Pesan Disertai Teladan

0 26

Katolikana.com – Orang-orang yang mempunyai otoritas sering memberikan pesan. Mereka melakukannya pada momen-momen penting kehidupan.

Sebelum pergi orang tua meninggalkan pesan penting untuk anaknya. Seorang guru memberikan pesan kepada para muridnya. Itulah yang kita baca dalam liturgi sabda pada hari ini.

Petuah dan nasihat
Daud merasa bahwa perjalanan hidup di dunia hampir berakhir, memanggil Salomo, memberikan petuah dan nasihat yang amat bermanfaat.

Demikian pula Yesus. Sebelum melepas para murid-Nya untuk melaksanakan tugas, Yesus berpesan kepada mereka (Markus 6:7-11).

Kesamaan dan perbedaan
Ada kesamaan dan perbedaan besar antara pesan Daud kepada Salomo dan pesan Yesus kepada murid-murid-Nya.

Kesamaannya terletak pada isi dan kualitas pesannya yang baik dan mulia.

Perbedaannya terletak pada sikap pemberi pesan. Daud dapat memberikan pesan amat baik kepada Salomo (1 Raja-Raja 2:2-3). Namun Daud sendiri telah banyak melanggar hukum Tuhan. Jadi, Daud berpesan tanpa memberikan teladan.

Bagaimana dengan Yesus? Dia memberi para murid kuasa atas roh-roh jahat setelah mengusir roh itu di depan mereka. Dia berpesan agar para murid tidak membawa apa-apa dalam perjalanan.

Yesus juga tidak membawa apapun dalam perjalanan hidup dan karya-Nya. Batu untuk meletakkan kepala pun Dia tidak punya. Hidup-Nya sungguh mengandalkan Allah Bapa yang mengutus-Nya.

Kalau di suatu tempat, orang menolak para murid, Yesus mengajarkan supaya mereka tidak marah atau kecewa. Cukup meninggalkan tempat itu sambil mengebaskan debu dari kaki mereka. Itu pula yang dikisahkan Markus dalam Injil kemarin.

Ketika para tetangga menolak Dia, Yesus pergi meninggalkan tempat itu, lalu mewartakan kabar gembira di tempat lain.

Apa yang dapat kita renungkan dari dua bacaan hari ini? Pertama, orang yang hidupnya tidak baik atau melanggar aturan ternyata bisa dan boleh menasihati orang agar hidup secara baik dan menaati hukum Tuhan.

Tentu, itu tidak ideal, karena pemberi pesan tidak melaksanakannya sendiri. Manusia itu tidak sempurna.

Kedua, idealnya orang yang mengajar dan memberikan nasihat telah melakukan hal itu sebelum menyampaikan kepada orang lain. Itu secara nyata kita temukan dalam diri Yesus.

Satu dalam kata dan tindakan
Jadi, Yesus itu guru dan pemimpin yang mesti diimani. Dia itu satu dalam kata dan tindakan. Dia itu Tuhan.

Marilah kita mendengarkan pesan-pesan Yesus, melakukannya, dan mengikuti teladan-Nya. Dia tidak hanya memberikan pesan, melainkan menyertai kita yang setia melaksanakannya.

Kamis, 5 Februari 2026
Peringatan Santa Agata, Perawan dan Martir
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.