Nabire, Katolikana.com– Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang St.Yosep Nabire Barat merayakan Hari Kartini dengan menggelar berbagai kegiatan, yang puncaknya ditutup dengan misa syukur bersama pada Selasa, 21 April 2026 yang dipusatkan di Paroki St.Yosep Nabire Barat, diikuti peserta dari DPC WKRI dan WKRI tingkat ranting.
Kegiatan yang berlansung dengan suasana penuh khidmat dan sederhana ini dengan merefleksikan tema “Wanita Kartini Masa Kini : Beriman, Cerdas dan Mengabdi”.
Ketua Panitia Perayaan Hari Kartini DPC St.Yosep Nabire Barat, Yonike Degei mengatakan dalam rangka menyambut hari Kartini berbagai kegiatan yang kami laksanakan selama sepekan, dengan beragam kegiatan, seperti pertandingan bola voli, lomba make up, lempar kaleng, lari estafet dan susun kata.
Yonike sebagai Ketua Panitia pertama setelah terbentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) St. Yosep mengungkapkan syukur untuk kelancaran kegiatan. “Syukurlah atas Tuhan Yesus semua kegiatan berjalan lancar, dan atas kerja keras dari kita semua baik di tingkat DPC dan di tingkat ranting WKRI St.Yosep.”
“Terbentuknya panitia pelaksana dalam waktu singkat dan modal awal dari alas tikar (EBAMUKAI). Dari dana yang ada kami kelola melalui beberapa kegiatan sehingga terkumpul dana lebih dari modal awal,” kata Yonike.
Kebutuhan berupa makan dan minum kami ambil dari sumber daya yang ada pada kami, sehingga ada sisa uang yang terkumpul dalam kepanitian ini. Oleh karena itu, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah berkontribusi baik itu bantuan moril maupun materil.Tangan Tuhan akan memberkatinya, ungkapnya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang St.Yosep Nabire Magdalena Goo memberikan apresiasi kepada semua anggota baik itu pimpinan tingkat DPC dan pimpinan di tingkat ranting atas kerja keras. Meski umur DPC St.Yosep berjalan baru satu tahun mendapatkan penghargaan terbaik dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WKRI Keuskupan Timika.

Magdalena Goo mengatakan semangat kebersamaan, kekompakan yang kita taman ini perlu dijaga dan dirawat pula. Semangat telah bangkit selama sepekan dalam kegiatan ini bukan sebagai kegiatan senang-senang akan tetapi benih semangat itu tumbuh kembali. Oleh karena itu, mari menjaga bersama-sama untuk membangun keluarga, gereja dan tanah ini.
Menurutnya, kegiatan sosial ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadi pondasi kebersaman membangun paroki karena sudah menjadi DPC tersendiri. “Dengan ini kebersamaan dalam ragam budaya, ras, suku itu ciri khas sebagai anak-anak Tuhan. Meski kita berbeda-beda tetapi tetap satu, boleh kulit beda tetapi kita bersatu di dalam Tuhan,” kata Magdalena Goo.
“Panggilan hidup kita berbeda akan tetapi tidak menutup semangat untuk membangun gereja kita maka mari kita menjaga persatuan baik di tingkat DPC sampai tingkat ranting- ranting WKRI St. Yosep, Nabire Barat,” katanya.
Belajar Dari St. Agustinus dari Hipo
Perayaan misa puncak Hari Kartini ini dipimpin oleh Pastor Vincensius Budi Nahiba, Pr. Ia membagikan pengalaman hidup Santo Agustus dari Hipo, dimana ibunya St.Monica dari Hipo setia mendoakan seorang putranya yang hidupnya kacau balau. Ia dikenal karena kesabaran, ketekunan, dan doanya yang tanpa henti selama bertahun-tahun demi pertobatan putranya. Pada akhirnya putranya berubah menjadi orang kudus.

Pastor Vincensius mengungkapkan bahwa cinta dan kasih sayang ibu tidak ada duanya. Cinta dan kasih sayang seorang mama lebih besar. Dengan ini ajak anak-anak kita untuk belajar menulis, belajar membaca dan berdoa.
“Anak kita terus didik dan dibina meski jarang mendengar dan melawan. Mari kita biasakan untuk mendoakan kepada anak-anak kita supaya diberkati oleh Tuhan Yesus,” katanya.
Pastor Vincensius juga memberikan inspirasi iman untuk menjadi agen pewarta kabar sukacita di tengah keluarga, umat dan gereja. Belajar dari inspirasi iman terutama penampakan Bunda Maria di Fatima. Pesan lain Maria menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel. Kesaksian iman itu datang melalui seorang perempuan atau mama-mama maka jangan berhenti berdoa, bersaksi dan melayani.
Dengan ini budaya persaudaraan, budaya gotong royong, budaya tolong menolong, hidup khusyuk yang dalam keberagaman adalah saluran untuk bersaksi untuk melayani.
“Mari kita kembali lagi ke akar kita masing-masing untuk berbakti dan bersaksi. Maka jaga persatuan dan persaudaran dalam keberagaman untuk membangun keluarga besar dalam wadah wanita katolik St.Yosep Nabire Barat,” kata Pastor Vincen.
Editor: Basilius Triharyanto

Kontributor Katolikana.com di Paniai, Papua. Lahir di Ibumaida, Paniai, tahun 1989. Penulis bekerja di Komisi Keadilan dan Perdamaian Keutuhan Ciptaan Paroki Kristus Sang Gembala (KSG) Wedaumamo, Keuskupan Timika. Ia juga aktif di organisasi Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Kabupaten Paniai.