Menjadi Jembatan Kasih Allah

0 22

Kisah Para Rasul 12:24-13:5a; Yohanes 12:44-50

Katolikana.com – Kemarin Yesus bersabda, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30). Konsisten dengan sabda-Nya, hari ini Dia bersabda,”Barang siapa percaya kepada-Ku, ia percaya bukan kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku; dan barang siapa melihat Aku, ia melihat Dia yang telah mengutus Aku” (Yohanes 14:44).

Percaya untuk tujuan akhir
Jalan yang terbaik untuk melihat dan percaya kepada-Nya adalah dengan mendengarkan dan melaksanakan ajaran-Nya. Barang siapa percaya kepada Yesus dan menyatukan seluruh hidupnya dengan hidup Yesus, niscaya ia menemukan jalan menuju kepada Tuhan, tujuan akhir hidupnya.

Semakin erat bersatu dengan Yesus, semakin cepat orang mengalami persatuan dengan Tuhan.

Santa Katarina
Santa Katarina dari Siena, seorang mistikus dan Pujangga Gereja dari abad ke-14, menempuh jalan persatuan dengan Allah melalui Yesus dengan cara yang radikal dan penuh cinta. Sejak muda, ia mengabdikan diri dalam doa, puasa, dan pantang.

Namun yang terpenting adalah hubungan pribadinya dengan Kristus. Dalam penglihatan mistisnya, Yesus memberinya “perkawinan rohani” dan stigmata yang tak tampak.

Katarina mengajarkan bahwa Yesus adalah “jembatan” yang menghubungkan jiwa dengan Allah. Jembatan itu terbuat dari tiga anak tangga: kaki Yesus melambangkan pertobatan dan melepaskan ikatan dunia; lambung-Nya melambangkan penerimaan sakramen, terutama Ekaristi; dan mulut-Nya melambangkan damai serta persatuan sempurna.

Baginya, mengenal Yesus berarti mengenal diri sendiri—dan sebaliknya. Melalui buku Dialog tentang Pemeliharaan Ilahi, ia menekankan bahwa darah Kristus adalah kunci pembasuh dosa dan jalan menuju kesatuan sejati.

Menurut Katarina jalan persatuan dengan Tuhan lewat Yesus itu konkret, yakni kasih kepada sesama. Persatuan itu diwujudkan dalam pelayanannya kepada orang sakit, miskin, dan yang terpinggirkan—terutama saat wabah melanda Siena.

Yesus pusat jiwa
Dalam segala tindakannya, Yesus adalah pusat: jiwa yang bersatu dengan Tuhan akan mencerminkan belas kasih, kebenaran, dan keberanian.

Santa Katarina mewariskan teladan bahwa persatuan dengan Allah bukanlah pelarian dari dunia, melainkan penghayatan nyata atas kasih Kristus di tengah realitas hidup. Dengan demikian, setiap orang dipanggil untuk menjadi “jembatan” kasih—membawa terang Yesus kepada sesama. Apakah kita telah dan akan siap menjadi jembatan kasih itu dalam hidup kita?

Rabu, 29 April 2026
Peringatan Santa Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.