PDKK Berau Gelar Seminar Hidup Baru dalam Roh Kudus

Agustinus Maming, MSC: Roh Kudus hanya akan tercurah jika kita mau menerima.

0 275
Suasana Seminar Hidup Baru dalam Roh.

Katolikana.com—Persekutuan Doa Karismatik Katolik Paroki St. Eugenius de Mazenod, Tanjung Redeb (PDKK-Eudema), Keuskupan Tanjung Selor (KTS) mengadakan Seminar Hidup Baru di Aula Chevalier di Paroki Eudema, Jumat s.d. Sabtu (13-14/10/2023.

Hadir sebagai nara sumber adalah tim dari Badan Pelayanan Keuskupan Pembaharuan Karismatik Keuskupan Agung Samarinda (BPKPKK-KASri) yang digawangi oleh Fransiskus Xaverius Surikno Sugiarto (Ricky) dan Bonita serta RP. Agustinus Maming, MSC, selaku simpatisan PDKK sekaligus Pastor Sekretaris Jenderal (Sekjen) KTS.

Kegiatan ini perdana PDKK-Eudema ini diikuti oleh 35 orang, terdiri dari anggota PDKK-Eudema dan beberapa umat dan simpatisan.

Ketua PDKK-Eudema Heremia Emiliani Sri Sunarsih

Keresahan Ketua PDKK-Eudema

Ketua PDKK-Eudema Heremia Emiliani Sri Sunarsih menyampaikan keresahannya selama menjalani hidup menggereja. Ia merasa banyak umat Katolik yang belum memiliki totalitas dalam pelayanan. Kemauan untuk memberi diri dalam pelayanan masih dianggap beban di tengah rutinitas harian umat. Berangkat dari keresahan itu, ia melalui PDKK-Eudema mengadakan Seminar Hidup Baru ini.

“Saya kadang bertanya, kenapa sepertinya kita hanya mau memberi sisa  waktu kita untuk Tuhan. Sedangkan Tuhan begitu mengasihi kita. Kami, lewat PDKK ini, mau memberi edukasi bagi umat, bahwa sebenarnya kita bisa kok bekerja dan memberi diri dalam pelayan di saat yang bersamaan, asal memang ada niat dan ketulusan. banyak dari kita yang terlalu khawatir tentang keduniawian sehingga mengalahkan hidup kerohanian kita,” ungkap Emi.

Ricky, Ketua BPKPKK Keuskupan Agung Samarinda

Seminar Hidup Baru Dalam Roh (SHDR)

SHDR adalah seminar doa, harapan dan janji yang dilakukan dalam komunitas kehidupan umat beriman, dalam hal ini adalah PDKK.

Peserta diajak untuk menggali pengalaman rohani mereka, untuk selanjutnya dibawa untuk mengalami pembaruan spiritual. Tujuannya adalah agar mereka dapat mengalami kehidupan baru yang lebih indah dan membahagiakan bersama Yesus.

Lewat SHDR, harapannya adalah para peserta mampu berdamai dengan segala pengalaman sakit masa lalu dan diperbaharui dalam Roh Kudus. Upaya ini dilakukan lewat sesi konseling dan rekonsiliasi (pengakuan dosa).

Peserta juga diajak untuk menghidupi pilar iman Hidup Kristiani, yaitu; Doa, KItab Suci, Kesaksian, Pelayanan, dan Komunitas.

Yesus yang Wafat di Kayu Salib, Bukti Cinta Allah

Ragam konflik kehidupan serta perjuangan manusia tak luput dari dosa. Segala bentuk perasaan sedih, kesepian, hampa, kepahitan, kemarahan, kesendirian tak jarang menghinggapi hati manusia.

SHDR menghadirkan kebenaran-kebenaran pokok Injil. Allah itu kasih. Ia lebih dahulu mencintai kita. Oleh karenanya, kita diundang untuk hidup dan bergantung kepada Allah dan mengalami pengalaman-pengalaman batin lewat ungkap misteri kasih Allah dalam diri Yesus Kristus.

Ketua Badan Pelayanan Keuskupan Pembaharuan Karismatik Keuskupan Agung Samarinda (BPKPKK-KASri), Surikno Sugiarto (Ricky), menyampaikan dalam pengantarnya, bahwa Allah itu begitu dekat dengan ciptaan-Nya.

“Kita sebagai umat-Nya, hanya diminta untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kasih Allah, lewat pengalaman-pengalaman hidup. Terlebih lagi, ungkapan cinta Allah yang begitu mencintai umat-Nya hingga Ia rela mengutus Sang Putera untuk menjadi kurban tebusan bagi dosa-dosa kita,” ujar Ricky.

RP. Agustinus Maming, MSC, selaku simpatisan PDKK sekaligus Pastor Sekretaris Jenderal (Sekjen) KTS.

Yesus Mengetuk Pintu

Melalui SHDR, peserta diajak untuk menjadi pribadi yang lebih peka terhadap kehendak Allah dalam hidup umat beriman. Tentunya hal ini tidak mampu dijalani sendiri. Kemampuan memahami kehendak Allah hanya diperoleh dengan bantuan Roh Kudus. Seperti para rasul dalam peristiwa Pentakosta yang setelah menerima pencurahan Roh Kudus menjadi lebih berani untuk bersaksi atas nama Yesus.

“Roh Kudus hanya akan tercurah jika kita mau menerima. Kita bersedia menjadi manusia baru di dalam Kristus, melalui Roh Kudus,” ungkap RP. Agustinus Maming, MSC sembari menunjukkan ilustrasi Yesus yang sedang mengetuk pintu.

“Pintu yang terkunci harus dibuka dari dalam. Demikian juga kita harus mau dulu membuka hati untuk menerima Yesus, lewat pencurahan Roh Kudus,” lanjutnya.

Berdampak Bagi Umat

P. Tri, MSC, Pastor Kepala Paroki St. Eudema, Tanjung Redeb

Pastor Kepala Paroki Eudema Stefanus Tri Supriationo, MSC, menyampaikan apresiasinya dengan kegiatan ini. Ia merasa ini merupakan hal yang baik bagi perkembangan iman umat lewat persekutuan doa ini.

“Saya berharap ini tidak berhenti di sini. PDKK juga harus berdampak bagi perkembangan iman umat di Paroki Eudema. Semoga PDKK juga semakin aktif mengambil bagian dalam pelayanan-pelayanan baik yang liturgis maupun sosial,” ungkapnya. (*)

Komsos Keuskupan Tanjung Selor

Leave A Reply

Your email address will not be published.