Balasan yang Melampaui Harapan Manusia

0 16

Yeremia 18:18-20 dan Matius 20:17-28

Katolikana.com – Betapa sulitnya berbuat baik. Itulah yang tampak dari dua bacaan hari ini.

Peringatan untuk bertobat
Nabi Yeremia memperingatkan bangsa Israel supaya bertobat. Namun mereka menanggapinya dengan tindakan jahat. “Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!” (Yeremia 18:18).

Lebih buruk daripada yang dialami nabi Yeremia, Tuhan Yesus menghadapi ujian dari pelbagai lini.

Para imam kepala dan ahli Taurat akan menyerahkan Dia ke tangan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; mereka mengolok-olok, menyesah, dan menyalibkannya. Namun pada hari ketiga akan bangkit.

Memikirkan diri sendiri
Bagaimana para murid-Nya? Bukannya memahami yang dikatakan Yesus dan berdiri di pihaknya, mereka justru sibuk memikirkan diri sendiri. Itu tampak dalam pertengkaran di antara mereka.

Mula-mula, Yakobus dan Yohanes, saudaranya, meminta kedudukan kepada-Nya (Matius 20:20-21). Sepuluh murid yang lain marah mendengar permintaan mereka yang ambisius itu (Matius 18:24).

Yesus menegur semua murid-Nya dengan menegaskan kembali ajaran khas dan mendasar-Nya. “Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” (Matius 18:26).

Dia tidak hanya mengajarkan hal itu, melainkan melaksanakannya.

Melayani bukan dilayani
Karena itu, kata-katanya amat berwibawa dan penuh makna. “Sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Matius 18:28).

Apa yang dapat kita renungkan dari sabda hari ini?

Pertama, kebaikan tidak selalu dibalas dengan kebaikan. Kerap ditanggapi dengan kecaman dan kejahatan; bahkan pembunuhan.

Kedua, menjadi utusan Tuhan yang mewartakan kebaikan itu penuh tantangan. Bukan hanya dari luar, melainkan juga dari dalam.

Ketiga, hanya dengan mengikuti dan mempraktikkan ajaran Yesus, kita dapat melaksanakannya. Walau kebaikan kita tidak dibalas dengan kebaikan, hendaknya kita tidak berhenti berbuat baik. Tuhan tidak pernah membiarkan kebaikan tanpa buah.

Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegaskan bahwa pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan. Balasan dari Tuhan melampaui harapan manusia.

Rabu, 4 Maret 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.