Surakarta, Katolikana.com – Gereja Santo Paulus Kleco Surakarta, pada Minggu (26/7/2026), pukul 08.00 WIB mengadakan Misa Hari Kakek Nenek Sedunia. Perayaan Ekaristi dipimpin Romo Bernardinus Haryasmara, MSF.
Misa didukung oleh Paduan Suara PIA/PIR dan Komunitas Angklung Sabilulungan Katedral Bandung ( yang memperingati Ulang Tahun Komunitas Ke-16, sekaligus melestarikan salah satu kesenian asli tradisional Indonesia).

Romo Bernardinus Haryasmara, MSF dalam homili menyampaikan apresiasi pada Koor PIA/PIR yang mempersembahkan lagu pujian pada Tuhan dengan indah.
Anak-anak menyanyikan dengan “innocent”, polos, apa adanya karena itu pemberian dari Tuhan maka menjadi persembahan pada Tuhan.
Sementara, Komunitas Angklung Sabilulungan Katedral Bandung mempersembahkan lagu pujian pada Tuhan waktu pemberkatan anak setelah komuni dan usai Misa di halaman depan gereja.

Permenungan Sabda
Merenungkan Sabda, lanjut Romo Bernardinus Haryasmara, MSF, bacaan kedua Surat Paulus pada Jemaat di Roma, kita ditentukan oleh Allah serupa dengan gambaran Putra-Nya. Kita dibimbing Roh Kudus melakukan yang baik dan benar agar mampu menampilkan wajah Tuhan bagi sesama agar dapat diselamatkan.
Bacaan pertama, Salomo memilih hikmat dan pengertian akan hukum supaya bisa memerintah Israel dengan baik. Salomo merasa sebagai raja, ia mewakili Allah. Ia memohon hikmat agar mampu memimpin rakyatnya dengan baik.
Bacaan Injil mengajak kita membuka hati bahwa mutiara yang ada di ladang adalah Kristus. Mengikuti jejak Kristus kita perlu berani meninggalkan cara hidup lama, yang sudah mapan. Selain itu juga meninggalkan perbuatan yang tidak selaras untuk melindungi mutiara yang kita perjuangkan.
Menjadi Katolik, marilah menomor satukan Kristus dalam diri kita. Kita tidak perlu memasang “tolak bala” diatas pintu rumah kita, namun meletakkan Salib karena Salib lebih berkuasa, lebih berarti. Salib senantiasa mengingatkan kita untuk rela berkorban dan mengasihi sesama.
“Seperti pedagang meninggalkan semuanya untuk mutiara, kita diajak memiliki Kristus seutuhnya”, ungkap Romo Bernardinus Haryasmara, MSF.
Pesan Paus Leo XIV
Sementara itu, Pesan Paus Leo XIV pada Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia 2026 meneguhkan bagi para kakek nenek dan lansia dengan ungkapan : “Kasih Allah Senantiasa Tertuju pada Anda”. Tema yang disampaikan Paus Leo XIV “Aku tidak akan melupakan engkau” yang diambil dari kutipan Yesaya 49 :15.
“Melalui Nabi Yesaya, Tuhan berjanji bahwa Ia tidak akan pernah melupakan seorang pun dari kita. Ia meyakinkan kita bahwa wajah kita telah terukir di telapak tangan-Nya (bdk. Yes 49:16), dan bahwa kasih-Nya jauh lebih besar daripada kasih seorang ibu kepada anaknya (bdk. Yes 49:15).”
Demikian pesan yang disampaikan Paus Leo XIV pada Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia ke-6 yang dirayakan pada Minggu 26 Juli 2026.
Dalam pesannya Paus Leo XIV menjelaskan bahwa Nabi Yesaya menghadirkan gambaran dialog yang sangat akrab dan mendalam antara Allah dan umat-Nya. Melalui kata-kata tersebut, Allah berbicara kepada setiap pribadi sekaligus kepada seluruh umat-Nya.
Menurut Paus Leo XIV, sabda itu tetap relevan dan ditujukan kepada setiap orang hingga hari ini.(Sumber Vatican.News)

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta