Titik Penentu Pilihan Memilih Hidup

0 11

Ulangan 30:15-20 dan Lukas 9:22-25

Katolikana-com – Hidup itu serangkaian pilihan. Di depan kita, terbentang dua jalan: jalan menuju hidup dan jalan menuju maut.

Musa pada masa awal pembentukan umat Israel, maupun Yesus pada puncak sejarah penebusan, sama-sama meletakkan tawaran radikal ini di hadapan manusia.

Titik penentu

Ketaatan mendengar suara Tuhan menjadi titik penentu dalam memilih satu dari keduanya.

Dalam Kitab Ulangan 30, Musa berdiri di depan bangsa Israel yang siap memasuki Tanah Perjanjian. Dengan bahasa yang lugas dan jelas, ia berkata, “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.”

Pilihan itu tampak sederhana, namun konsekuensinya kekal.

“Jika engkau mendengarkan perintah Tuhan dan berjalan di jalan-Nya, engkau akan hidup dan bertambah banyak. Namun jika hatimu berpaling dan tidak mau mendengar, engkau pasti akan binasa”.

Bagi Musa, mendengarkan bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sikap hati yang tunduk dan mengasihi Tuhan sepenuhnya.

Berabad-abad kemudian, Yesus menggemakan tawaran yang sama, namun dengan sentuhan yang lebih personal.

Kutipan Lukas 9: 23 Ia berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Jalan hidup seperti kematian
Mengikut Yesus berarti memilih hidup, tetapi jalan hidup itu justru terlihat seperti kematian.

Menyangkal diri adalah peperangan melawan ego yang ingin menang sendiri.

Memikul salib adalah kesediaan menanggung malu, sakit, bahkan kehilangan nyawa demi nama-Nya.

Paradoks inilah yang menjadi inti iman Kristen. Mereka yang berusaha menyelamatkan nyawanya, justru akan kehilangan nyawanya. Tetapi mereka yang kehilangan nyawa demi Kristus, akan menyelamatkannya. Itu tampak dalam sikap berserah secara total kepada Tuhan.

Mendengarkan bisikan
Sampai saat ini, tawaran itu masih bergema. Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan: mendengarkan bisikan dunia yang menjanjikan kenikmatan sesaat, atau mendengarkan suara Tuhan yang menuntun kita menuju hidup kekal.

Ketaatan kepada Tuhan dan kesediaan mengikut Yesus dengan memikul salib adalah jalan hidup yang sejati. Pilihan ada di tangan kita.

Berkat dan kutuk, hidup dan mati telah disodorkan menjadi pilihan.

Apakah kita memilih hidup dengan menempuh jalan kematian bersama Yesus?

Kamis Setelah Rabu Abu, 19 Februari 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.