Tuntun Anak Tumbuhkan Semangat Misioner dengan Katekese, Refleksi, Partisipasi dan Animasi

0 233

Surakarta, Katolikana.com – Gereja Katolik merayakan Hari Raya Anak Misioner Sedunia ke-183, bertepatan dengan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani). Tema yang diangkat tahun 2026 One In Christ United in Mission (Satu dalam Kristus Bersatu dalam Misi).

Hari Raya Anak Misioner sedunia di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, Minggu (4/1/2026), Pukul 08.00 dirayakan dalam perpaduan Katekese, Refleksi, Partisipasi dan Animasi.

Perayaan diikuti anak-anak, remaja, OMK dan orang tua merenungkan teladan Tiga Raja dari Timur yang mengunjungi Yesus, memberi persembahan terbaik pada Yesus: emas, kemenyan dan mur serta membawa Yesus bagi siapapun yang dijumpai dalam perjumpaan hidup sehari hari.

Katekese dan Refleksi
Pemimpin Perayaan Ekaristi Romo Fransiskus Anggras Prijatno, MSF dalam homili mengajak anak-anak berdialog, melakukan percakapan menggali pengetahuan iman tentang Tiga Raja dari Timur (Tiga Orang Majus).

Romo Anggras meminta ijin pada umat untuk turun dari mimbar agar lebih dekat dengan anak-anak selama homili.

Dengan penuh semangat dan suara lantang, Romo Anggras meminta anak-anak menyebutkan nama Tiga Raja dari Timur, menanyakan persembahan apa yang dibawa oleh Tiga Raja dan menanyakan apa makna dari persembahan yang disampaikan Tiga Raja dari Timur pada “Bayi Yesus”.

Dari percakapan yang dilakukan Romo Anggras menyampaikan katekese.

Tiga Raja dari Timur dikenal sebagai Tiga Orang Majus, adalah Melkior (Melchior), Kaspar (Caspar/Gaspar), dan Balthasar (Baltazar), yang membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur untuk menyembah bayi Yesus. 

Persembahan emas, kemenyan, dan mur oleh Tiga Raja (orang Majus) kepada Yesus melambangkan peran dan misi-Nya: emas sebagai simbol Raja, kemenyan sebagai simbol Imam Agung atau Keilahian, dan mur sebagai simbol penderitaan, kematian, serta nubuat sebagai Nabi, yang semuanya menggenapi keselamatan bagi manusia.

Hadiah-hadiah yang disampaikan oleh Tiga Raja dari Timur, merupakan barang berharga dan mahal pada masanya. Selain itu barang-barang yang dipersembahkan memiliki simbol penghormatan dan pengakuan akan identitas Yesus sebagai Mesias. 

Selanjutnya Romo Anggras mengajak anak-anak, remaja OMK dan umat untuk membangun refleksi: “Persembahan terbaik apa yang disampaikan pada Yesus, Tuhan, melalui perbuatan baik bagi sesama yang akan dilakukan selama rentang waktu tahun 2026?”

Katekese, Refleksi, Partisipasi dan Animasi warnai perayaan Hari Anak Misionaris Sedunia di Paroki Kleco. Tampak di Panggung anak-anak menunjukkan bakat talenta olah seni.

“Apakah anak-anak (dalam pendampingan orang tua) menumbuhkan warisan semangat misioner sejak dini melalui doa, derma, korban dan kesaksian seperti ajakan SEKAMI (Serikat Kanak-kanak Misioner)?”

“Kami telah melihat bintang-Nya di timur dan kami datang dengan persembahan untuk menyembah Dia. Allah berjalan di depan Tiga Raja dari Timur.

Maka marilah kita mohon, semoga dengan pandangan yang jernih dan kasih yang murah hati, kita mampu menyambut misteri yang kita rayakan ini sesuai kehendak Tuhan untuk menjadi misionaris- misionaris pembawa kasih, damai dan penggharapan di manapun kita berada: di rumah, di sekolah dan di berbagai tempat,” ungkap Romo Anggras mengakhiri homili.

Partisipasi dalam liturgi
Perayaan Ekaristi Hari Raya Penampakan Tuhan dan Hari Raya Anak Misioner Sedunia di Paroki Santo Paulus Kleco diwarnai dengan keterlibatan anak-anak, remaja dan orang muda sebagai petugas liturgi. Mereka bertugas sebagai narator sebelum Misa, lektor, pemazmur, petugas pembawa persembahan dan paduan suara.

Paduan suara didukung oleh PIA, PIR dan Misdinar.

Pada saat Misa tampak beberapa anak-anak ikut prosesi perarakan masuk gereja dan duduk di barisan lektor, pemazmur dan prodiakon dengan mengenakan “jubah” imam, bruder dan suster. Mereka ‘mempersonifikasikan’ sebagai imam, bruder dan suster cilik.

Animasi menyampaikan narasi semangat misioner: Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian

Animasi Anak Misioner

Animasi merupakan cara menyampaikan narasi, informasi dengan cara menarik, kreatif dan visual.

Narasi yang dibangun dalam Peringatan Hari Raya Anak Misioner sedunia di Paroki Santo Paulus Kleco:

  1. Mengenal Diri, Berpotensi dan Siap Bermisi
  2. Anak Misioner: Menumbuhkan Kebiaasaan Doa, Derma, Korban dan Kesaksian.

Animasi yang pertama dilakukan dengan panggung kreasi anak dengan latar belakang panggung bertuliskan: “Hari Anak Misioner 2026”, “Mengenal Diri, Berpotensi dan Siap Bermisi”. Narasi ini dikuatkan dengan banner “Aku Kenal, Aku Siap, Aku Diutus”.

Animasi ini dilaksanakan oleh OMK dan Misdinar Paroki Kleco. Dengan jiwa muda, kreativitas, kebersamaan dan penuh semangat Kakak-Kakak OMK dan Misdinar mendampingi adik-adik PIA berkreasi, pentas seni dan menancapkan semangat anak misioner untuk senantiasa berdoa, berderma, berkorban dan bersaksi.

Tampak dalam panggung anak-anak tampil mengisi acara seni dengan tampilan: Tari Dayak, Tari Klasik, Puisi dan Gerak Lagu serta berbagai tampilan lainnya.

Animasi yang kedua dikemas dalam berbagai bentuk permainan dengan “target sasaran” pada arah misioner: anak semakin mau dan mampu : Doa, Derma, Korban dan Kesaksian.

Permainan tersebut diantaranya:
Lempar gelang pada bolam lampu yang di antaranya ada “target” : Doa, Derma, Korban dan Kesaksian.

Menggelindingkan bola dalam rintangan paku dengan target: Doa, Derma, Korban dan Kesaksian.

Melempar balon dengan anak panah kecil. Target : Doa, Derma, Korban dan Kesaksian.

Pada saat perayaan berlangsung anak-anak mendoakan doa anak misioner dan menyanyikan lagu-lagu Anak Misioner.

Lagu Anak Misioner Keuskupan Agung Semarang

Dengarlah, Tuhan memanggilmu
Marilah datang kepada-Nya
Kita adalah murid Kristus sejati
Anak Misioner

Mari berdoa, berderma dan berkorban
Jadilah saksi betapa baiknya Tuhan
Jangan kau takut bimbang ataupun ragu
Meskipun kecil kau anak misioner (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.