Kesabaran Menjemur Buku, Usai Terdampak Banjir

0 34

Sukoharjo, Katolikana.com – Dampak hujan deras yang mengakibatkan banjir pada Selasa – Rabu, 14-15 April 2026 merupakan peristiwa keprihatinan bagi warga di wilayah Desa Gentan, Desa Manang Kecamatan Baki, Desa Makamhaji Kartosuro dan beberapa dukuh, desa di Wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Luapan Kali Kembang, Kali Pepe, Sungai Jenes dan beberapa sungai lain mengakibatkan debit air tidak tertampung sehingga meluap di rumah penduduk kampung dan perumahan.

Ketinggian air banjir yang mencapai hampir setinggi lutut masuk ke rumah-rumah dan menggenang di jalan-jalan dan gang perumahan. Bahkan di sekitar Solo Baru ada yang tergenang sampai setinggi pinggang.

Akibat hujan yang turun sejak sore hingga hampir Subuh masuk ke rumah-rumah dan menggenangi berbagai perabot rumah tangga dan kendaraan, roda dua maupun mobil serta mengenangi bagian- bagian rumah.

Membersihkan lumpur kotor yang mengandung sampah, menjemur perabot yang terendam air, mengeluarkan berbagai barang yang basah dan rusak menjadi pemandangan yang mendatangkan rasa sedih, prihatin, yang terlihat dalam satu hari, dua hari, tiga hari bahkan lebih dari empat hari setelah momen kebanjiran ini.

Perasaan dan tubuh yang lelah, kecapekan mewarnai banyak warga setelah peristiwa banjir sebesar ini.

Empat hari setelah banjir, kondisi sudah mulai membaik meskipun rasa lelah tenaga, pikiran dan emosi belum sepenuhnya kembali utuh.

Warga menyortir barang-barang yang terdampak dan memisahkan yang rusak dibuang, yang baik dipergunakan.

Hingga hari ke-9 setelah banjir masih ada warga yang menjemur berbagai perabot dan perlengkapan rumah tangga.

Dampak banjir Selasa-Rabu, 14-15 April 2026 di Perumahan Griya Yasa RT 5 RW 9 Gentan Baki Sukoharjo. (Foto: Ist.)

Menjemur buku
Salah satu warga di Perumahan Griya Yasa, Desa Gentan Kecamatan Baki Sukoharjo yang terdampak banjir dengan sabar, tekun, bercampur lelah menjemur buku-buku yang terendam banjir yang masih dipertahankan untuk tidak dibuang.

Buku menyimpan tulisan, catatan, pengetahuan, dan hikmat yang pernah dicercap dan sayang kalau dibuang.

Buku tetap dirawat, dijaga dikembalikan seperti semula meskipun bentuknya ada yang berkerut-kerut, ada yang lengket lembar satu dengan yang lain, namun fungsinya yang menyimpan sumber ilmu tetap dipertahankan. Buku masih bisa dibaca ulang dan berulang-ulang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.