Sharing Maria Magdalena Koesdarinah, seorang umat yang pernah tinggal di Belgia.
Surakarta, Katolikana.com – Maria Magdalena Koesdarinah (76) tinggal di Lingkungan Santo Markus, Wilayah Santo Andreas, Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta.
Ia memiliki seorang putri Elisabeth Evi Kushariyanti yang menikah dengan Luc Vanhove dan tinggal menetap di Belgia. Pasangan Evi dan Vanhove dikarunia 3 orang anak : dua orang putri kembar berusia 16 tahun dan satu anak putra yang berusia 14 tahun.

Sharing kecil
MM Koesdarinah pernah tinggal di Belgia, waktu kelahiran cucu kembar 27 Mei 2009. MM Koesdarinah punya kartu ijin tinggal hingga 2033, namun karena harus bolak balik ke Indonesia -Belgia waktu tinggal tidak sepenuhnya digunakan. Ia terakhir tinggal di Belgia 23 Maret 2023 hingga September 2023.

Banyak umat lansia
Selama tinggal di Belgia beberapa hal yang dicatat saat mengikuti perayaan Ekaristi di gereja setempat kebanyakan umat yang hadir berusia lansia. Jarang ditemui anak-anak dan remaja mengikuti perayaan Ekaristi.
Tidak ada kegiatan umat bersama-sama melakukan doa Rosario seperti di lingkungan-lingkungan di gereja Indonesia. Tidak ditemui pembinaan iman anak-anak dan remaja seperti PIA, PIR atau OMK. Bahkan bisa dikatakan banyak yang melakukan hadir di gereja saat pembabtisan bayi, upacara anak usia 12 tahun, menikah dan meninggal.
Selanjutnya tidak tampak kegiatan yang diikuti anak-anak dan remaja atau orang muda.
Perayaan pekan suci tidak ada upacara Kamis Putih. Jumat Agung tidak ditetapkan sebagai hari libur, tetap dianggap sebagai hari kerja.
Pastor yang melayani terbatas. Informasi terakhir yang diterima MM Koesdarinah, Pastor Jugo sekarang memasuki masa pensiun. Saat ini belum ada penggantinya, padahal Pastor Jugo mengampu dua paroki yang mengadakan Misa setiap hari Sabtu pukul 18.00 dan hari Minggu di paroki lainnya jam 11.00.
Umat yang hadir bisa dikatakan “itu-itu saja” dan jumlahnya bisa terhitung. Tidak semua orang tua terbiasa mengajak anak-anak ke gereja.

Bersyukur pendampingan iman para cucu
MM Koesdarinah mensharingkan rasa syukur atas pendampingan iman bagi cucu-cucunya yang dilakukan oleh anak dan menantu.
Ia bersyukur di tengah situasi dan kondisi berkurangnya kesadaran orang tua untuk mendampingi iman anak-anak di Belgia, putri dan menantu tetap mengajak anak-anak ke gereja.
Didukung jarak antara tempat tinggal dengan Gereja Sint Thomas Van Kantelberg Brugge Belgia yang terjangkau, keluarga Evi dan Vanhove mengenalkan anak-anak dalam kegiatan misdinar.
Anak-anak sangat gembira dan antusias menanggapi ajakan orang tuanya untuk menjalani kegiatan gereja.
“Cucu-cucu saya tidak seperti anak-anak disana. Cucu-cucu saya juga sering diundang dalam acara-acara gereja di Katedral. Bahkan meskipun “kecil-kecilan” mendapat job untuk menyanyikan lagu dengan iringan piano atau organ dari orang yang punya acara pernikahan,” kata MM Koesdarinah.
Di rumah anak-anak juga diajarkan cara berdoa, membaca Kitab Suci dan cerita-cerita kisah Santo dan Santa oleh orang tuanya.
Refleksi
Orang tua menjadi pembimbing iman bagi anak-anak. Situasi, tempat, tantangan dan harapan hidup menggereja menjadi “tanah” ditaburkan dan bertumbuhnya benih iman.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta