Komunikasi Sehat di Era Digital: Melawan Hoaks, Menjaga Persatuan

0 37

Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta menggelar Pelatihan Literasi Digital bagi orangtua.

Surakarta, Katolikana. com – Perkembangan teknologi dan informasi begitu pesat menuntut umat Katolik beradaptasi dan bersikap waspada terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Dunia digital mulai dari Whatsapp dan Artifisial Inteligence (AI) dan media sosial perlu diikuti namun juga diwaspadai secara bijak.

Dalam rangka meningkatkan wawasan umat terhadap media sosial, Whatsapp dan AI, Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Gereja Santo Paulus Paroki Kleco Surakarta pada Minggu (31/5/2026) pukul 10.00 – 13.00 WIB menggelar kegiatan Pelatihan Literasi Digital bagi Orangtua Umat Lingkungan dengan tema “Komunikasi Sehat di Era Digital: Melawan Hoaks, Menjaga Persatuan” Tujuan digelarnya kegiatan ini agar umat semakin bijak menyampaikan berita dan informasi.

Peserta Pelatihan Literasi Digital dengan tema Komunikasi Sehat di Era Digital: Melawan Hoaks, Menjaga Persatuan di Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta

Hadir sebagai nara sumber Michael Juan Vindiyanto, S.Kom., Pegawai Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian ( Diskominfo SP) Kota Surakarta. Hadir mengikuti kegiatan di Ruang Berthier, umat berusia 40 tahun keatas perwakilan dari lingkungan sebanyak 48 orang.

Kepada Katolikana.com Ketua Bidang Litbang Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta, Andy Sutrisna, menyampaikan tujuan kegiatan untuk : memahami tantangan komunikasi di era digital, membangun budaya komunikasi yang sehat, mengenali hoax dan disinformasi serta menjaga persatuan umat di ruang digital.

Nara sumber Michael Juan Vindiyanto, S.Kom, mengawali pemaparan materi dengan mengajak peserta yang hadir menyadari pentingnya literasi digital dengan melihat kondisi zaman saat ini : informasi menyebar sangat cepat, setiap orang dapat menjadi penyebar informasi, disinformasi dan hoax dapat memecah persaudaraan dan
komunitas serta mengetahui jejak digital bersifat jangka panjang.

Selanjutnya nara sumber menyampaikan pemaparan:
• Tantangan Komunikasi di Era Digital
• Komunikasi Sehat di Era Digital
• Menyikapi Hoaks menggunakan prinsip “STOP”.

Paparan materi “Tantangan Komunikasi di Era Digital”

Hoaks
Hoax adalah informasi palsu atau menyesatkan yang
disebarkan seolah-olah benar untuk mempengaruhi
opini, menimbulkan kepanikan, atau memperoleh
keuntungan tertentu.

Paparan materi “Komunikasi Sehat di Era Digital”

Ciri-ciri hoaks
• Judul provokatif
• Sumber tidak jelas
• Memancing emosi
• Tidak didukung data valid
• Mengajak segera menyebarkan.

Langkah melawan hoaks
• Periksa sumber informasi
• Baca / tonton sampai tuntas
• Bandingkan dengan media terpercaya
• Cek tanggal dan konteks
• Jangan langsung membagikan

Paparan materi “Sikap melawan Hoaks”.

Hindari debat
Nara sumber mengajak para peserta menjaga persatuan di ruang digital dengan menghindari debat yang merusak relasi, membangun semangat persaudaraan, mengutamakan dialog dan empati serta menyebarkan pesan yang membangun.

Utamakan nilai kebenaran
Dalam hal membawa nilai Katolik di ruang digital Michael Juan Vindiyanto mengajak umat untuk senantiasa mengutamakan dan memegang kebenaran, mendasarkan pada bingkai kasih, menjunjung penghormatan terhadap martabat manusia dan menjaga prinsip solidaritas.

Pada Pelatihan Literasi Digital yang berlangsung nara sumber mengajak peserta melakukan analisis berita dan informasi yang memuat kontens hoax dan mengajak peserta untuk jeli, cerdas dan cermat membaca dan mencermati secara bijak sebelum membagikan (share) pada orang lain atau komunitas lain.

Leave A Reply

Your email address will not be published.