Wawali Kota Solo Astrid Widayani Ungkapkan Solo Berseri Diawali dengan Pilah Sampah dan Olah Sampah

Paroki Santo Petrus Purwosari Solo : Serahkan Komposter dan Adakan Pelatihan Pengolahan Sampah di Kelurahan Punggawan Solo

0 8

Surakarta, Katolikana.com – Mewujudkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan merupakan pesan pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) Tahun 2026 yang bermakna luas, inklusif, yang mendorong Tim Keutuhan Ciptaan Lingkungan Hidup (KCLH) Bidang Pelayanan Masyarakat (Yanmas) Paroki Santo Petrus Purwosari Solo menginisiasi untuk berbagi komposter, pelatihan ketrampilan membuat komposter, memilah sampah organik dan non organik, membuat pupuk kompos cair dan media tanam.

Hal ini diwujudkan dengan penyerahan 6 unit komposter (besar) untuk 6 RW di Kelurahan Punggawan Surakarta dan beberapa komposter kecil untuk rumah tangga warga masyarakat. Selain penyerahan komposter juga disertai pendampingan pembuatan ecoensim, pelatihan pembuatan komposter, pilah sampah dan pembuatan pupuk kompos dan media tanam.

Penyerahan secara simbolis dan pelatihan terlaksana pada Selasa (14/7/2026), pukul 15.00 – 17.30 WIB di Kelurahan Punggawan. Hadir dalam penyerahan ini Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Astrid Widayani, Camat Banjarsari Priadi, Lurah Punggawan Christyaningrum Dwi Budi Rahayu Suprapto,
Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Kevikepan Surakarta Daniel dan Denok, Ketua 2 DPPH Paroki Santo Petrus Purwosari Robertus Purba Putranto, Tim KCLH Paroki Santo Petrus Purwosari Yuli, Ketua Bidang Yanmas Benedictus Raditya, Ketua Wilayah Punggawan, Ketua RW di Kelurahan Punggawan, perwakilan warga dan pegiat pengelolaan sampah serta undangan lain.

Komposter pengolahan sampah organik yang diserah terimakan Paroki Purwosari pada Kelurahan Punggawan Solo

Penyerahan komposter dan pelatihan
Penyerahan komposter dilakukan oleh Ketua Bidang Yanmas Benedictus Raditya kepada Wawali Kota Solo Astrid Widiyani dan diteruskan pada Lurah Punggawan. Usai penyerahan dilakukan Pemaparan Pelatihan Pembuatan Komposter melalui tayangan video dan pelatihan pemilahan sampah organik dan non organik serta pelatihan pembuatan kompos cair dan media tanam oleh Denok pegiat pengelolaan sampah dan Tim KCKP Kevikepan Surakarta.

Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan bahkan sangat tertarik pada pemaparan pembuatan kompos cair yang hasilnya kompos cair yang bersih, tidak berbau. Sejumlah peserta diberi kesempatan oleh narasumber mencium bahu kompos cair.

Pada sesi pelatihan pembuatan komposter dan pembuatan kompos banyak peserta yang mengajukan pertanyaan dan tanggapan tentang materi yang disampaikan.

Pelatihan pilah sampah, pembuatan kompos cair dan media tanam

Komitmen Paroki Santo Petrus Purwosari olah sampah

Benedictus Raditya mewakili Kepala Paroki Santo Petrus Purwosari Romo Agustinus Widyo Raharjo, MSF dalam kata sambutan menyampaikan beberapa pesan dari Kepala Paroki bahwa kegiatan mencintai ciptaan dan lingkungan serta pengelolaan sampah merupakan wujud pelaksanaan amanat Paus Fransiskus yang mengajak Gereja peduli terhadap keutuhan ciptaan dan lingkungan hidup.

Hal ini juga ditegaskan oleh Uskup KAS bahwa Gereja perlu terlibat aktif dan berpikir menanggapi persoalan-persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Paroki Purwosari melihat salah satu persoalan yang dihadapi bersama persoalan pengelolaan sampah.

Sehingga Paroki Purwosari mendampingi Kelurahan Punggawan dengan pelatihan pembuatan ecoensim, penyerahan komposter, pelatihan pembuatan komposter, pilah sampah, dan pembuatan pupuk kompos serta media tanam.

Hasil pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair tidak berbau

Solo Berseri dimulai dari memilah dan mengolah sampah
Sementara itu Wawali Kota Surakarta Astrid Widayani dalam kata sambutan menyampaikan apresiasi yang baik atas pendampingan Paroki Santo Petrus Purwosari dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Punggawan.

Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo menurut Astrid Widayani telah ditanggapi Kota Solo, bahkan sebelum pencanangan itu dilakukan, dengan adanya Program Solo Berseri (Bersih Sehat Rapi Indah).

Persoalan sampah menjadi persoalan bersama dengan data 64%-70% sampah berasal dari sampah organik. Sampah organik bisa diproses menjadi kompos seperti pelatihan yang diberikan sehingga dapat menghijaukan lingkungan hidup di sekitar bahkan bisa menambah “pundi-pundi” hasil yang bisa dikembangkan.

Wawali Kota Solo Astrid Widayani berharap pengelolaan sampah menjadi budaya peduli lingkungan dan cinta kebersihan.

“Ketika budaya peduli lingkungan sudah bagus, maka akan memunculkan agen perubahan di lingkungan masing-masing yang mampu memilah dan mengolah sampah.

Pemerintah Kota Surakarta mendorong mengurangi sampah melalui sumbernya wilayah terkecil. Program ini tidak bisa terwujud jika tidak ada partisipasi dari berbagai pihak.

Hari ini bukan sekadar simbolis penyerahan komposter dan pelatihan, namun merupakan cara berkelanjutan mencintai lingkungan dan membangun “Solo Berseri” yang dimulai dengan memilah dan mengolah sampah”, ungkap Wawali Kota Solo Astrid Widayani. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.