Ziarah Relikui Santo Carlo Acutis di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta

0 15

Surakarta, Katolikana.com – Badan Pelayanan Pembaharuan Karismatik Katolik (BP PKK) bekerja sama dengan Obor Media menyelenggarakan Pameran Mukjizat Ekaristi dan Ziarah Relikui Santo Carlo Acutis.

Santo Carlo Acutis (3 Mei 1991 – 12 Oktober 2006) adalah seorang pelajar Italia kelahiran Inggris yang terkenal karena devosinya kepada Ekaristi dan penggunaan media digital untuk mempromosikan devosi Katolik.

Lahir di London dan dibesarkan di Milan, ia menciptakan sebuah situs web yang mendokumentasikan mukjizat Ekaristi dan penampakan Maria. Carlo Acutis didiagnosis menderita leukemia. Ia meninggal dunia pada usia 15 tahun.

Dibeatifikasi oleh Gereja Katolik pada tahun 2020, ia dianggap sebagai teladan bagi kaum muda beriman dan dikanonisasi sebagai santo pada 7 September 2025 oleh Paus Leo XIV di Lapangan Santo Petrus, Vatikan bersama dengan Pier Giorgio Frassati. Carlo Acutis sering disebut sebagai “santo pelindung internet” “influencer Tuhan” dan “santo milenial pertama”.

Relikui ditahtakan di Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Surakarta pada Jumat – Minggu, 1-3 Mei 2026.

Ziarah terbuka untuk umum. Umat dapat melakukan penghormatan Relikui pada jam umat berziarah, saat perayaan Misa berlangsung, relikui diletakkan di dekat altar.

Jumat, 1 Mei 2026, pukul 18.00-19.00, Misa Jumat Pertama dan penyambutan Relikui dalam Misa bersama Vikep Kevikepan Surakarta Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr. dan Romo Fransiskus Kristino Mari Asisi, SJ.

Flayer Pameran Mukjizat Ekaristi dan Ziarah Relikui Santo Carlo Acutis

Homili Misa
Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro dalam homili menyampaikan bahwa hidup dalam ketidakpastian sering kali membuat galau, gelisah, khawatir akan apa yang akan terjadi.

Kepastian yang akan terjadi adalah kematian. Kapan itu terjadi tidak ada yang tahu. Sewaktu-waktu bisa datang, tiba-tiba.

Kalau hal terjadi baik kita bisa bersyukur. Tetapi jika hal yang tidak baik, sakit, membuat gelisah.

Bacaan Injil hari ini, Yesus memberikan penghiburan pada murid-muridnya. “Jangan gelisah hatimu, percayalah pada Allah dan percayalah pada-Ku.” Yesus mengajak para murid untuk tidak gelisah.

Peta jalan
Yesus mengajak kita mempercayakan pada Allah, kepada Yesus sendiri. Yesus memberi jaminan pada kita. Yesus pergi bukan meninggalkan para murid, tetapi Yesus pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita. Kita tidak perlu cemas akan hidup kita.
Thomas bertanya kemana akan pergi dan bagaimana tahu jalan kesana? Bagaimana cara, jalan, menuju yang dijanjikan Tuhan?

Cara bisa berupa aturan, petunjuk atau tuntunan atau peta jalan.

Yesus menegaskan “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Untuk sampai kepada Bapa, Yesus tidak meninggalkan peta, tidak meninggalkan tuntunan tetapi Yesus menyatakan dirinya sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun dapat menuju Bapa jika tidak melalui Aku.

Yesus akan datang dan membawa ke tempat yang disediakan. Kita tidak perlu khawatir akan tersesat. Kita akan sampai di tempat tujuan, membawa kepada Allah. Kita tinggal datang kepada Yesus peta jalan hidup, pembimbing dan penuntun dengan setia mengikuti jalan-Nya, Sang Kebenaran yang membawa ke hidup sejati.

Relikui Santo Carlo Acutis ditahtakan di samping altar

Mewarisi keutamaan Santo Carlo Acutis
Hari ini secara khusus kita mendapatkan tamu Santo Carlo Acutis. Relikuinya hadir di tengah-tengah kita. Santo Carlo Acutis menjadi teladan bagi kita bagaimana ia mempercayakan hidupnya kepada Yesus, kepada Allah, yang diungkapkan dengan cintanya pada Ekaristi, Sakramen Maha Kudus.

Santo Carlo Acutis meninggal dalam usia yang masih sangat muda, OMK, usia muda, karena menderita sakit.

Meskipun ia sakit ia mempercayakan hidupnya pada Tuhan. Ia tidak merasa cemas dan takut atau khawatir. Hidupnya dipenuhi kegembiraan dan sukacita.
Menyadari keterbatasan karena sakit ia melakukan sesuatu yang berguna bagi dunia ini. Ia mengumpulkan kisah-kisah mukjizat Ekaristi dalam Web di Google, supaya kisah-kisah Ekaristi semakin dikenal oleh banyak orang. Supaya semakin banyak umat mencintai Ekaristi, supaya umat mempercayakan hidup kepada Yesus Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup.

Mencintai Ekaristi, Yesus sungguh hadir dalam hidup kita dalam rupa Sakramen Maha Kudus. Kita rayakan, kita pandang dan kita sambut hadir dalam hati kita. Satu dalam Yesus sendiri.

Umat berdoa di depan relikui Santo Carlo Acutis di Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta

Semangat Ekaristis
Sebagaimana Santo Carlo Acutis yang mencintai Ekaristi, dan peninggalannya, relikuinya hadir disini, tentu bukan hanya sebagai sebuah benda yang ia tinggalkan tetapi yang utama adalah keutamaan, spiritualitas, semangat mencintai Ekaristi.

Itulah peninggalan yang lebih berharga yang mesti kita bawa pulang dan menjadi bagian dalam hidup kita.

Mencintai Ekaristi, mencintai Tuhan dalam hidup sehari-hari, semangat mengasihi, semangat siap mengampuni seperti Tuhan mengampuni.

Sebagaimana Ekaristi yang dipecah dan dibagi, kita pun juga siap untuk berbagi terlebih pada sesama yang menderita dan membutuhkan. Berbagi cinta, berbagi hidup dan berbagi berkat yang disemangati Ekaristi Kudus.

Leave A Reply

Your email address will not be published.