Hari Literasi Internasional: Fondasi Bagi Dunia Digital
UNESCO : Literasi memungkinkan seseorang untuk berpikir kritis.

0 412

Vatikan, Katolikana.com – Hari Literasi Internasional (ILD) diperingati pada Senin (8/9/2025). Peringatan ini sudah dilakukan sejak tahun 1967.

Hari Literasi Internasional mengajak para pemimpin dunia, pembuat kebijakan, dan masyarakat umum senantiasa mengingat “pentingnya literasi untuk menciptakan masyarakat yang lebih literat, adil, damai, dan berkelanjutan.”

Melansir dari Vatican.News, sebagai hak asasi setiap orang, literasi merupakan gerbang yang memungkinkan setiap orang untuk menghargai hak asasi manusia lainnya, lebih menghargai adanya kebebasan, dan memberikan pengakuan akan kewarganegaraan global.

Literasi di Era Digital

Tema Peringatan Hari Literasi Internasional tahun ini adalah “Mempromosikan Literasi di Era Digital”, yang berfokus pada upaya menjaga literasi sebagai bagian penting dari lanskap teknologi.

UNESCO merilis data pada Hari Literasi 2025 dan menyoroti pentingnya literasi digital yang melampaui kegiatan menulis dan membaca secara tradisional berbasis kertas.

Literasi pada era sekarang berfungsi sebagai fondasi bagi keterampilan digital, memberi peluang keterlibatan yang aman dan kritis melalui teks dan perangkat digital, serta transisi digital yang inklusif.

Dunia digital telah mengubah kebijakan dan program literasi serta cara implementasinya.

Anak-anak sekolah di Pakistan berdiri di jendela saat mengikuti Peringatan Hari Literasi Internasional di Peshawar, Pakistan (ANSA)

Hari Literasi Dunia 2025 menjadi kesempatan mengkaji tantangan, peluang, dan solusi untuk mempromosikan literasi di dunia digital.

Proses Pekerjaan Sedang Berjalan

Antara tahun 2015 hingga 2024, tingkat literasi di kalangan orang dewasa (usia 15 tahun ke atas) sedikit meningkat dari 86% menjadi 88%.

Asia Tengah dan Selatan adalah dua kawasan dengan kemajuan tercepat, di mana literasi orang dewasa meningkat dari 72% menjadi 77%.

Afrika Sub-Sahara juga mengalami peningkatan dari 65% menjadi 69%. Pada tahun 2024, jumlah pemuda global (usia 15-24 tahun) mencapai 93% — yang menunjukkan pertumbuhan dalam pendidikan dasar.

Kendati demikian UNESCO melaporkan bahwa kemajuan tersebut “masih belum memadai dan tidak merata” karena 739 juta orang dewasa masih belum memiliki keterampilan literasi dasar pada tahun 2024.

Sensus yang dilakukan dari tahun 2015-2024 mengungkapkan bahwa lebih dari separuh orang dewasa buta huruf di dunia – 441 juta orang – yang ditemukan di 10 negara di seluruh dunia.

UNESCO berpendapat bahwa kesenjangan yang konsisten dalam tingkat literasi membatasi peluang dan “memperkuat kesenjangan sosial dan ekonomi, terutama bagi perempuan, orang lanjut usia, dan masyarakat terpinggirkan.”

Literasi adalah bagian dari bekal hidup
Di dunia yang digerakkan oleh teknologi saat ini, literasi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan.

Literasi memberi setiap orang kesempatan untuk berpartisipasi penuh dalam dunia digital. Lebih dari sekadar memberi orang akses ke internet, literasi memungkinkan pengguna untuk berpikir kritis dan menavigasi “masyarakat dan ekonomi yang kaya informasi dengan cara yang aman, efektif, dan bertanggung jawab.”

Namun, UNESCO menjelaskan bahwa tidak semua orang memiliki perangkat untuk menghadapi dunia digital dan banyak guru merasa tidak mampu mengajar siswa tentang cara menavigasi teknologi baru.

Sekitar separuh negara di dunia memiliki standar untuk membantu guru menguasai keterampilan mengajar siswa. Tanpa keterampilan literasi digital, UNESCO memperingatkan bahwa orang akan lebih sulit “menghadapi disinformasi dan misinformasi.”

UNESCO menyadari adanya tantangan yang tetap ada yakni “pendanaan yang memadai dan berkelanjutan merupakan kunci untuk membangun masyarakat yang lebih literat, inklusif, berkelanjutan, dan damai.”

UNESCO mensurvei 102 negara dan menemukan 57% di antara negara yang disurvey mengalokasikan kurang dari 4% anggaran pendidikan nasional untuk literasi dan pendidikan.

Hal ini menjadi catatan akan kurangnya investasi yang memadai untuk literasi digital.

Harapan

Peringatan Hari Literasi Internasional diharapkan dapat mendorong pergeseran dalam mengalokasikan lebih banyak dana untuk mendanai pendidikan yang lebih baik dan lebih banyak sumber daya bagi masyarakat, sehingga, di dunia yang terus berkembang pesat dan didorong teknologi ini, masyarakat dapat memiliki perangkat dan keterampilan untuk tidak hanya hidup, tetapi juga berkembang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.