Katolikana.com – Mengasihi orang yang mengasihi kita, itu wajar. Tidak ada istimewanya.
Hal demikian tidak menunjukkan kasih sebagai pengikut Kristus, karena kasih yang diajarkan-Nya melampaui yang wajar.
Standarnya amat tinggi, jauh melampaui ukuran manusia pada umumnya. Bagi banyak pengikut-Nya sungguh amat sulit dilaksanakan. Mengapa demikian?
Pertama, pengikut Yesus itu tidak cukup hanya mengasihi antar mereka. Yesus menuntut mereka mengasihi para musuhnya dan berdoa bagi yang menganiaya mereka (Matius 5:44).
Ini nyaris tidak mungkin. Namun, hanya dengan mewujudkan itu, seperti Yesus, mereka akan layak disebut sebagai anak-anak Bapa yang di surga (Matius 5:45).
Kedua, orang Kristen mesti ramah kepada siapa pun; bukan hanya kepada sesama orang Kristen. Jika mereka hanya memberi salam kepada saudara-saudaranya yang seiman saja, mereka tidak lebih dari yang lain (Matius 5:47).
Yesus menghendaki para murid-Nya bersikap ramah dan baik terhadap siapa pun.
Ketiga, mereka yang mengikuti Yesus dan sungguh percaya kepada-Nya dipanggil bukan hanya untuk menjadi manusia yang baik dan saleh menurut ukuran dunia, melainkan mesti menjadi sempurna seperti Allah Bapa yang di surga. Hanya Yesus yang mengajarkan ini!
Pertanyaannya, apakah kita dapat mewujudkan tiga hal di atas? Kalau mau jujur, mayoritas dari kita belum mampu. Benar atau tidak?
Tidak akan mudah
Jika mengandalkan diri sendiri memang tidak akan mampu. Karena itu, kita perlu mengandalkan dan mengikuti Yesus.
Mengapa demikian? Karena Yesus telah menunjukkan bahwa itu mungkin.
Di atas salib, Dia mengasihi mereka yang membunuh-Nya dengan berdoa bagi mereka. Dia melayani, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi. Dia makan dan minum bersama kaum pendosa.
Tentu saja Yesus bisa melakukannya karena Dia bukan hanya manusia tetapi juga Tuhan. Demikian sebagian orang berargumen.
Jangan keliru. Gereja memiliki banyak sekali contoh lain. Misalnya, para martir. Stefanus, martir pertama, berdoa untuk mereka yang merajamnya hingga mati.
Gereja Katolik mendirikan sekolah dan rumah sakit bukan hanya untuk orang Katolik.
Jadi, manusia biasa seperti kita bisa mewujudkannya.
Mengasihi bersama Yesus
Di mana kekuatan martir dan pelayanan itu? Kekuatan Itu terletak pada kesediaan untuk menempatkan diri sebagai pengikut Yesus.
Dalam hal mengasihi mereka benar-benar mengikuti Yesus. Mereka tidak mengikuti pikiran dan ukurannya sendiri. Artinya, mereka belajar mengasihi dan melayani dari Tuhan Yesus. Tanpa Yesus mustahil mereka melakukan itu.
Maukah kita mengasihi bersama Tuhan Yesus?
Sabtu, 28 Februari 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.