IHT RS Brayat Minulya Solo : Perawat Lakukan Dekontaminasi Alat Medis dan Pasien

0 32

 

Surakarta, Katolikana.com – Pelayanan kesehatan rumah sakit mensyaratkan perawat wajib melakukan dekontaminasi alat medis (pembersihan, disinfeksi, dan sterilisasi) dan pasien untuk mencegah infeksi nosokomial.

Alur dekontaminasi peralatan perawatan pasien – Materi IHT

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapatkan pasien selama menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik, di mana infeksi tersebut tidak ada atau tidak sedang dalam masa inkubasi saat pasien mulai masuk. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah Healthcare-Associated Infections (HAIs)

Infeksi penyakit ini umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit yang menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung, melalui tangan petugas medis, pengunjung, atau permukaan dan peralatan medis yang terkontaminasi.

Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta, pada Kamis (9/7/2026) melaksanakan In House Training (IHT) bagi perawat dan Tim Central Sterile Supply Department (CSSD) sebagai pelaksana dekontaminasi rumah sakit bekerjasama dengan PT Likuid Pharmalab Indonesia (LKPI).

Lebih dari 50 orang perawat dan Tim CSSD mengikuti kegiatan ini. Hadir dalam kegiatan ini Direktur Keperawatan RS Brayat Minulya Surakarta Sr. M. Chriscentine, OSF.

Pelatihan perawat dan CSSD bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam mengelola sterilisasi alat medis.

Alur kegiatan pembersihan, materi IHT

Klasifikasi alat medis

Peserta dalam IHT diajak mengingat kembali Klasifikasi alat medis menurut dr Earl Spaulding. Peralatan kesehatan dibagi dalam tiga kategori yaitu: Critical, Semi critical dan Non critical. Kategori tersebut untuk menentukan cara pengelolaan peralatan kesehatan.

Critical adalah peralatan kesehatan yang digunakan untuk jaringan yang steril atau masuk dalam pembuluh darah. Pengelolaan peralatannya dengan sterilisasi.

Semi Critical adalah peralatan yang di gunakan untuk kulit yang tidak utuh atau jaringan mukosa. Pengelolaan peralatan ini minimal dengan disinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi.

Non Critical adalah peralatan yang di gunakan hanya pada kulit yang utuh atau permukaan kulit yang utuh. Pengelolaan peralatan dengan intermediate atau low level disinfection.

Selain itu peserta juga diajak untuk memahami Pre Cleaning dan Cleaning.

Pre Cleaning bertujuan untuk mencegah darah, cairan tubuh, kotoran mengering pada instrument bedah.

Pre Cleaning dilakukan dengan menggunakan APD, memisahkan instrument dari kotoran, membasahi instrument kotor dengan air mengalir atau dengan disemprot dengan detergen enzymatic secara menyeluruh. Lalu menempatkan pada wadah tertutup disertai dengan label identitas : Tanggal, Nama, Ruangan, Jumlah instrument / jenis instrument. Lalu segera menyerah terimakan ke CSSD untuk dilakukan proses Cleaning.

Manfaat Pre Cleaning: mencegah kerusakan alat, mempermudah proses pembersihan selanjutnya dan melindungi tenaga medis.

Cleaning bertujuan menghilangkan kotoran organik seperti darah dan jaringan, serta mengurangi jumlah mikroorganisme pada alat.

Cleaning dilakukan dengan menggunakan APD, menyiapkan larutan detergent enzymatic. Melakukan cleaning dan jika perlu melakukan penyikatan.

Peserta dalam pelatihan juga diajak mengenali berbagai perlengkapan untuk pre cleaning dan cleaning serta memahami alur kegiatan pembersihan. (*)

IHT Perawat RS Brayat Minulya Solo dan Tim CSSD pada Kamis (9/7/2026)

Leave A Reply

Your email address will not be published.