SMAS Katolik Budi Murni 1 Medan Gelar Syukuran Natal dan Tahun Baru 2026

0 30

Medan, Katolikana.com—Aula Griya Benn Convention Hall, Kamis (15/1/2026) pagi itu,  terasa berbeda.

Di antara deretan kursi yang mulai terisi, wajah para peserta didik berbaur dengan guru, pegawai, dan orang tua murid yang datang bukan sekadar “menghadiri acara sekolah”, melainkan mengawali tahun baru dalam perayaan iman.

Syukuran Natal dan Tahun Baru 2026 keluarga besar SMAS Katolik Budi Murni 1 Medan (Boemsa) dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang menempatkan syukur sebagai pusat.

Tema yang diusung, “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga” dengan subtema “Keluarga sebagai saluran kasih dan berkat”, memberi bingkai yang jelas: perayaan ini bukan tentang panggung, bukan tentang ramai-ramai, melainkan tentang kesediaan menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan sekolah—dan keluarga.

Perayaan Misa dipimpin RP. Marselinus Monang Sijabat, O.Carm. Dalam homilinya, RP. Marselinus Monang Sijabat, O.Carm. menegaskan bahwa syukuran Natal dan Tahun Baru akan kehilangan makna jika berhenti pada kemeriahan. Yang menentukan adalah sikap batin: apakah warga sekolah sungguh menempatkan Tuhan Yesus sebagai pusat.

“Ketika Tuhan Yesus menjadi pusat perhatian utama dalam perayaan syukur ini, ada kepatuhan dan penyembahan. Dengan demikian juga memperlihatkan diri kita adalah orang-orang yang sungguh percaya kepada Tuhan Yesus,” ujar RP. Marselinus Monang Sijabat, O.Carm.

Namun homili tidak berhenti pada ajakan “mengimani”. Romo mengajak umat—khususnya peserta didik—melihat kenyataan yang kerap terjadi: mudah menyebut diri pengikut Kristus, tetapi sulit sungguh berjalan dalam semangat Injil ketika berhadapan dengan kegagalan, konflik, dan godaan keseharian.

“Mengapa dalam setiap masa kehidupan manusia—pada siswa-siswi SMA, guru, dan pegawai—mengalami begitu banyak kegagalan dalam mengikuti Yesus?” tanya RP. Marselinus Monang Sijabat, O.Carm.

Jawabannya, kata Romo, sering terletak pada iman yang berhenti pada identitas—belum menjadi penyerahan diri yang utuh. “Kita hanya menyebut diri pengikut Tuhan Yesus, tetapi tidak sungguh-sungguh mengikuti-Nya,” tegas RP. Marselinus Monang Sijabat, O.Carm.

Di sisi lain, perayaan itu juga memperlihatkan wajah Boemsa sebagai komunitas pendidikan yang hidup. Misa berlangsung khidmat sekaligus hangat, ditopang nuansa inkulturasi lewat iringan musik tradisional etnis Batak Toba yang dibina guru musik Boemsa, Palentino Simbolon.

Dari awal hingga akhir perayaan, iringan tersebut menghadirkan suasana doa yang membumi—mendekatkan liturgi pada denyut budaya yang akrab bagi sebagian besar umat.

Pentas Kreativitas Siswa

Seusai Perayaan Ekaristi, rangkaian syukuran berlanjut dalam suasana yang lebih cair. Kebersamaan yang terbentuk di altar bergerak ke ruang perjumpaan: panggung kreativitas peserta didik.

Perwakilan 16 kelas menampilkan beragam karya—drama musikal, drama komedi, tarian modern, tarian nusantara—hingga sesi lucky draw yang menambah kegembiraan bersama.

Ketua panitia Johanes Simamora menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah, para guru, pegawai, serta dukungan orang tua murid yang ikut mendoakan dan menopang jalannya kegiatan.

Johanes Simamora menegaskan, syukuran ini dirancang bukan hanya sebagai agenda tahunan, melainkan ruang untuk berbagi sukacita sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Alumni dan Sekolah Menguatkan Ikatan Kemitraan

Syukuran juga menjadi momen “pulang” bagi alumni. Hadir alumni Boemsa angkatan 2012, Lambok Andreas Simamora, S.E., yang kini menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Lambok Andreas Simamora, S.E. mengaku bersyukur karena kerinduan untuk kembali ke almamater terjawab melalui momentum syukuran ini.

Ia mengajak peserta didik menyambut Tahun Baru dengan semangat baru dan menjaga cita-cita, seraya mengingatkan bahwa perayaan Natal beberapa tahun terakhir makin bergeser: dari sekadar kemeriahan menuju solidaritas—terutama ketika banyak saudara-saudari masih bergulat dengan dampak bencana.

Kepala SMAS Katolik Budi Murni 1 Medan Alapaet Rismawati Manurung menuturkan bahwa terselenggaranya kegiatan di lokasi tersebut tidak lepas dari dukungan orang tua. Ia menyampaikan terima kasih karena orang tua tetap mempercayakan putra-putri mereka dibina oleh seluruh staf, guru, dan pegawai Boemsa.

Di hadapan warga sekolah, Alapaet Rismawati Manurung juga menyoroti kehadiran alumni sebagai tanda keterikatan yang kuat—sekaligus peluang kemitraan yang dapat dikembangkan lebih terstruktur, termasuk gagasan membangun jejaring alumni agar bisa berkontribusi lebih jauh bagi kemajuan sekolah.

“Harapan ke depan, untuk mendukung dan mendoakan kami selalu, supaya dapat membawa anak-anak Bapak-Ibu ini kepada keberhasilan—setidaknya sukses meraih cita-citanya setelah lulus dari SMA Budi Murni 1 (Boemsa),” ujar Alapaet Rismawati Manurung.

Sekilas Profil SMAS Katolik Budi Murni 1 Medan

SMAS Katolik Budi Murni 1 merupakan sekolah swasta Katolik di Medan Timur yang berada di bawah naungan Yayasan Perguruan Katolik Don Bosco Keuskupan Agung Medan. Sekolah beralamat di Jl. Timor No. 34, Gg. Buntu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Sekolah memiliki 16 ruang belajar dengan sekitar 500 peserta didik, dengan komposisi latar iman yang beragam—mayoritas beragama Kristen Protestan dan sebagian beragama Katolik. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.