untuk mengambil bagian dalam tugas pelayanan Gereja melalui Kongregasi POSC,” tutup  Sr Celestina.

Sr  Kornelia M Paba, salah satu yubilaris mengungkapkan kebahagiaannya boleh mengkirarka kaul kekal dalam kongregasi POSC.

“Mewakili para Yubilaris saya mengucapkan terimakasih atas dukungan berbagai pihak. Kami meminta doa tetap setia dan berbahagia dalam janji yang kami ikrarkan,” katanya.

Sr. Kornelia mengaku sempat melewati waktu lama untuk mengambil keputusan menjadi anggota para suster POSC secara penuh dengan pengikraran kaul.

Dalam masa menimbang ini, ia sempat melewati masa-masa krisis ketika ia sempat berpikir untuk meinggalkan biara.

Ia merasa tanggungjawab sebagai anggota biara POSC terlalu berat baginya. Terutama karena ia melihat anggota konggregasi yang terbanyak adalah para suster Indonesia yang masih sangat muda, tetapi harus mengambil tanggungjawab pelayanan yang berat di komunitas di mana mereka berada.

“Namun berkat dukungan dan peneguhan dari keluarga, para romo, sesama suster akhirnya saya sanggup melewati masa krisis dan semakin mantap dalam membuat keputusan ini,” pungkasnya.**

Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.