Satu Darah, Satu Kemanusiaan: Keuskupan Agung Palembang dan PWNU Sumsel Wujudkan Dialog Kehidupan

0 13
RD Yohanes Kristianto Vikjen Keuskupan Agung Palembang bersama KH Hj Hendra Zainuddin ketua PWNU Sumsel menunjukkan tanda penghargaan dari PMI Sumsel

PALEMBANG, Katolikana.com   – Di bawah naungan semangat persaudaraan sejati, Keuskupan Agung Palembang (KAPal) bergandeng tangan dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan menggelar aksi sosial bertajuk “Sedekah Darah untuk Kemanusiaan”. Kegiatan yang berlangsung di Kantor PWNU Sumsel, Sekip Jaya, Kamis (30/4), menjadi oase kesejukan di tengah dinamika keberagaman bangsa.

Bukan sekadar donor darah biasa, aksi ini menjadi wujud nyata dari “Dialog Kehidupan”, di mana umat beriman lintas agama hadir bersama untuk merawat martabat manusia. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan haul almarhum KH. Mal’an Abdullah, tokoh NU yang dikenal memiliki hubungan harmonis dengan berbagai kalangan.

Tanda kasih bagi para pendonor mendapatkan beras 5 kg dari sponsor

Wujud Kasih kepada yang Terkecil

Hadir mewakili Keuskupan Agung Palembang, Vikaris Jenderal Romo Yohanes Kristanto, menekankan bahwa aksi ini merupakan panggilan iman untuk mencintai sesama tanpa memandang latar belakang.

“Situasi sekarang sangat membutuhkan kolaborasi lintas agama dan budaya. Ini adalah sesuatu yang sangat indah,” ujar Romo Kristanto.

Mengutip inspirasi rohani dari Injil Matius 25:40, Romo Kristanto mengingatkan kembali amanat kasih Kristus: “Segala sesuatu yang kamu lakukan bagi saudara-Ku yang paling lemah ini, berarti kamu melakukannya untuk Aku.” Menurut beliau, setiap tetes darah yang disumbangkan adalah bentuk persembahan diri yang hidup bagi Tuhan yang hadir dalam diri mereka yang sakit dan membutuhkan.

Flyer kegiatan donor darah persaudaraan PWNU dan Keuskupan Agung Palembang

Persaudaraan Sejati di Bumi Sriwijaya

Kehadiran para imam, biarawan, biarawati, serta Pembimas Katolik Sumsel, Leo Sutrisno, di kantor PWNU menunjukkan kedekatan relasi yang telah terbina lama. Romo Kristanto menambahkan bahwa saat berbicara tentang kemanusiaan, sekat-sekat perbedaan harus luruh.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama sebagai ciptaan Tuhan untuk saling peduli dan membantu,” tegasnya.

Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin, menyambut hangat kolaborasi ini sebagai langkah nyata meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menolong sesama sekaligus membantu pemenuhan stok darah di rumah sakit bagi penderita talasemia, hemofilia, hingga leukemia.

Foto bersama segenap panitia donor darah

Pelayanan Holistik

Selain donor darah, masyarakat juga mendapatkan pelayanan cek kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya gereja dan masyarakat dalam memelihara “Bait Allah” yang hidup, yakni tubuh yang sehat. Pihak Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Erly Yani berharap kolaborasi ini dapat menjadi agenda rutin setiap tiga bulan.

Aksi ini ditutup dengan harapan agar semangat “Sedekah Darah” ini menginspirasi umat untuk terus menjadi “garam dan terang” melalui tindakan-tindakan sederhana namun berdampak besar bagi kemanusiaan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.