Refleksi Bacaan Injil Kamis (15/1/2026) Romo Albert Herwanta, O.Carm.

Katolikana.com -Apakah Anda sudah membaca Injil hari ini (Markus 1:40-45) secara seksama? Isinya tentang Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Apakah Anda menemukan sesuatu yang tidak lazim di sana; bahkan suatu pelanggaran?
Melanggar garis batas
Pada zaman Yesus dan di kalangan orang Yahudi, yang berpenyakit kusta dilarang mendekat ke orang lain. Mereka harus mengasingkan diri dan keluar dari masyarakatnya (Imamat 13:46).
Tetapi apa yang kita baca dalam Injil hari ini? Orang kusta itu datang mendekati Yesus. Aneh. Yesus tidak melarang atau menjauhinya. Sebaliknya, Dia mengulurkan tangan-Nya,; bahkan menjamahnya (Markus 1:41). Yesus benar-benar melanggar garis batas.
Apakah melanggar garis batas perintah agama diijinkan? Tergantung motivasi dan tujuannya. Yesus melakukannya karena hati-Nya tergerak oleh belas kasihan atau melaksanakan hukum kasih. Tujuannya ialah menyelamatkan manusia.
Pulihkan semangat hidup
Ternyata, tindakan Yesus itu membawa sukacita yang sangat besar, memulihkan semangat hidup, dan mendorong orang untuk mewartakan tentang belas kasihan dan keselamatan Tuhan (Markus 1:45). Orang yang telah Yesus sembuhkan itu mengabaikan pesan Yesus (Markus 1:44).
Apa pesan penting dari sabda Tuhan itu? Melakukan tindakan serupa tidak keliru. Artinya melanggar aturan agama dengan motivasi kasih dan demi menyelamatkan manusia itu tindakan mulia. Tuhan sendiri melakukannya.
Jika orang berani melakukan tindakan serupa, banyak orang disembuhkan dan diselamatkan.
Sayangnya, banyak agama justru membuat banyak larangan alias garis batas. Hal ini dilakukan bukan untuk mengasihi dan menyelamatkan, melainkan menakut-nakuti, menghukum, dan menyesatkan manusia.
Ada agama yang tidak membangun kasih dan harmoni, tetapi mengajarkan rasa benci.
Andaikan Yesus datang lagi ke dunia saat ini, bisa jadi Dia akan melanggar garis batas yang mencelakakan semacam itu lagi. Mengapa?
Karena garis batas agama itu tidak membuat manusia semakin manusiawi dan berbelas kasih, tetapi mencelakakan manusia.
Melanjutkan permenungan
Apakah Anda setuju dengan sikap Yesus di atas? Coba, sampaikan tanggapan atau komentar Anda. Apa alasan Anda? Mungkin dengan menulis tanggapan itu, Anda telah menulis renungan lain tentang Injil hari ini. (*)
Kamis, 15 Januari 2026
HWDSF
Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.