Merpati Putih Lepas Bebas

0 50

Klaten, Katolikana.com – Tradisi Jawa pada saat peringatan 1.000 hari saudara yang meninggal melepas sepasang burung merpati berbulu putih.

Pelepasan burung merpati dalam terang iman Kristiani melambangkan hidup baru bagi saudara yang telah menghadap Tuhan.

Bagi keluarga yang ditinggalkan berharap senantiasa mohon bimbingan dan penyertaan Roh Kudus, serta semangat kasih dari saudara yang meninggal akan dibagikan dan disebarkan oleh keluarga dan sanak saudara bagi orang lain.

Lepas bebas

Lepas bebas dengan simbol melepaskan sepasang burung merpati (dalam tradisi, salah satu dari kaki dua burung merpati, diikat dengan “lawe” atau benang yang diberi ikatan lintingan uang kertas nominal kecil Rp 5.000 misalnya) sebagai tanda peralihan meninggalkan unsur duniawi.

Lepas bebas meminjam makna dalam Latihan Rohani Santo Ignatius Loyola merupakan sikap batin untuk tidak terikat secara absolut pada segala ciptaan dan kondisi kekayaan, kesehatan, kehormatan dan jabatan sehingga terarah pada sikap batin memuji, memuliakan dan mengabdi Allah.

Sikap lepas bebas, menyediakan diri untuk lebih mengenali dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya dibandingkan kehendak diri sendiri.

Pemaknaan dari upaya ini memungkinkan seseorang untuk “mencari dan menemukan Allah dalam segala hal” (Finding God in All Things).

Pelepasan sepasang burung merpati yang menjadi simbolisasi lepas bebas akhirnya mengingatkan akan : “Sumber hidup dan tujuan hidup menuju Pencipta Hidup”.
(Jawa: “Sangkan Paraning Dumadi).

Leave A Reply

Your email address will not be published.