OMK Paroki SMART Tanjung Selamat Medan Rayakan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2026

0 66
Para OMK Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan merayakan Natal dan Syukuran Tahun Baru dalam perayaan Ekaristi bernuansakan pakaian etnis nusantara.

Medan, Katolikana.com—Kegembiraan Natal dan semangat menyongsong tahun baru mewarnai perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2026 Orang Muda Katolik (OMK) se-Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat (SMART), Medan, pada Minggu (4/1/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi OMK lintas stasi untuk saling mengenal dan mempererat persaudaraan sebagai satu keluarga.

Perayaan tahun ini mengusung tema “Kerajaan Kasih: Allah Hadir Menjadikan OMK Sebagai Satu Keluarga”. Rangkaian acara diawali dengan Misa Natal di Gereja Paroki St. Maria Ratu Rosari yang dihadiri sekitar seratusan OMK serta orang tua. Misa dipimpin Vikaris Parokial Paroki SMART, RP. Alexander Aria Sasongko, OSC.

Cari yang berharga

Dalam homilinya, RP. Aria menegaskan bahwa orang beriman dipanggil untuk mencari dan mengejar hal yang sungguh penting, yakni Tuhan Yesus, bukan sekadar hal-hal duniawi.

Ia mengilustrasikan pesan itu dengan kebiasaan anak muda yang banyak menghabiskan waktu di media sosial untuk “mencari sesuatu” yang sering kali tidak esensial.

Menurutnya, anak muda perlu diarahkan untuk menemukan yang berharga dan menentukan dalam hidup, sebagaimana tiga orang Majus yang setelah menemukan Yesus, mempersembahkan harta terbaik mereka.

“Dalam hal ini seperti tiga orang Majus yang sudah menemukan Yesus dan dia mempersembahkan hartanya serta sudah menemukan yang berharga bagi mereka,” ujar RP. Aria.

Pentas OMK lintas stasi

Seusai misa, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan Natal dan syukuran tahun baru di Aula Heribertus lantai 2 Paroki SMART.

OMK dari empat stasi di wilayah Paroki SMART, bersama OMK dari paroki lain yang diundang, menampilkan beragam hiburan seperti tarian, drama, modern dance, hingga doorprize lucky draw.

Meski cuaca kurang bersahabat karena hujan, suasana perayaan tetap meriah. Para undangan—termasuk Vikaris Parokial, perwakilan DPP dan DPS, pembina OMK paroki, serta tamu dari paroki lain—tampak larut dalam kegembiraan bersama OMK yang tampil bergantian.

Didukung gereja dan pemerintah

Ketua Panitia, Givenia Ruth Tamba, menjelaskan panitia dibentuk sejak November 2025 melalui rapat-rapat persiapan dan penggalangan dana, antara lain lewat bazar, penjualan kupon, dan cara lainnya.

Menurutnya, tema perayaan menjadi pengingat bahwa kasih Allah mempersatukan OMK sebagai satu keluarga yang saling menerima, mendukung, dan melayani.

Ia juga menegaskan keberhasilan kegiatan ini ditopang oleh kerja sama panitia, dukungan Pastor Paroki, DPP, pembina OMK, serta partisipasi aktif seluruh OMK.

Pada kesempatan itu, panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan yang turut memberi dukungan.

“Semoga perayaan Natal dan syukuran rttahun baru ini, rasa persaudaraan di antara kita semakin dekat dan OMK Paroki SMART semakin bertumbuh sebagai suatu keluarga yang penuh kasih,” kata Givenia.

Harapan OMK

Ketua OMK Paroki SMART, Lidya Sembiring, menyebut kegiatan ini merupakan perayaan Natal kedua yang dilaksanakan OMK se-Paroki Tanjung Selamat. Ia berharap dukungan OMK terus menguat agar kegiatan-kegiatan ke depan semakin baik dan kreatif.

“Saya berharap penuh dukungan dari teman-teman semua, semoga OMK Paroki SMART ini dapat tetap melakukan kegiatan yang lebih baik lagi dan tahun depan dibuat kegiatan-kegiatan dengan kreativitas OMK yang memadai,” ujar Lidya.

Sementara itu, Ketua OMK Vikariat Medan II St. Yohanes Rasul Hayam Wuruk Medan, Jones Sibagariang, menyampaikan selamat Natal dan Tahun Baru kepada OMK Paroki SMART.

Ia berharap tahun baru menjadi ruang pertumbuhan program yang lebih berkualitas dan bermakna bagi OMK stasi maupun paroki.

“Semoga semakin menyala, banyak program yang menampung aktivitas OMK stasi dan paroki mengadakan kegiatan setiap tahunnya lebih berkualitas dan bermakna lagi,” kata Jones.

Mewakili DPP Paroki SMART bidang Koinonia, Barita Esman Dabukke, S.Pd., M.Psi, mengajak OMK dari empat stasi untuk menimba inspirasi dari seruan Nabi Yesaya: bangkit dan menjadi terang.

Ia lalu menyampaikan pesan tentang “lima tas” yang perlu diisi OMK: spiritualitas, loyalitas, fraternitas, kreativitas, dan inisitas (kedermawanan/kemampuan memberi).

Tunjukkan identitas sebagai pengikut Kristus

Menutup rangkaian pesan, RP. Aria mengingatkan OMK untuk berani menunjukkan identitas sebagai anak muda Katolik: kreatif, aktif, tetapi tetap berakar pada iman sebagai pengikut Kristus.

Ia juga menegaskan bahwa OMK adalah keluarga: tidak ada OMK yang berjalan sendirian. Dalam suka dan duka, OMK dipanggil untuk saling mendukung dan hadir satu sama lain. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.