Tema Minggu Panggilan 2026 Paroki Santo Paulus Kleco Surakarta : “Bersatu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi”
Surakarta, Katolikana.com – Minggu panggilan di Gereja Santo Paulus, Paroki Kleco Surakarta diselenggarakan dengan Perayaan Ekaristi, Minggu (26/4/2026) pukul 08.00 WIB.
Perayaan Ekaristi secara khusus mengundang anak-anak, remaja dan OMK dipimpin Romo Hibertus Hartono, MSF. Lebih dari 160 orang anak-anak, remaja dan OMK hadir dalam kegiatan Minggu Panggilan ini.
Minggu panggilan di Paroki Santo Paulus Kleco di-design sebagai ajang promosi panggilan secara khusus. Promosi panggilan dilaksanakan saat homili.
Kesaksian, kotbah yang hidup, bukan sekadar pengetahuan dan pemahaman. Kotbah yang hidup adalah kesaksian itu sendiri. Melalui kesaksian anak-anak harapannya banyak yang tertarik, terpanggil menjadi imam, bruder atau suster.

Kesaksian panggilan
Hadir memberikan kesaksian Suster Maria Monika, SND tertarik menjadi suster karena waktu kecil di Blora ditunjuk sebagai malaikat mengiringi Sakramen Maha Kudus dari sekolah menuju gereja.
Suster Oktaviani, CB dulu waktu kecil di Palembang sering bermain ke susteran CB. Di susteran banyak makanan kecil. Setiap kali bermain selalu diberi cemilan, pulang diberi oleh-oleh permen dan chiki. Hal ini membuat tertarik menjadi suster. Ketertarikan berlanjut karena karya suster CB di beberapa tempat dan suster berpindah-pindah tempat tugas yang memberi banyak pengalaman. Menjadi suster hidupnya bervariasi.
Bruder Andreas Joko Purnomo, FIC membagikan pengalaman tertarik menjadi bruder ketika menjadi bruder, karena semula ingin menjadi romo. Ketika membaca informasi yang ditempel di papan pengumuman Paroki Kleco: “Bruder FIC Menantang Mengarungi Zaman”, pakaian bruder juga putih, menggerakkan Bruder Andre kala itu mendaftar di Bruderan FIC Purbayan Solo. Pertanyaan yang pertama kali muncul :”Menjadi bruder itu membayar tidak?”
Lalu mendapat jawaban:”100% tidak membayar”. Lalu mendaftar dan merasakan bahagia dan bangga menjadi bruder karena banyak saudara dan banyak karya.
Suster Anselma, CB merasakan kegembiraan menjadi suster karena boleh bertugas di Papua yang menjadi keinginannya dan dapat bertugas di berbagai tempat karya perutusan CB. Suster Anselma, CB juga merasakan kegembiraan karena boleh mencintai alam, bermusik, dan mencintai anak-anak. Selain itu menjadi suster bisa bertemu para suster dari berbagai negara meskipun beda bahasa tetapi disatukan dengan bahasa “cinta kasih” dan bertemu banyak saudara.
Suster Hilaria,MASF memberikan kesaksian bahwa pilihan menjadi suster merupakan pilihan pertama, terbaik dan terakhir. Kegembiraan dan suka cita karena banyak saudara, banyak karya yang bisa dikerjakan di biara. Suster Hilaria merasa gembira memiliki keluarga, banyak saudara dan banyak “malaikat-malaikat” yang membantu karya suster saat menghadapi banyak kesulitan.

Bernyanyi bersama
Menyanyikan bersama Lagu Dengar Dia panggil nama saya
Dengar Dia panggil nama saya
Dengar Dia panggil namamu
Dengar Dia panggil nama saya
Juga Dia panggil namamu
Oh, giranglah (haleluya)
Oh, giranglah
Yesus amat cinta pada saya
Oh, giranglah
Kujawab ya, ya, ya
Kujawab ya, ya, ya
Kujawab ya Tuhan.
Kujawab ya Tuhan
Kujawab ya,ya,ya.
Peneguhan panggilan
Peneguhan dari Romo Hibertus Hartono, MSF yang mendasarkan pada bacaan Injil, orang-orang terpanggil adalah gembala, sekaligus domba.
Gembala yang baik tidak hanya menunjukkan pintu tetapi gembala yang baik adalah pintu itu sendiri.
Lewat kesaksian hidup, lewat pengalaman hidup, lewat kebaikan yang diberikan, bisa menjadi gembala dan domba yang baik.
Seorang gembala memberikan diri bagi orang lain. Bukan berfokus pada diri sendiri tetapi pada orang yang dicintai dan dilayani.
Hidup itu indah bukan karena memiliki atau menerima banyak, tetapi jika bisa memberi banyak. Hidup semakin bermakna, berguna bagi banyak orang.
Panggilan khusus menjadi imam, bruder dan suster merupakan panggilan untuk bermakna bagi orang lain dan banyak orang.
Panggilan khusus sebagai bapak – ibu merupakan panggilan untuk bermakna bagi keluarga dan banyak orang.
Panggilan berbeda, tujuan sama, menjadi berkat bagi orang lain dan banyak orang terberkati.
Gembala yang baik dan domba yang baik adalah orang-orang yang setia pada pintu itu sendiri, meskipun panggilan berbeda, jalan berbeda, tetapi mengarah pada Tuhan.
Berbagi cerita hidup bakti
Usai perayaan Ekaristi acara Minggu Panggilan dilanjutkan dengan “Talkshow” di Ruang Berthier Paroki Santo Paulus Kleco.
Bruder dan suster membagikan pengalaman hidup bakti pada anak-anak, remaja dan OMK dalam kelompok dan dicatat oleh kelompok dan disharingkan.
Kakak-kakak OMK saat acara memakai aneka busana profesi seperti TNI, dokter, Insinyur dan mengajak anak-anak, remaja dan OMK memiliki gambaran pilihan pekerjaan atau profesi dan pilihan hidup khusus sebagai imam bruder atau suster. Diantara anak-anak yang hadir ada yang mengenakan pakaian suster.
Talkshow dimeriahkan dengan berbagi cerita, dinamika kelompok, dan bernyanyi bersama.

Katekis di Paroki Kleco, Surakarta