Mewujudkan Pujian yang Indah dan Benar, Paroki St. Yoseph Palembang Gelar Workshop Musik Gereja

Pelatihan Musik Gereja dihadiri 96 peserta dari perwakilan lingkungan, wilayah, kelompok kategorial, hingga para seminaris.

0 13

KATOLIKANA.COM, Palembang — Dalam upaya menyelaraskan tata perayaan ekaristi sesuai pedoman Gereja universal, Bidang Liturgi Paroki Santo Yoseph Palembang menggelar Workshop Paduan Suara di kompleks gereja setempat, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan workshop tersebut berfokus pada pemahaman Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 khusus seksi koor. Pelatihan intensif ini dihadiri 96 peserta dari perwakilan lingkungan, wilayah, kelompok kategorial, hingga para seminaris.

Workshop menghadirkan pakar musik gerejawi, Lala Gozali, M.Sn., sebagai narasumber utama. Sepanjang sesi yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, para peserta dibekali materi komprehensif, mulai dari teknik dasar produksi vokal, keselarasan harmonisasi (SATB maupun suara sejenis), pemahamanan frasering atau kalimat lagu, hingga peran strategis paduan suara dalam ritus liturgi. Pelatihan diakhiri dengan pembedahan serta praktik lagu-lagu liturgis secara langsung.

Ketua Bidang Liturgi Dewan Pastoran Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang, Yohanes Suwarto, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian reksa pastoral paroki.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pastor Paroki, Romo Hyginus Gono Pratowo, serta jajaran DPP yang mendukung penuh terlaksananya kegiatan ini, begitu pula kepada Ce Lala yang telah membagikan ilmunya. Mari kita bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan liturgi dengan menyesuaikan ritme TPE 2020. Ini menjawab kerinduan banyak umat untuk mengimplementasikan pedoman terbaru Gereja,” ungkapnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo, menggarisbawahi pentingnya kesatuan gerak langkah liturgis di tingkat paroki. Untuk memastikan transisi berjalan optimal, pihaknya berencana menerbitkan surat edaran resmi.

“Lebih baik kita memulai sekarang daripada tidak sama sekali. Surat edaran ini dibuat agar pelaksanaan liturgi di paroki kita seragam dengan paroki-paroki lain. Kita bertolak dari pegangan resmi, yakni TPE dan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR), yang telah dirumuskan secara matang oleh para pakar liturgi dan teolog. Dalam praktik, prinsip-prinsip pokok tidak boleh diubah, meski tetap ada ruang bagi kebijakan pastoral sesuai situasi setempat,” kata Hyginus Gono Pratowo.

Ia menambahkan bahwa workshop ini bukan bertujuan merombak kebiasaan baik yang sudah ada, melainkan memperkaya wawasan serta menyempurnakan hal-hal teknis pelayanan musik liturgi. Penyesuaian ini juga dialami oleh seluruh paroki di berbagai keuskupan.

“Mari kita membuka hati dan diri untuk berjalan bersama dalam liturgi yang baik dan benar. Khusus bagi para Seminaris, semoga proses belajar hari ini menjadi bekal berharga untuk pelayanan imamat di masa depan,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.