Katedral Jakarta Gelar Misa Tutup Tahun Yubileum dan Pembukaan Ardas KAJ 2026

0 200

Jakarta, Katolikana.com – Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga atau Katedral Jakarta menyelenggarakan Misa Tutup Tahun Yubileum 2025, Sabtu (3/1/2026) pukul 17.00 WIB.

Misa ini dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, bersama Kuria Keuskupan Agung Jakarta dan dihadiri umat dari Keuskupan Agung Jakarta.

Saat penutupan Porta Santa, Kardinal Ignatius Suharyo memulai dengan doa, lalu pintu Porta Santa ditutup.

Kardinal Ignatius Suharyo berpesan, walau pintu Porta Santa ditutup, umat diajak untuk tetap menjadi peziarah yang memiliki  harapan.

“Umat tetap memiliki harapan kepada Kristus, walaupun banyak tantangan yang dihadapi,” ujar Kardinal Suharyo.

Kardinal Ignatius Suharyo menegaskan Tahun Yubileum merupakan masa rahmat yang mengajak umat untuk semakin memperdalam iman, memperbarui hidup rohani, serta memperkuat semangat pelayanan di tengah masyarakat.

Penutupan Tahun Yubileum juga menjadi momentum refleksi,  atas perjalanan iman umat selama satu tahun penuh.

Lagu Peziarah Pengharapan dibawakan oleh Koor OMK Jakarta sebelum misa. Lagu tersebut dibawakan untuk terakhir kali setelah satu tahun berlangsungnya Yubileum.

Penutupan Tahun Yubelium juga menjadi momentum refleksi, atas perjalanan iman umat selama satu tahun penuh

Tahun Yubileum 2025 di KAJ

Direktur Pusat Pastoral Samadi Romo Yustinus Ardianto Pr menyampaikan selama tahun Yubileum ini umat di  Keuskupan Agung Jakarta antusias Porta Santa ke Gereja Gereja di Keuskupan Agung Jakarta.

Umat di Keuskupan Agung Jakarta melakukan kunjungan bersama dengan lingkungan, maupun kelompok kelompok di Gereja.

Anak-anak, remaja, maupun lanjut usia, antusias untuk melakukan Porta Santa Gereja di Keuskupan Agung Jakarta sebanyak 9 Dekenat. Banyak  umat berkunjung lebih dari 9 Gereja, di 9 dekenat Keuskupan Agung Jakarta.

Kardinal Suharyo berfoto bersama anak-anak.

Pembukaan ARDAS KAJ 2026

Katedral Jakarta juga membuka ARDAS KAJ 2026 dengan tema Merawat Ciptaan Tuhan sebagai Rumah Kita Bersama.

Tema tersebut menegaskan panggilan Gereja untuk semakin peduli terhadap lingkungan hidup,  sebagai wujud iman yang nyata dan tanggung jawab bersama.

Tema Ardas KAJ 2026 sejalan dengan ajaran Gereja tentang ekologi integral, yang mengajak umat untuk menjaga kelestarian alam, menggunakan sumber daya secara bijak, serta membangun kesadaran bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dirawat dan dilindungi.

Melalui Ardas ini, umat diharapkan dapat terlibat aktif dalam berbagai gerakan kepedulian lingkungan di lingkungan masing-masing.

Setiap Dekenat di Keuskupan Agung Jakarta diajak untuk melakukan sebuah aksi, untuk membuat alam menjadi lestari.

Katedral Jakarta membuat vertical garden yang membuat sekitar gereja sejuk dan nyaman.

Vertical garden diberi lampu supaya taman tersebut menjadi lebih terang.  Umat juga bisa berfoto foto di vertical garden tersebut.

Untuk memeriahkan ARDAS 2026 KAJ meluncurkan lagu ARDAS 2026 berjudul Keutuhan Alam Ciptaan ciptaan Romo Pius Novrin Pr.

Selain itu ada lagu berjudul Bumi Rumah Kita ciptaan Romo Susilo Wijoyo, Pr.

Misa penutupan Tahun Yubileum serta pembukaan ARDAS 2026 membuat umat makin beriman kepada iman Katolik serta tidak hilang harapan kepada Tuhan.

Umat diajak peduli kepada alam sekitar, serta menjaga alam sekitar supaya tidak rusak. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.