Generasi Samaritan Ajak OMK KAPAL Youth Day 2026 Menjadi Penjaga Martabat Manusia

0 8
Romo Chrisanctus Paschalis bersama gerakan orang muda KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang saat memberikan materi di KAPala Youth Day di Tegal Arum Baturaja Sumsel

TEGAL ARUM, KATOLIKANA   – Semangat membela martabat manusia mewarnai KAPAL Youth Day 2026 Keuskupan Agung Palembang melalui kehadiran Generasi Samaritan (GenSa), sebuah gerakan orang muda, binaan KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang, yang mengajak kaum muda untuk semakin mengenal Tuhan dengan hadir di tengah mereka yang terluka, khususnya para korban perdagangan orang (TPPO) dan kekerasan seksual.

 

Dalam sesi yang dipadukan dengan materi Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, (Romo Paschal), ketua KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang, dan pembina Generasi Samaritan, Olive, salah satu pengurus GenSa, memperkenalkan sejarah lahirnya Generasi Samaritan, spiritualitas yang menjadi dasar gerakan, serta fokus pelayanan yang menggabungkan pembentukan diri dengan aksi nyata membela martabat manusia.

 

Olive menegaskan bahwa GenSa bukan sekadar singkatan atau nama sebuah komunitas, melainkan sebuah panggilan untuk menjadi Generasi Samaritan: generasi yang belajar mengenal Tuhan melalui wajah-wajah mereka yang terluka, yang tersisih, dan yang menjadi korban ketidakadilan. Berangkat dari perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati, setiap anggota diajak untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama, tetapi berani mendekat, peduli, dan bertindak.

 

Selain memperkenalkan semangat pelayanan Generasi Samaritan, Olive juga menjelaskan berbagai kegiatan yang dijalankan, mulai dari pembinaan kaum muda, edukasi mengenai bahaya perdagangan orang dan kekerasan seksual, kampanye kesadaran publik, hingga keterlibatan langsung dalam karya-karya kemanusiaan bersama para korban.

 

Hadir pula Joe, anggota angkatan pertama Generasi Samaritan, yang menjadi saksi perjalanan awal komunitas ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pembinaan orang muda terus melahirkan generasi yang memiliki kepedulian sosial dan keberanian membela sesama.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Maylis, relawan MEP (Missions Étrangères de Paris) yang saat ini membantu pelayanan Romo Paschal di Batam dalam pendampingan korban perdagangan orang. Kehadirannya menjadi simbol bahwa perjuangan melawan perdagangan orang merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui batas budaya, bangsa, dan negara.

 

Melalui partisipasi dalam KAPAL Youth Day 2026, Generasi Samaritan mengundang seluruh Orang Muda Katolik untuk menjadi pribadi-pribadi yang memiliki mata yang terbuka untuk melihat penderitaan sesama, hati yang peka terhadap jeritan mereka yang terluka, dan tangan yang siap membantu tanpa menunggu diminta. Di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk maraknya perdagangan orang dan kekerasan seksual, kaum muda dipanggil bukan hanya menjadi penonton, melainkan pelaku kasih yang menghadirkan harapan dan menjaga martabat setiap manusia sebagai gambar dan rupa Allah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.