Balikpapan, Katolikana.com — Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVII di Hotel Novotel Balikpapan, Jumat (11/9/2026). Forum empat tahunan ini mengusung tema “Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Semua”.
Munas berlangsung hingga Minggu (13/9/2026) dengan tiga agenda utama: laporan pertanggungjawaban pengurus, perumusan garis besar kebijakan organisasi, dan pemilihan ketua umum baru.
Lokasi Balikpapan bukan pilihan netral. Kota ini adalah pintu masuk Ibu Kota Nusantara (IKN), dan pertanyaan tentang siapa yang diuntungkan pembangunan besar itu membayangi hampir seluruh sesi pembukaan.
Rangkaian acara diawali Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Hardjosusanto MSF, bersama sejumlah imam selebran. Mgr. Yustinus kemudian membuka Munas secara resmi dengan pemukulan gong.
Orasi Kebangsaan: Demokrasi dan Jaminan Sosial
Usai Ekaristi, panitia menggelar Orasi Kebangsaan dengan dua pembicara.
Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Dominique Nicky Fahrizal, membawakan materi bertajuk “Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan dalam Perspektif Politik dan Demokrasi”.
Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan RI, Agung Pambudi, mengulas keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional.

Mengikis Menara Gading
Tema Munas kali ini menekankan panggilan moral kaum intelektual Katolik. Pengetahuan dan gelar akademik tidak boleh berhenti sebagai status sosial, melainkan mewujud sebagai pelayanan yang berpihak pada martabat manusia dan berakar pada Ajaran Sosial Gereja.
Rumusan itu menjadi tuntutan ganda bagi kader ISKA: saleh tanpa menjadi eksklusif, kritis tanpa menjadi sinis, dan berani tanpa kehilangan kerendahan hati.
Musyawarah Dulu, Voting Belakangan
Ketua Umum Presidium Pusat ISKA periode 2022–2026, Luky A. Yusgiantoro, menyebut Munas sebagai forum tertinggi organisasi. ISKA saat ini menaungi lebih dari 25 Dewan Pimpinan Daerah dan 150 Dewan Pimpinan Cabang di seluruh Indonesia.
“Munas menjadi momentum Laporan Pertanggungjawaban sekaligus merumuskan arah kepengurusan empat tahun mendatang. Isu keadilan dan kesejahteraan diharapkan menjadi ruh utama pergerakan pengurus baru,” kata Luky.
Soal suksesi, panitia Munas XVII menegaskan pemilihan akan mendahulukan musyawarah mufakat dari seluruh delegasi daerah sebelum opsi pemungutan suara dijalankan.

Pemkot: Warga Jangan Jadi Penonton
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyambut kontribusi pemikiran sarjana Katolik, khususnya dalam merespons pembangunan IKN di Kalimantan Timur.
“Pembangunan fisik yang megah harus berjalan selaras dengan keadilan sosial. Masyarakat tidak boleh sekadar menjadi penonton, melainkan aktor utama,” kata Bagus.
Ia meminta ISKA menyumbang pemikiran strategis untuk memajukan kualitas sumber daya manusia daerah, sekaligus menekankan pentingnya menjaga kerukunan di Balikpapan yang dihuni 131 etnis dan paguyuban.
Menengok Langsung IKN
Peserta Munas XVII dijadwalkan mengunjungi kawasan IKN pada Sabtu (12/9/2026) untuk melihat perkembangan pembangunan dan menjajaki peluang kolaborasi nyata. (*)
Katolikana.com adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.