Katolikana.com– Hidup ini adalah anugerah Tuhan dan mesti menjadi saluran berkat bagi sesama. Itulah yang kita baca dalam liturgi sabda hari ini (1 Raja-Raja 3:4-13 dan Markus 6:30-34).
Menimbang perkara
Salomo dalam puncak kejayaannya memohon hikmat; bukan kekayaan atau umur panjang. Doanya menjadi fondasi hidup dan pelayanannya, “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.” (1 Raja-Raja 3:9).
Ia memohon hikmat yang praktis, yakni kemampuan untuk memimpin dengan adil dan benar.
Salomo memahami bahwa kedaulatan terbesar bukanlah kekuasaan, tetapi kemampuan untuk membedakan yang baik dari yang jahat. Di sanalah inti dari kepemimpinan yang bijaksana.
Orientasi pelayanan
Permintaan ini sangat menyenangkan hati Tuhan karena motivasinya murni dan berorientasi pada pelayanan, bukan keserakahan pribadi.
Salomo memprioritaskan kemampuan untuk mendengar, menganalisis, dan memutuskan dengan benar bagi kesejahteraan rakyat.
Hikmat itu memampukan seseorang melihat realitas sebagaimana Tuhan melihatnya, membedakan yang benar dari yang salah, yang terpenting dari yang sepele, dan yang abadi dari yang sementara.
Menerima lebih
Karena Salomo meminta hal yang tepat, yakni hikmat untuk melayani, ia justru menerima lebih dari yang diminta: hikmat yang tak tertandingi, kekayaan, dan kehormatan yang tidak ia minta.
Ternyata, “Yang memiliki hikmat akan diberi segala sesuatu.” Ini bukan janji kemakmuran otomatis, tetapi prinsip bahwa hikmat yang sejati membawa segala hal baik lainnya ke dalam perspektif dan tata kelola yang benar.
Dengan hikmat, semua kekayaan, kekuasaan, dan umur panjang dikelola untuk tujuan yang lebih besar, bukan dinikmati secara egois.
Tanpa hikmat, semua anugerah lain dapat menjadi bumerang yang merusak.
Menjadi saluran berkat
Pelajarannya amat dalam. Pertama, doa yang bijaksana memprioritaskan karakter dan hidup benar di atas kenikmatan materi.
Kedua, hikmat yang dapat membedakan adalah anugerah terpenting untuk menjalani panggilan kita, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun masyarakat.
Ketiga, ketika kita mengutamakan kemampuan untuk melayani dan membedakan yang baik dan jahat, hidup kita akan diatur oleh Tuhan dalam keseimbangan yang tepat.
Seperti Salomo, marilah kita berdoa bukan hanya untuk hasil yang kita inginkan, tetapi terutama untuk kebijaksanaan dalam menjalani proses dan membuat keputusan.
Dengan demikian, kita tidak hanya menjadi penerima berkat, tetapi juga saluran berkat bagi banyak orang seperti yang Yesus dan para murid lakukan.
Sabtu, 7 Februari 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.