RS Brayat Minulya Solo Misa Jumat Pertama Merefleksikan Hati yang Baru

0 82

Surakarta, Katolikana.com
Misa Jumat Pertama adalah perayaan Ekaristi khusus yang diadakan setiap hari Jumat pertama pada awal bulan sebagai bentuk devosi (penghormatan) kepada Hati Kudus Yesus.

Hati Kudus Yesus adalah lambang cinta kasih ilahi Yesus Kristus yang besar dan tanpa batas kepada umat manusia.

Misa Jumat Pertama (4/9/2026), pukul 11.00 di RS Brayat Minulya Surakarta dipimpin Romo Filipus Bimo Perbowo, MSF Vikaris Paroki Santo Petrus Purwosari Surakarta.

Misa Jumat Pertama di RS Brayat Minulya Surakarta, Jumat (4/9/2026)

Refleksi hati
Melalui bacaan Injil hari ini Romo Bimo mengajak umat yang hadir yakni para dokter, perawat dan pegawai RS Brayat Minulya mengenali dinamika hati yang direfleksikan. Ada suka cita, senang, jengkel, kekecewaan, marah atau yang lainnya.

Merenungkan hati dikaitkan dengan anggur baru dan kantong kulit yang baru mengajak kita untuk meneladan makna pengorbanan.

Anggur baru membutuhkan wadah yang baru. Jika anggur baru dimasukkan pada kantong yang sudah tua dan lapuk maka kantong anggur akan rusak.

Jika direfleksikan Yesus berbicara tentang hati kita.

Seringkali kita meminta pada Tuhan sesuatu yang baru dalam hidup kita. Keluarga yang lebih baik, pekerjaan yang lebih baik, pelayanan yang lebih baik atau relasi yang lebih baik.

Pertanyaan yang menyertai kehendak itu adalah apakah kita memiliki hati yang baru? Terkadang hal yang pelik itu, menginginkan hubungan keluarga yang lebih baik namun hati masih menyimpan luka-luka yang lalu.

Menginginkan komunitas Gereja yang bersatu, tetapi tidak bisa menerima perbedaan. Hati ingin dekat dengan Tuhan tetapi masih dipenuhi kepentingan pribadi.

Yesus mengatakan : “Anggur yang baru harus disimpan pada kantong yang baru”. Hal ini mengajak bukan hanya memperbaharui hal-hal yang ada di luar tetapi juga membaharui hati.

Bacaan pertama menarik. Santo Paulus mengatakan : “Ada sesuatu yang tidak kelihatan dalam hidup kita yaitu Tuhan sendiri”.

Teladan pengorbanan
Yesus meneladankan sebuah pengorbanan. Pasutri (pasangan suami istri) yang menjalani hidup bersama bertahun-tahun dapat bertahan, karena adanya kesediaan untuk melakukan pengorbanan.

Pengorbanan bukan hal yang mudah karena harus mengalahkan diri sendiri.

Melalui Perayaan Ekaristi Jumat Pertama ini marilah membawa pengorbanan meskipun sulit, dengan menyerahkan pada Tuhan.
“Tuhan lihatlah hatiku. Engkau tahu apa yang ada di dalamnya. Kalau hatiku ada yang keras, lembutkanlah. Kalau ada yang luka sembuhkanlah. Kalau ada yang sulit untuk mengampuni, maka ajarlah aku untuk mengampuni.”

“Marilah kita mohon rahmat Tuhan, meskipun sulit, namun kita berupaya untuk menuju ke kesempurnaan. Yesus yang lembut hati dan murah hati bentuklah hatiku”, kata Romo Bimo mengakhiri homili. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.