Penggunaan gadget baru boleh diberikan pada anak balita usia 24 bulan, tidak boleh lebih dari satu jam per hari dan harus didampingi oleh orang tua.
Surakarta, Katolikana.com– Orang tua melakukan pemantauan tumbuh kembang anak usia balita sangat diperlukan. Hal ini bertujuan meningkatkan pola asuh responsif dan memastikan perkembangan fisik serta kognitif anak usia 0-5 tahun secara optimal.
Dokter Mahafendy Suryamanika Tulan, Sp.A dokter spesialis anak dari RS Brayat Minulya Surakarta, pada Rabu (4/1/2026) menyampaikan penyuluhan kesehatan bagi orang tua di Puskesmas Gambirsari Surakarta. Penyuluhan diikuti lebih dari 20 orang tua balita.

Secara dialogis
Penyuluhan yang dilakukan bersamaan kegiatan pemberian imunisasi dan pemeriksaan pertumbuhan balita berlangsung secara dialogis.
Dokter Mahafendy Suryamanika Tulan, Sp. A menjelaskan secara detail pola asuh pertumbuhan dan perkembangan balita kepada bapak dan ibu yang hadir bersama putra-putrinya.
Materi Utama Penyuluhan
Materi yang disampaikan :
- Memahami arti tumbuh kembang
- Mengenali tahap tumbuh kembang anak
- Deteksi dini keterlambatan tumbuh kembang
- Mendukung stimulasi di rumah
- Kesimpulan
Pada saat penyuluhan dr. Mahafendi mengingatkan dan mengajak orang tua untuk selalu melihat dan mencermati Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang menjadi panduan dan catatan tumbuh kembang anak.
Pertumbuhan balita bisa diamati melalui proses perubahan fisik atau ukuran tubuh yang bisa diukur secara kuantitatif
(berat badan, tinggi badan dan , lingkar kepala).
Perkembangan balita bisa diamati melalui peningkatan kemampuan fungsi dan keterampilan anak yang bersifat kualitatif (motorik, bicara dan sosial).
Pertumbuhan dan perkembangan bagi balita keduanya harus berjalan bersama.

Pemberian gizi
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita yaitu gizi, genetik, lingkungan dan kasih sayang serta kesehatan dan penyakit berulang yang dialami anak.
Masa balita bagi anak pada usia 0-5 tahun merupakan periode emas. Pada usia ini otak berkembang sangat pesat, 80% perkembangan otak sebelum usia 3 tahun dan perlu nutrisi dan stimulasi secara optimal.).

Grafik KMS
Dokter Mahafendi dalam penyuluhan mengajak orang tua untuk mencermati grafik pertumbuhan dan perkembangan anak dengan memperhatikan grafik KMS.
Naik mengikuti garis hijau = Baik. Garis datar / turun = Waspada. Segera Konsultasi bila tidak naik 2 bulan berturut-turut.
Perkembangan balita
Terdiri dari perkembangan motorik halus, motorik kasar dan bahasa, personal, sosial.
Perkembangan motorik halus balita mampu menggenggam, memindahkan benda,
mencoret, menyusun balok, dan makan sendiri
Perkembangan motorik kasar dalam tindakan tengkurap, duduk, merangkak, berdiri dan berjalan.
Perkembangan bahasa: mengoceh,
mengucap 1 kata, menyusun kalimat sederhana. Pada tahap ini orang tua perlu mengajak
anak sering berbicara dan membaca buku.
Perkembangan sosial emosi. Balita bisa tersenyum, sosial, bermain dengan teman, mengenal aturan
dan belajar mandiri.

Beri stimulasi
Pada akhir penyuluhan dr. Mahafendi mengingatkan dan mengajak orang tua untuk memberikan stimulasi pada putra dan putrinya dengan cara mengajak bermain, membacakan cerita dan bernyanyi bersama.
Batasi gadget
Menjawab pertanyaan dari orang tua kapan anak balita boleh memegang gadget, dr. Mahafendi menyampaikan bahwa penggunaan gadget baru boleh diberikan pada anak balita usia 24 bulan. Itupun tidak boleh diberikan lebih dari satu jam per hari. Pada saat penggunaan harus didampingi oleh orang tua.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta