Katolikana.com – Tim basket dalam salah satu permainan melakukan shooting berulang-ulang. Memasukkan bola ke dalam ring keranjang lawan. Shooting pertama gagal. Shooting kedua gagal. Baru shooting ketiga berhasil bersarang dalam ring keranjang basket.
Upaya terus menerus yang dilakukan tim olah raga basket berbuah hasil.
Dibalik keberhasilan tim, menyimpan kisah yang dilakukan yaitu latihan-latihan yang dilakukan dengan tekun secara berulang-ulang.
Latihan-latihan yang dilakukan secara berulang-ulang, mengingatkan pada Frasa Latin Repetito est mater studiorum yang berarti “Pengulangan adalah ibu dari pembelajaran”.
Latihan dan pengulangan yang konsisten akan membentuk kebiasaan.
Latihan, pengulangan, dan kebiasaan yang hendak dibangun dalam olah rohani satu diantaranya dalam doa.
Intensitas relasi
Ketika para rasul memohon pada Yesus untuk mengajarkan cara berdoa dan Yesus mengajarkan doa Bapa Kami, para rasul diajak melakukan “pengulangan” untuk membangun intensitas relasi dengan Allah.
Kini intensitas doa dalam Gereja Katolik yang mendasarkan pada pengulangan untuk membangun ketekunan, kesungguhan, meditasi, menciptakan rasa persatuan komunal diantaranya Ekaristi, doa Rosario, Litani dan doa-doa lainnya.
Doa Jalan Salib yang diulang-ulang pada setiap perhentian (I-XIV) juga merupakan ajakan intensitas dalam bentuk devosi untuk merenungkan sengsara Yesus Kristus.
Rumusan doa umum yang diulang adalah:
“Kami menyembah Dikau, ya Tuhan, dan bersyukur kepada-Mu. Sebab dengan salib suci-Mu Engkau telah menebus dunia“
Pengulangan doa ini mensyukuri penebusan dan mengajarkan ikut menjalani jalan salib Tuhan.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta