Sambut Keuskupan Militer di Ambon, Ormas Katolik (ISKA, PK, PMKRI, WKRI) Perkokoh Sinergi Kebangsaan dan Iman

AMBON, MALUKU. KATOLIKANA.COM – Jajaran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Katolik Keuskupan Amboina yang terdiri dari Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Pemuda Katolik (PK), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), bersama Paguyuban Wartawan Katolik Maluku menggelar pertemuan silaturahmi strategis bersama Wakil Uskup Militer (TNI-Polri), Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr, di Kota Ambon, Maluku, Kamis (28/5).
Pertemuan penuh suasana kekeluargaan ini menjadi momentum penting bagi ormas Katolik di Maluku untuk memperkuat komitmen kebangsaan, sekaligus mendengarkan langsung paparan mengenai kiprah 75 tahun Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Militer Indonesia dalam mengawal profesionalisme prajurit TNI-Polri yang berlandaskan iman.
Turut hadir dalam pertemuan pastoral ini, Ketua Komisi Kerasulan Awam (KERAWAM) Keuskupan Amboina Pastor Lucky Kelwulan Pr, serta Pastor TNI-Polri Keuskupan Amboina RD Angky Kandunmas Pr.

Ormas Katolik Diingatkan Sejarah Kuat Nasionalisme Gereja
Dalam dialog tersebut, Pastor Kolonel (Sus) Yos Bintoro Pr memaparkan bahwa napas perjuangan ormas Katolik hari ini sejalan dengan sejarah berdirinya Keuskupan Militer di Indonesia yang sarat dengan nilai nasionalisme.
Indonesia mencatatkan sejarah sebagai negara pertama di Asia (dan urutan ke-6 di dunia) yang memiliki Vikariat Militer pada 25 Deseber 1949, dengan Mgr. Albertus Soegijapranata SJ sebagai Uskup Militer pertama. Tokoh Pahlawan Nasional inilah yang mencetuskan semboyan legendaris yang menjadi pegangan ormas Katolik hingga kini: “100 Persen Indonesia, 100 Persen Katolik”.
“Sejarah mencatat, Mgr. Soegijapranata memiliki peran signifikan bagi pengakuan dunia atas kemerdekaan RI. Melalui suratnya kepada Paus Pius XII pada Januari 1947, Vatikan kemudian menjadi negara Eropa pertama yang memberikan pengakuan resmi bagi kemerdekaan Indonesia,” terang Pastor Kolonel Yos Bintoro di hadapan para pengurus ormas.
Peran Strategis Menjaga Moral di Medan Tugas
Bagi ISKA, Pemuda Katolik, dan elemen intelektual/aktivis Katolik lainnya, pemaparan ini membuka wawasan baru mengenai pentingnya kehadiran keuskupan kategorial (militer). Berbeda dengan keuskupan wilayah, OCI berfokus pada pendampingan moral dan spiritual bagi prajurit TNI-Polri agar tetap setia pada iman di tengah beratnya tugas negara.
Transformasi dari Vikariat menjadi Ordinariat Militer Indonesia (OCI) disahkan pada era Julius Rijali Kardinal Darmaatmadja SJ melalui SK Kementerian Agama Nomor 276. Saat ini, di bawah kepemimpinan Ignatius Kardinal Suharyo, OCI terus bergerak aktif. Kardinal Suharyo bahkan telah mengunjungi hampir seluruh Kodam dan Polda di Indonesia, termasuk meresmikan kehadiran OCI di Keuskupan Amboina pada Agustus 2024 lalu.

Komitmen Bersama: Setia pada Iman, Teguh dalam Tugas
Menanggapi kunjungan pastoral ini, gabungan ormas Katolik di Maluku menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan Komisi Kerawam dan jaringan OCI setempat dalam menyuarakan dialog antaragama, keadilan sosial, dan kesadaran lingkungan seperti yang kerap ditekankan oleh Kardinal Suharyo.
Sebagai kado atas 75 tahun pengabdian OCI di tanah air, dalam pertemuan ini juga diperkenalkan sebuah karya buku teologis-historis berjudul “Setia pada Iman Teguh Dalam Tugas”. Buku ini diharapkan menjadi inspirasi tidak hanya bagi prajurit TNI-Polri, tetapi juga bagi kader-kader ISKA, Pemuda Katolik, PMKRI, dan WKRI dalam mengabdi kepada Gereja dan Ibu Pertiwi. Proficiat!

Setelah purna bakti guru di SD Xaverius 2 Palembang saat ini sebagai pendidik di SMA Xaverius 2 Palembang dan SMP Kusuma Bangsa, Dosen Universitas Katolik Musi Charitas. Sekretaris DPP Santo Yoseph Palembang, jurnalis / kontributor di media lokal dan nasional dan aktif di beberapa organisasi.