Lahan Subur Berbuah Lebat

0 20

Katolikana.com – Bacaan Injil hari ini kelanjutan dari bacaan kemarin. Demikian pula inti ajarannya.

Kemarin Yesus bersabda tentang siapa saudara dan ibu-Nya. Mereka adalah orang yang mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah. Injil hari ini (Markus 4:1-20) berbicara tentang perumpamaan seorang penabur.

Sang Penabur

Siapakah penabur itu? Dia adalah Tuhan Yesus yang mengajar orang banyak. Orang banyak ini bagaikan lahan yang menjadi tempat jatuhnya benih itu.

Yesus tidak serta merta bergembira atas banyaknya orang yang mendengarkan-Nya. Dia mengetahui bahwa kualitas hati mereka bermacam-macam. Ada yang seperti tanah di pinggir jalan, tanah berbatu, semak duri, dan tanah yang subur.

Hanya hati yang bagai tanah subur akan menghasilkan banyak buah. Artinya, mereka yang menyambut sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Bagi yang hanya mendengar sambil lalu atau tidak memasukkan ke dalam hidup mereka atau sibuk dengan urusan duniawi gagal membuat sabda itu berbuah.

Dengan kata lain, mendengar sabda Tuhan saja tidak cukup. Sabda itu mesti menjadi bagian hidup dari yang menerima, lalu tampak dalam tindakan nyata yang banyak buahnya. Ada yang tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat atau seratus kali lipat.

Teladan Santo Thomas Aquinas

Hari ini, Gereja memperingati Santo Thomas Aquinas. Apa relevansi Injil hari ini dengan kehidupan orang kudus yang ajaran dan hidupnya masih mempengaruhi Gereja dan dunia hingga saat ini?

Santo Thomas adalah contoh dari tanah subur yang menjadi tempat jatuhnya benih sabda Tuhan.

Dia mendengarkan, merenungkan, memahami, dan membuat benih itu berlipat-lipat, baik dalam hidup maupun karyanya. Dia tidak membiarkan Sabda itu diambil orang, kering dan mati, atau dihimpit oleh kepentingan duniawi.

Hidupnya dijiwai dengan meditasi mendalam atas sabda Tuhan yang lalu mengalir dalam ajaran-ajarannya yang sangat cemerlang, ilmiah, dan mendalam.

Semua itu memuncak dalam perayaan Ekaristi, karena dia sungguh percaya bahwa sehebat apa pun karya manusia, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan karya Tuhan yang memuncak dalam perayaan Ekaristi (kasih Tuhan yang tampak pada kayu salib).

Ajaran Santo Thomas yang menggunakan filsafat Aristoteles untuk menjelaskan iman Katolik menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak bertentangan dengan iman.

Sebaliknya, semakin pandai seseorang dalam ilmu, semakin mendalam imannya. Semakin kuat iman seseorang, semestinya dia termotivasi untuk belajar. Kombinasi antar keduanya menjadi lahan subur bagi sabda Tuhan yang menghasilkan buah berlipat-lipat.

Bagaimana selama ini kita menghayati iman kita? Berapa banyak buah yang kita hasilkan? (*)

Rabu, 28 Januari 2026
Peringatan Santo Thomas Aquinas, Imam dan Pujangga Gereja

HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.