Kejadian 17:3-9; Yohanes 8:51-59
Katolikana.com – Bagaimanakah dua bacaan tersebut di atas berkaitan satu sama lain? Pertemuan antara Yesus dan orang-orang Yahudi dalam Yohanes 8:51-59 menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa diri-Nya adalah puncak digenapinya janji Allah kepada Abraham dalam Kejadian 17:3-9.
Dalam Perjanjian Lama, Allah mengikat perjanjian dengan Abraham, menjanjikan keturunan yang sangat banyak, tanah Kanaan, dan yang terpenting, sebuah hubungan khusus: “Aku akan menjadi Allahmu.”
Namun, janji ini tidak hanya berhenti pada bangsa Israel secara fisik, tetapi menunjuk kepada seorang keturunan yang menjadi pusat berkat bagi seluruh umat.
Iman yang merespon firman
Dalam Yohanes 8, Yesus menyatakan bahwa siapa yang menuruti firman-Nya tidak akan mengalami maut. Pernyataan ini memicu perdebatan karena lawan bicara-Nya menganggap diri mereka sebagai keturunan Abraham yang merdeka.
Yesus kemudian meluruskan bahwa status fisik sebagai keturunan Abraham tidaklah cukup; yang terpenting adalah melakukan perbuatan Abraham, yaitu iman yang merespons firman Allah.
Di sinilah puncak pernyataan-Nya: “Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku; ia telah melihatnya dan ia bersukacita” (Yohanes 8:56).
Pernyataan ini menegaskan bahwa Abraham, melalui imannya, telah melihat ke depan kepada karya keselamatan yang akan digenapi dalam Yesus. Bukan berarti Abraham melihat secara fisik, melainkan secara rohani ia melihat rencana Allah di mana melalui keturunannya (Galatia 3:16), semua bangsa akan diberkati.
Reaksi orang-orang Yahudi yang kemudian melempari Yesus menunjukkan mereka memahami bahwa Yesus sedang menyatakan diri sebagai lebih dari sekadar nabi; Ia menyatakan keilahian-Nya, terutama dengan firman-Nya, “Aku ada” (Yohanes 8:58), yang menggemakan nama diri Allah dalam Perjanjian Lama.
Dengan demikian, janji Allah kepada Abraham tentang bangsa yang besar tidak hanya terpenuhi dalam jumlah keturunan secara fisik, tetapi terutama dalam diri Yesus Kristus.
Dalam Yesus menjadi bagian keturunan Abraham
Dalam Yesus, semua orang yang percaya—baik Yahudi maupun bukan Yahudi—menjadi bagian dari keturunan Abraham dan menerima janji keselamatan. Inilah puncak sukacita Abraham: ia melihat hari Kristus, dan melalui iman, setiap orang beriman juga turut merasakan digenapinya janji Allah yang setia.
Kamis, 26 Maret 2026
HWDSF

Misionaris di Hong Kong sejak 2020. Berkarya di St. Anne’s Church, Stanley, Hongkong.