Rekoleksi JKK Paroki Santo Paulus Kleco Solo

0 76

Kelompok kategorial paroki adalah komunitas rohani awam yang diresmikan pastor paroki, berbasis panggilan, atau minat khusus (doa atau lainnya) untuk pelayanan pastoral, pembinaan iman, dan kesaksian hidup.

Surakarta, Katolikana.com – “Komunitas kategorial menjadi bahagia kalau menyatukan dirinya dengan Tuhan dalam hidup para anggotanya. Dalam semangat kasih Tuhan, hidup diubah menjadi pribadi yang indah karena bisa meresapi Daya Cinta Allah.

Pribadi yang sudah diubah inilah: hati, pikiran, dan tindakannya mencerminkan citra Wajah Allah yang selalu peduli pada sesama, belarasa, dan memiliki kemurahan hati pada sesama sehingga semua akan sejahtera. Itulah makna menghayati tema pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) dalam hidup komunitas :”Bahagia, Menginspirasi dan Sejahtera”.

Demikian peneguhan Vikaris Parokial Santo Paulus Kleco Surakarta Romo Hibertus Hartono, MSF dalam Rekoleksi Jaringan Kelompok Kategorial (JKK) Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta pada Sabtu (7/2/2026) di Ruang Berthier.

Berfoto bersama Koodinator Kelompok Kategorial, penerima doorprize, panitia Rekoleksi JKK Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta

Memperkuat kebersamaan paguyuban
Sedikitnya 144 orang mengikuti rekoleksi ini dengan mengangkat tema: “Berjalan Bersama Dalam Komunitas yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan”.

Menurut ketua panitia Deny Kartika tujuan dilaksanakan rekoleksi memperkuat kebersamaan dalam komunitas dan memberikan bekal pondasi kepada kelompok doa serta paguyuban yang berjumlah 8 kelompok (komunitas) untuk berkegiatan di tahun 2026 sesuai tema Ardas KAS.

Sementara itu Koordinator JKK Paroki Santo Paulus Kleco Krisma Dian Aryanti menambahkan bahwa dasar kegiatan Rekoleksi sebagai perwujudan pelaksanaan salah satu program kerja JKK 2026 yang telah diajukan dan disetujui Kepala Paroki dan sesuai P5 yakni kegiatan bersama 8 kelompok doa/paguyuban selain Misa Syukur yang diadakan rutin setiap akhir tahun.

“Jika tahun 2025 lalu JKK mengadakan kegiatan Ziarah Yubelium, tahun 2026 ini mengadakan rekoleksi dengan pembimbing Romo Hibertus Hartono, MSF”, kata Krisma Dian Aryanti.

Delapan kelompok/paguyuban/komunitas yang mengikuti rekoleksi :

  • Legio Maria
  • Meditasi Kristiani
  • Paguyuban Kerahiman Ilahi Kleco
  • Kerabat MSF
  • Persekutuan Doa Kharismatik (PDK)
  • Paguyuban Misa Harian Pagi (Pagumiri)
  • Ibu Hidup Sendiri (IHS)
  • Marriage Encounter (ME)

Dinamika acara

  • Sesi pertama berjalan meriah, para peserta terlihat antusias mengikuti bimbingan materi dari Romo Hibertus Hartono, MSF.
  • Sesi kedua seharusnya diisi oleh Bapak Yossy, namun ia berhalangan hadir karena sakit diganti dengan acara perkenalan para koordinator kelompok doa/paguyuban berikut penjelasan kegiatan masing-masing paguyuban. Pada sesi ini para koordinator mengajak anggota lebih bersemangat, guyub dalam hidup berkomunitas.
  • Acara ditutup dengan pembagian doorprize kepada para peserta yang hadir yang telah disiapkan oleh masing-masing kelompok paguyuban.
Model Komunitas sebagai model keteladanan yang menjadi basis gerak bersama komunitas atau paguyuban di Gereja paroki.

Komitmen setia
Romo Hibertus Hartono, MSF saat rekoleksi mengajak peserta untuk menyadari panggilan dalam pelayanan kelompok sebagai perwujudan iman. Hal ini juga memerlukan tanggung jawab dan komitmen untuk dijalani dengan kasih, cinta dan kesetiaan.

Sebagai komunitas atau paguyuban, kelompok diajak saling menghidupi, saling memberikan perhatian dan mewujudkan kasih bukan hanya untuk anggotanya tetapi juga bagi seluruh umat paroki dan sesama.

Pembimbing Rekoleksi JKK Romo Hibertus Hartono, MSF dampingi peserta mengenal model komunitas sebuah roda.

Komunitas sebuah roda
Jalan, gerak bersama komunitas untuk mencapai tujuan dapat mendasarkan pada komunitas model roda.

“Komunitas ibarat sebagai roda. Hidup komunitas, baik biarawan dan awam, dialog yang terjadi, aksi dan refleksi, hendaknya memusatkan pada “as” atau poros roda. Pribadi-pribadi itu ibaratnya seperti ruji-ruji yang menyatu pada “as”. Meskipun terpencar, ruji-ruji terpusat pada “as”. Dengan demikian karena terpusat pada “as” maka kebersamaan dalam komunitas itu semakin kuat” kata Romo Hartono.

“As itu adalah Kristus yang menjadi pola teladan hidup kita”, lanjut Romo Hartono memberikan penekanan reflektif pada hakekat komunitas yang hidup dan kasih yang bisa menjadi model komunitas di kelompok kategorial.

Leave A Reply

Your email address will not be published.