Refleksi Syukur 25 Tahun Imamat RD Martinus Ngarlan : Mengayuh sebagai Jawaban Do you love Me?

Seperti halnya Santo Petrus ditanya Tuhan Yesus, Do you love Me?, Romo Martinus Ngarlan memberikan jawaban atas pertanyaan Tuhan Yesus.

0 89

Temanggung, Katolikana.com – Dua puluh lima tahun perahu panggilan itu dikayuh.  Seperempat abad melayani umat,  dikayuh ibarat pedal  sepeda yang “digenjot” agar berjalan melaju. Diterangi  “lampu berko” sepeda,  yang  menyala pada saatnya, serta “rem torpedo (dikenal juga sebagai coaster brake)” yang sesekali diinjak ditekan,  untuk mengurangi laju sepeda atau berhenti sejenak untuk mengambil nafas “hening”.

Tongkat gembala dipegang erat, dengan langkah terayun, wajah “sumringah” (ceria) bersama “gembala-gembala” yang lain beserta umat “berbusana domba” dan topi domba bertelinga lebar yang mau mendengar suara gembala.

Ungkapan syukur 25 Tahun Imamat RD Martinus Ngarlan

Backdrop photobooth menjadi tangkapan refleksi syukur RD Martinus Ngarlan.

Refleksi syukur tidak hanya divisualisasikan agar umat juga ada dekat dengan Romo Martinus Ngarlan, namun juga diungkakpan dalam Perayaan Ekaristi.

Perayaan Ekaristi dipimpin Romo Martinus Ngarlan bersama Romo Agustinus Dwiyantoro (Sekretaris Jenderal Keuskupan Purwokerto), Romo Yusup Gunarto, SMM (Gereja Katolik Paroki Santo Lukas, Pemalang), Romo Agustinus Daryanto, SJ (Pusat Pastoral Mahasiswa Yogyakarta), Romo Sulpicius Parjono (Vikjen Keuskupan Purwokerto), Romo Ia Indra Pamungkas,
Romo Paulus Bambang Widiatmoko (Bagian Pengelola Aset Keuskupan Purwokerto).

Pemimpin Perayaan Ekaristi berfoto bersama usai Misa

Ekaristi menjadi dermaga perahu penggembalaan, puncak iman, dan menjadi perhentian sumber “Iman Harapan dan Kasih” yang selalu ditimba dan dihunjukkan sebagai bekal mengayuh pergerakan tugas dan karya.

Minggu (19/7/2026) pukul 10.00 WIB di Gereja Katolik Stasi Triniji Suci, Ngaliyan, Temanggung diselenggarakan Perayaan Ekaristi. Gereja ini menjadi tempat Romo Martinus Ngarlan bermain waktu kecil, ikut PIA, menjadi misdinar, koor dan aktivitas gereja serta mempersembahkan Perayan Ekaristi Pertama setelah Penerimaan Tahbisan.

Pesta perak imamat dirayakan bersama umat stasi dan paroki, keluarga, saudara, perwakilan dari Dewan Paroki tempat Romo Martinus Ngarlan berkarya dan pernah berkarya, Kuria Keuskupan Purwokerto serta undangan.

Do you love Me?
Merefleksikan perjalanan panggilan dimulai dari “seminari kecil keluarga” Romo Martinus Ngarlan mengenang saat-saat kecil bersama keluarga, membantu orang tua sebagai petani, ikut mancing, didampingi berdoa dan tergerak bermain serta beraktivitas di gereja Ngaliyan. Tumbuh melalui formatio di seminari dan bersama dengan imam-imam yang lain menjalani karya perpanjangan tangan Kristus.

Melalui teladan Santo Martinus sebagai Santo Pelindung, Romo Martinus Ngarlan berupaya membagikan kabar suka cita dalam pelayanan umat, tidak terkecuali bagi yang sakit dan sederhana.

Romo Martinus Ngarlan berfoto bersama keluarga

“Saya bersyukur setiap hari Kamis sore bisa berdoa di Gua Maria Kapel Ngaliyan, mengikuti Misa mingguan, masuk seminari. Saya bersyukur diberi kesempatan oleh ibu saya masak di dapur. Membantu bapak saya bekerja di ladang, mencari rumput untuk kambing, mencari kayu bakar di hutan. Kasih Tuhan sungguh luar biasa saya rasakan.Saya alami dan saya resapi hingga saat ini. Selain pengalaman di dalam keluarga juga mengalami pengalaman di seminari menengah, seminari tinggi, saya mengalami kasih Tuhan.
Dalam tugas dan karya saya mengalami pengalaman baik mendapat dukungan umat, dan bersama sahabat para imam. Pengalaman berdinamika, ada yang membentak, membenci, mendukung yang menjadikan saya semakin membaik.

Begitu besar kasih Allah, dan bertanya: “Apakah engkau mengasihi Aku?”

Maka saya dalam proses menjawab: “Tuhan aku mengasihi Engkau. I love you Jesus”.

Jawaban itu belum mendalam. Apa jalan yang harus ditempuh? Bacaan Injil hari ini mengatakan :”Gembalakanlah domba-dombaku”.
(Permenungan Sabda dan homili. Link Liturgi Sabda dan Homili)

Doa untuk imam

Doa untuk imam

Momentum 25 Tahun Imamat Romo Martinus Ngarlan, mengajak umat untuk mendoakan imam. Usai Perayaan Ekaristi dilanjutkan ramah tamah bersama umat. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.