Katolikana.com -Peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah (Lukas 2:22-32) bukan sekadar ritual hukum Taurat. Itu merupakan penggenapan dari nubuat Maleakhi 3:1-4, yang menjembatani Perjanjian Lama dan Baru serta memiliki relevansi mendalam bagi kehidupan setiap orang Kristen.
Dalam Maleakhi, Allah berfirman akan mengutus “utusan-Ku” untuk mempersiapkan jalan, lalu “Tuhan yang kamu cari” akan tiba-tiba datang ke Bait-Nya. Kedatangan-Nya digambarkan sebagai api penyuci dan pemurni logam berharga.
Ini berbicara tentang penghakiman dan penyucian yang membawa persembahan yang berkenan kepada Tuhan.
Penggenapan sabda
Kisah dalam Injil Lukas menunjukkan penggenapannya: Yesus, Sang Tuhan itu sendiri, datang sebagai bayi ke Bait Suci-Nya.
Simeon, di bawah pimpinan Roh, mengenali-Nya sebagai “keselamatan yang telah Engkau sediakan” bagi semua bangsa. Yesus adalah “persembahan” utama yang murni dan berkenan kepada Tuhan; melalui Dia, seluruh umat akan dimurnikan.
Relevansinya bagi orang Kristen bersifat transformasional.
Pertama, kedatangan Yesus itu untuk menggenapi hukum Taurat (persembahan dua burung) sekaligus melampauinya. Ia sendiri adalah kurban sempurna yang memungkinkan penyucian sejati.
Kedua, proses pemurnian dalam Maleakhi menemukan wujudnya dalam karya Yesus di salib.
Setiap orang yang percaya disucikan bukan oleh ritual lahiriah, melainkan oleh karya-Nya. Ini perlu dicatat dan diresapi benar-benar.
Ketiga, respon umat terhadap kedatangan Tuhan adalah mempersembahkan kurban yang benar. Respon terhadap kedatangan Yesus adalah mempersembahkan seluruh hidup sebagai “kurban yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah” (Roma 12:1).
Persembahan rohani
Hidup kita dimurnikan dan dibentuk untuk menjadi persembahan rohani yang berkenan melalui penyertaan Roh Kudus.
Dengan demikian, peristiwa dipersembahkannya Yesus mengajak setiap orang Kristen untuk meresponsnya dengan mempersembahkan diri sepenuhnya. Kita dipanggil untuk datang kepada Yesus, Sang Pemurni, dan membiarkan hidup kita dimurnikan, dikuduskan, dan dipersembahkan bagi kemuliaan Allah dalam ibadah dan pelayanan sehari-hari.
Bagaimana selama ini kita melakukannya?
Senin. 2 Februari 2026
Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.