Timpel Kesehatan Paroki Kristus Raja Solo Baru Gelar Edukasi P3K Henti Jantung dan Sumbatan Jalan Napas

0 10

Edukasi mengenali henti jantung dan tanda-tanda sumbatan jalan napas pada orang dewasa dan mengetahui tata laksana henti jantung dan sumbatan jalan napas.

Sukoharjo, Katolikana.com – Tim Pelayanan Kesehatan Paroki Kristus Raja Solo Baru, Sukoharjo menggandeng RS Brayat Minulya Surakarta menggelar edukasi kesehatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), pada Minggu (26/4/2026).

Tujuan edukasi kesehatan ini membekali petugas kesehatan gereja agar senantiasa waspada dan cepat memberikan bantuan penanganan apabila umat mengalami henti jantung dan tanda-tanda penyumbatan jalan napas.

Hadir sebagai nara sumber dr. Elisabeth Susilowati, MM Kepala bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Brayat Minulya beserta dua orang perawat Krishadi dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Suseno dari Instalasi Bedah Sentral (IBS). Hadir mengikuti kegiatan edukasi Tim Pelayanan Kesehatan, OMK dan umat Paroki Kristus Raja Solo Baru sebanyak 40 orang.

Peserta dan nara sumber serta perawat berfoto bersama dalam kegiatan edukasi kegiatan P3K tatalaksana henti jantung dan sumbatan jalan napas

Gejala henti jantung
Henti jantung merupakan kondisi dimana jantung seseorang berhenti berdetak dan tidak bekerja secara tiba – tiba. Hal ini dapat terjadi karena faktor jantung 5 H (Hypoxia, Hidrogen Ion, Hypo/Hyperkalemia, Hypotermia, Hypovolemia) dan non jantung 5 T (Toxins, Tamponade Cordis, Tension Pnemothorax, Thrombosis Pulmonal & Cardiac).

Nara sumber dr. Elisabeth Susilowati pada sesi pertama, menyampaikan dalam kondisi gejala henti jantung hal yang perlu dilakukan adalah melakukan pengenalan kondisi pasien apakah mengalami henti jantung atau pingsan. Selain itu perlu dilakukan aktivasi emergency dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) segera dengan melakukan kompresi yang baik dan pemberian napas yang baik.

Resusitasi adalah prosedur darurat penyelamatan jiwa yang dilakukan ketika detak jantung atau napas seseorang berhenti, bertujuan untuk mempertahankan aliran darah beroksigen ke organ vital.

Bantuan hidup jantung merupakan tindakan penyelamatan nyawa setelah terjadi keadaan henti jantung. Tujuan memperbaiki sirkulasi darah yang hilang dengan melakukan kompresi dada diikuti pemberian napas yang efektif apabila menemukan pasien mengalami henti jantung, henti napas dan tidak sadarkan diri.

Tahapan “Bantuan Henti Jantung Paru” yang perlu dilakukan dengan memastikan kondisi lingkungan aman, menilai respon, mengaktifkan sistem emergency dengan memanggil bantuan, melakukan kompresi dada, jalan napas dan pernapasan.

Memastikan kondisi lingkungan
Memastikan kondisi lingkungan aman dengan melihat kondisi lingkungan yang tidak berada dalam lingkungan bahaya karena listrik, gas, api, struktur yang tidak stabil, posisi pasien dan terhindar dari pengaruh bahan kimia dan beracun.

Menilai respon kurban atau pasien dilakukan dengan menepuk atau menggoncang kurban atau pasien dengan mengatakan, misalnya:”Pak, pak, apakah anda dengar suara saya?”

Penilaian respon
Penilaian respon dilakukan untuk menilai kesadaran dan mencari tanda – tanda sirkulasi. Apabila kurban tidak sadarkan diri perlu mengaktifkan sistem emergenci dengan meminta bantuan dengan menghubungi (menelepon) rumah sakit terdekat (118).

Memeriksa nadi
Memeriksa nadi karotis (biasanya dilakukan oleh tenaga medis) dan memeriksa apakah pasien bernapas normal, pergerakan naik turun dada secara simultan antara 5-10 detik.

Apabila kurban tidak ada respon dan tidak bernapas maka ada indikasi henti jantung sehingga mulai dilakukan RJP.

Praktik teknik kompresi dada pada kurban henti jantung

Tehnik kompresi dada

Teknik kompresi dada dilakukan dengan dibaringkan di tempat beralas keras. Lokasinya di tulang dada setengah bagian bawah. Tekan dengan kuat dan cepat. Kecepatan 100 – 120 x/menit. Kedalaman 5 – 6 cm. Rekoil sempurna. (Rekoil sempurna adalah teknik dalam Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) di mana penolong membiarkan dada korban kembali ke posisi semula sepenuhnya setelah setiap kompresi, tanpa mengangkat tangan dari dada). Interupsi selama kompresi dada.

Membuka jalan napas
Setelah 30 kompresi dilakukan buka jalan napas dengan tehnik head tilt chin lift.

Memberi bantuan napas
Berikan bantuan napas sampai dada mengembang selama 1 detik, melalui mulut ke mulut / mulut ke sungkup (Jika tersedia)
Bantuan napas diberikan sebanyak 2 kali

Praktik tatalaksana pemberian pertolongan kurban henti jantung di Paroki Kristus Raja Solo Baru

Melanjutkan siklus 30 kompresi dan 2 bantuan napas
Kompresor bergantian tiap 5 siklus untuk menghindari kelelahan
Cek respon ulang setelah 5 siklus (2 menit)
Lakukan kontinyu sampai bantuan datang / penolong kelelahan.

Jika setelah cek respon nadi dan napas terdeteksi lalu dilakukan posisi recovery (miring mantap).
Hal ini dilakukan untuk mempertahankan potensi jalan napas dan mengurangi resiko sumbatan jalan napas dan aspirasi.

Pada sesi kedua nara sumber mempresensikan materi “Sumbatan Jalan Napas oleh Benda Asing”

Tanda umum sumbatan jalan napas
• Kejadian mendadak
• Seringkali disaksikan
• Batuk/Tersedak

Tanda-tanda sumbatan jalan napas berdasarkan keparahan dibagi menjadi dua:
Tanda kurban tersedak, kondisi sumbatan sedang respon mengangguk, kondisi sumbatan berat tidak mampu bicara, sulit bernapas.

Tanda-tanda lain, kondisi sumbatan sedang mampu bicara, batuk, mampu bernapas. Pada kondisi berat batuk dan tidak sadar.

Tatalaksana pemberian pertolongan pada kurban sumbatan jalan napas pada orang dewasa

Tatalaksana sumbatan jalan napas pada orang dewasa

Melingkarkan dua lengan pada perut penderita. Satu tangan dalam genggaman satu tangan yang lain. Penderita ditarik ke belakang kearah atas. Harapannya benda yang menyumbat pernapasan bisa keluar. Langkah ini bisa dilakukan beberapa kali.

Praktik P3K
Peserta pada saat edukasi melakukan praktik tatalaksana pemberian pertolongan kurban henti jantung dan sumbatan jalan napas pada orang dewasa dengan bimbingan nara sumber dan perawat dari RS Brayat Minulya Surakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.