Katolikana.com – Sabda Tuhan pada hari Minggu V Tahun A ini amat kaya akan pesan-pesan relevan.
Dua butir penting ajaran Yesus tentang identitas para murid amat jelas. Pertama, mereka adalah garam dunia.
Kedua, mereka itu terang dunia.
Garam amat diperlukan oleh manusia. Tanpa garam makanan terasa hambar dan garam mencegah makanan cepat busuk.
Peran dan kontribusi
Ketika menyebut para murid-Nya garam, Yesus menegaskan betapa penting peran dan kontribusi kita bagi kehidupan umat manusia.
Kita juga amat membutuhkan cahaya. Semahal dan secanggih apapun “handphone” kita, tanpa cahaya nyaris tidak berguna.
Sulit juga membayangkan kehidupan manusia tanpa terang.
Jadi, Yesus mengatakan bahwa murid-Nya amat diperlukan oleh semua manusia.
Dengan menyebut murid-murid-Nya garam dan terang, Yesus menegaskan bahwa tanpa kehidupan orang Kristen yang perbuatannya mewujudkan ajaran Yesus, dunia ini kehilangan hal-hal mendasar yang amat dibutuhkan.
Hidup terasa hambar dan dalam kegelapan manusia tidak akan sampai tujuan.
Haruskah berbangga?
Apakah ajaran itu menjadi alasan bagi para murid-Nya untuk berbangga diri dan menganggap mereka itu pusat perhatian?
Kita menemukan jawabannya pada ayat terakhir dari injil hari ini, “Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di Surga” (Matius 5:16).
Ayat itu menegaskan motivasi di balik tugas mereka menjadi cahaya.
Para murid Yesus menjadi terang dunia agar orang melihat perbuatan mereka dan memuliakan Allah.
Motivasi dan tujuan perbuatan itu bukan diri sendiri, melainkan Tuhan.
Apa saja perbuatan baik itu? Kita baca jawabannya pada bacaan pertama dan kedua. Kitab nabi Yesaya menyebutkan perbuatan-perbuatan baik yang membuat manusia itu menjadi cahaya bagi sesamanya. Misalnya, berbagi makanan dengan mereka yang lapar atau memberi pakaian kepada orang yang tidak memilikinya. Keadilan.
Sedang Santo Paulus menegaskan bahwa ia mewartakan sabda berdasar kekuatan Roh; bukan hikmat manusiawi. Kerendahan hati.
Semoga kita menjadi garam dan terang dunia.
Artinya, menjadi orang-orang Kristen yang mewujudkan ajaran Yesus dalam hidup sehari-hari supaya orang melihatnya dan memuliakan Allah yang di Surga. Jangan sampai kita melakukan ajaran Yesus demi menonjolkan diri sendiri.
Minggu V Tahun A, 8 Februari 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.