Wali Kota Solo Kunjungi Kebun Sirkular SD Kanisius Pucangsawit

0 11

Surakarta, Katolikana.com –Sukacita para siswa SD Kanisius Pucangsawit Surakarta, menyambut kehadiran Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardiantilo (akrap disapa Respati Ardi) pada Kamis (30/4/2026).

Para siswa menyambut dengan iringan irama drumb band dan bersama Wali Kota Respati Adi menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini”.

Wali Kota Surakarta hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta Venessa Winastesia, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P. , Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Surakarta Eni Idayati, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Yayasan Kanisius Cabang Surakarta Romo Joseph MMT. Situmorang, SJ.

Rombongan dalam kunjungan di SD Kanisius Pucangsawit disambut Kepala SD Kanisius Pucangsawit Perdana Wulan Sari, S.Pd. beserta para guru dan siswa-siswa.

Sayuran menghijau yang siap dipanen di kebun sirkular SD Kanisius Pucangsawit Surakarta

Inspirasi kebun sirkular
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi upaya sekolah dalam mengelola kebun sirkular yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran, menumbuhkan karakter mandiri, mencintai lingkungan, memanfaatkan limbah dan mendukung ketahanan pangan dan terpenuhi makanan bergizi.

“Inspirasi dari pengelolaan kebun sirkular di sekolah ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah negeri” kata Respati Ardi.

Pada saat kunjungan Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyempatkan diri ikut memetik sawi pakcoy, mencuci sayuran bersama para murid, melihat kondisi kandang ayam dan berjanji akan memberikan ayam jago karena mengetahui di SD Kanisius Pucangsawit terdapat satu ayam jago dan sembilan ayam betina.

Pendidikan holistik
Sementara itu Romo Joseph MMT Situmorang, SJ menyampaikan bahwa kebun sirkular lahir dari konsep pendidikan yang holistik dan pendidikan kontekstual, pendidikan yang menyeluruh dalam mendampingi pengembangan karakter anak didik.

Pendidikan ini bukan saja menekankan pengetahuan, sikap dan ketrampilan atau kecerdasan akademik namun juga kesediaan untuk mencintai lingkungan, mengolah limbah dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar untuk semakin bermanfaat dalam hidup.

“Pendidikan di Kanisius tidak terlepas dari implementasi UAP (Universal Apostolic Preferences) yang mengedepankan kecintaan pada ciptaan Tuhan, mendampingi kaum muda, dan berjalan bersama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu”, kata Romo Joseph MMT Situmorang SJ.

Lahan yang berada di sekitar sekolah menjadi sarana tumbuhnya berbagai sayuran untuk makanan bergizi

Kerjasama dan kolaborasi
SD Kanisius Pucangsawit bekerja sama dengan Ketumbar (Ketumbar Workshop) mengembangkan kebun sirkular dan edukasi gizi berbasis pangan lokal, yang juga didukung oleh Kitabisa.com.

Kolaborasi ini mencakup pelatihan pengelolaan kebun bagi guru, pembuatan modul gizi, dan pemanfaatan hasil panen untuk siswa.

Fokus kerjasama pada pengelolaan kebun dapur sekolah (kebun sirkular) sebagai sarana belajar siswa, termasuk kegiatan panen bersama dan memanfaatkan sebagai sumber gizi pangan lokal.

Melalui kebun sirkular sekolah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesehatan, pendidikan karakter dan menumbuhkan nilai kepedulian lingkungan sesuai Preferensi Kerasulan Universal atau Universal Apostolic Preferences (UAP) dengan Menunjukkan jalan menuju Allah, berjalan bersama yang miskin, mendampingi kaum muda, dan bekerja sama dalam perawatan rumah kita bersama.

Pelatihan pengelolaan
Pengelolaan kebun sirkular diawali dengan pelatihan guru. Sebanyak 10 orang guru SD Kanisius Pucangsawit mengikuti pelatihan pengelolaan kebun sirkular bersama Tim Ketumbar.

Pelatihan membahas jenis tanaman, dasar berkebun, pembuatan pupuk kompos, serta pengenalan jenis ayam untuk kebun sirkular sekolah.

Setelah itu pendampingan pada siswa tentang manfaat gizi bersumber dari pangan lokal. Tahapan berikutnya membuat persemaian tanaman, pembuatan pupuk kompos, penyediaan media tanam, penyiapan kolam ikan dan kandang ayam.

Mensyukuri ciptaan Tuhan
Saat membuat persemaian para siswa tidak hanya belajar menanam namun juga mensyukuri ciptaan Tuhan, belajar merawat tanaman belajar kesabaran, ketelitian, kerja sama, merawat bumi bersama.

Membuat pupuk kompos memanfaatkan daun, sisa kulit buah, sisa sayuran, ampas teh dan sisa kulit telur.

Tahapan menanam para guru dan siswa menanam cabai, bayam, kangkung, labu, kenikir, sawi pakcoy, terong, tomat, mentimun, bunga rosela, lavender, jagung dan berbagai tanaman lainnya.

Selain itu mulai memelihara ikan nila dan ayam.

Media penyemaian, kolam ikan nila dan kandang ayam yang ada di kebun sirkular SD Kanisius Pucangsawit Surakarta

Konsep kebun sirkular
Tanaman yang dirawat akan disiram dengan air dari kolam ikan nila, diberi pupuk kandang dan pupuk kompos. Pupuk kompos dibuat dari limbah sisa sayuran, buah dan kulit telur yang dihasilkan ternak ayam. Sisa-sisa sayuran bisa dipakai sebagai bagian pakan ayam. Siklus ini dilakukan secara berkelanjutan.

Guru dan siswa merawat bersama kebun sirkular dan memanen bersama

Pemanfaatan hasil
Komunitas SD Kanisius Pucangsawit bersama dengan orang tua murid memanfaatkan hasil kebun sirkular untuk penambahan gizi berbasis pangan lokal. Bersama-sama hasil diolah, bersama orangtua siswa, diantaranya dalam sajian menu “Bubur Menado” untuk dikonsumsi para siswa dan guru serta orang tua siswa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.