Tanamkan Hati Bersih Perkataan Baik

Yeremia 30:1-2.12-15.18-23; Matius 15:1-2.10-14

0 11

Katolikana.com – Beberapa ahli Taurat dan orang Farisi memprotes perilaku murid Yesus yang melanggar adat-istiadat orang Yahudi (makan tanpa lebih dulu mencuci tangan).

Yesus menanggapinya dengan sabda-Nya, “Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut.”

Ditanam manusia dan ditanam Tuhan
Dialog singkat itu mengangkat dua ajaran yang berbeda. Yang pertama ditanam oleh manusia (ahli Taurat dan orang Farisi) dan yang kedua oleh Tuhan. Yang pertama hanya menyangkut soal praktis dan kebiasaan; tidak mendasar. Yang kedua itu tentang etika (baik atau buruk). Bagaimana kita memahaminya?

Ajaran dari ahli Taurat dan orang Farisi itu hanya tentang mencuci tangan sebelum makan. Itu relatif. Artinya, boleh ditaati dan dilanggar pun tidak berdampak serius.

Hati bersih, kata-kata damai
Sedang ajaran Yesus itu tentang yang keluar dari mulut seperti kata-kata. Biasanya yang keluar dari mulut itu mengalir dari hati. Jika hati seseorang bersih, kata-kata yang keluar dari mulutnya membawa hiburan dan perdamaian. Sebaliknya, mulut seseorang juga bisa mengeluarkan kata-kata kotor, makian, ujaran kebencian, fitnah, dan lain-lain.

Yesus mengingatkan supaya kita lebih memperhatikan hal yang kedua. Artinya, menjaga segala sesuatu yang keluar dari hati dan mulut manusia. Gagal menjaga mulut bisa menimbulkan kegaduhan, permusuhan, konflik, dan perang. Semua ini menghancurkan.

Tuhan menanam dalam diri manusia segala yang baik dan diharapkan menghasilkan buah yang baik pula seperti kasih dan ketulusan. Tetapi manusia menanamkan benih lain seperti adat-istiadat yang kadang menimbulkan pertentangan di antara manusia.

Yesus bersabda, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga, akan dicabut sampai ke akar-akarnya.” Dia berbicara tentang aturan tambahan dan adat-istiadat yang tidak membawa manusia makin dekat dan taat pada Tuhan. Gara-gara adat-istiadat orang bisa bertengkar. Semua itu akan dicabut.

Merawat yang ditanam Tuhan
Hari ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk memperhatikan dan memelihara yang ditanam oleh Tuhan dalam diri kita, yakni kasih dan kebaikan. Kita perlu menjaganya agar tidak dicemari atau dirusak oleh kebencian dan rasa iri hati.

Dalam bacaan pertama, Tuhan bersabda bahwa akan membangun kembali. Semoga kita membiarkan diri kita yang dicemari oleh dosa dan tanaman buruk dalam hati dibersihkan dan dibangun kembali oleh Tuhan.

Selasa, 4 Agustus 2026
Peringatan Wajib Santo Yohanes Maria Vianney, Imam
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.