Puluhan Remaja Sekami dan Forum Anak Desa Dilatih Jadi Agen Perlindungan Anak dan Kepedulian Ekologis di Labuan Bajo

0 12

Labuan Bajo, Katolikana.com—Anak dan remaja bukan penonton dalam misi Gereja, tetapi pelaku misi yang dipanggil dan diutus sesuai tahap pertumbuhannya.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Diosesan Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Labuan Bajo RD. Risno Maden dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Remaja dan Pendamping SEKAMI serta Forum Anak Desa di Rumah Spiritualitas Unio Keuskupan Labuan Bajo.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Kamis–Minggu (5–8/2/2026), ini diikuti 86 peserta yang terdiri dari remaja Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Sekami), para pendamping, serta anggota Forum Anak Desa dari berbagai paroki di Keuskupan Labuan Bajo.

Kegiatan diselenggarakan KMKI Keuskupan Labuan Bajo bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan tema “Sekami dan Forum Anak Desa Dipanggil untuk Merawat Bumi dan Melindungi Anak.”

Pelatihan ini merupakan gelombang pertama dari rangkaian peningkatan kapasitas yang akan dilaksanakan bertahap agar menjangkau seluruh paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo.

Dalam pengantar materi, RD. Risno menekankan bahwa Sekami bukan sekadar aktivitas kategorial anak, melainkan ruang pembinaan iman dan kepemimpinan misioner sejak dini.

Arah kegiatan, menurutnya, adalah meneguhkan anak dan remaja sebagai subjek misi—yang belajar peka pada isu perlindungan anak sekaligus mengambil bagian dalam perawatan rumah bersama.

Partisipasi anak, misioner digital, dan spiritualitas pendamping

Sesi tentang penguatan partisipasi anak dibawakan Kristian Yansen Saputra (WVI) melalui materi “Forum Anak Desa dan Sekami: Beda Rumah, Satu Misi.”

Peserta diajak memahami bahwa kedua wadah itu berbeda, namun saling melengkapi dalam memperjuangkan kepentingan terbaik anak, khususnya agar partisipasi anak tidak berhenti pada simbol, melainkan sungguh bermakna dalam proses belajar, pengambilan keputusan, dan aksi di lingkungan masing-masing.

Materi “Remaja Misioner Zaman Now” yang dibawakan Festy Maria menggarisbawahi peran remaja sebagai pewarta kabar gembira di tengah dunia modern, termasuk ruang digital.

Peserta didorong memulai dari hal konkret: bersikap jujur, peduli pada sesama, menolak perundungan, serta bijak memakai media sosial untuk menyebarkan nilai kasih dan harapan.

Penguatan bagi pendamping disampaikan RD. Servulus Juanda lewat materi “Spiritualitas Animator–Animatris,” dengan penekanan bahwa pendampingan anak dan remaja perlu bertumpu pada spiritualitas yang hidup agar pelayanan menjadi kesaksian iman dan keteladanan.

Kebijakan perlindungan anak, katekese ekologis, dan komitmen aksi

Isu perlindungan anak diperdalam melalui paparan RD. Fransiskus Nala Kartijo Udu tentang gambaran umum kebijakan perlindungan Keuskupan Labuan Bajo, termasuk prinsip pencegahan kekerasan serta alur pelaporan kasus di lingkungan Gereja.

Sementara itu, RD. Heribertus Ratu membawakan materi “Animasi Digital (Gambar)” yang mengajak peserta memanfaatkan media digital secara kreatif dan bertanggung jawab sebagai sarana pewartaan iman.

RD. Hermen Sanusi melengkapi rangkaian dengan “Katekese Ekologis bagi Anak dan Remaja,” menegaskan bahwa merawat bumi merupakan bagian dari panggilan iman Kristiani dan tanggung jawab bersama.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi Hari Minggu (8/2/2026) serta peneguhan komitmen peserta untuk menjadi pelopor paroki ramah anak dan duta kepedulian lingkungan di komunitas masing-masing.

Pada bagian akhir kegiatan, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Indonesian Waste Platform (IWP) di Wae Bo, Kelurahan Wae Kelambu, Labuan Bajo, untuk melihat praktik pengelolaan sampah dan upaya konkret menjaga lingkungan hidup.

Gelombang pertama ini diikuti utusan dari 13 paroki (dari total 27 paroki) di Keuskupan Labuan Bajo: Paroki Merombok, Noa, Werang (Kevikepan Labuan Bajo); Paroki Pacar, Compang, Wajur, Ranggu (Kevikepan Pacar); serta Paroki Wae Nakeng, Rangga, Lengkong Cepang, Orong, Datak, dan Reweng (Kevikepan Wae Nakeng).

KMKI Keuskupan Labuan Bajo menyatakan program peningkatan kapasitas akan dilanjutkan pada gelombang berikutnya hingga menjangkau seluruh paroki. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.