Dukacita yang Berujung Sukacita

0 22

Kisah Para Rasul 18:9-18; Yohanes 16:20-23a

Katolikana.com – Berapa banyak orang yang mesti berjuang lewat proses panjang untuk menang?

Warga beberapa negara tertentu menduduki ranking tinggi pada olimpiade. Mengapa? Karena mempersiapkan atlet-atletnya sejak mereka masih kecil. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Dukacita berbuah sukacita
Dalam Injil hari ini (Yohanes 16:20-23a), Tuhan Yesus menyampaikan ajaran serupa tetapi lebih mendalam. Ajaran-Nya itu menyangkut dukacita di dunia yang berbuah sukacita di surga; tentang derita duniawi yang membawa kebahagiaan surgawi.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa dukacita para murid-Nya akan berubah menjadi sukacita (Yohanes 16:20). Pesan ini bermakna ganda.

Pertama, dukacita para murid sebagai konsekuensi mengikuti Yesus itu tidak bersifat permanen. Hanya sekejap.

Kedua, dukacita itu berujung pada sukacita bagi mereka yang bertahan hingga akhir. Tuhan menghargai dan mengganjar kesetiaan para murid-Nya.

Seperti seorang wanita yang menderita karena sakit melahirkan akan bersukacita setelah melihat bayi yang dilahirkannya, demikian pula para pengikut Yesus. Mereka akan menikmati sukacita setelah penderitaannya di dunia ini.

Sukacita abadi
Hal terpenting yang ditekankan oleh Yesus adalah bahwa sukacita itu bersifat tetap, abadi, dan tidak pernah meninggalkan kita. “Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraan itu dari padamu” (Yohanes 16:22). Sabda ini meneguhkan dan memberi kepastian. Sukacita surgawi itu benar-benar melampaui kegembiraan yang diberikan dunia.

Apa pesan penting dari perikop injil hari ini? Pertama, dukacita yang tidak terhindarkan mesti diterima. Bukan dengan sikap menyerah dan kalah, melainkan dalam iman serta menyatukannya dengan dukacita terdalam dari Tuhan Yesus yang mengantar-Nya menuju sukacita kebangkitan.

Kedua, hidup pengikut Yesus akan dipenuhi sukacita bukan karena usahanya menghapus dukacita, melainkan karena Tuhan Yesus akan melihat mereka lagi. Dia tidak meninggalkan mereka. Artinya, perjumpaan dengan Yesus, baik ketika di dunia maupun di surga akan membawa sukacita.

Sebagaimana pada awal dunia, Tuhan menghendaki manusia bersama-Nya di Taman Firdaus untuk menikmati sukacita, demikian pula lewat Tuhan Yesus Kristus, Allah berkenan membawa semua orang ke dalam Taman Firdaus yang baru, yakni surga. Apakah kita senantiasa siap menghayati dukacita sebagai murid Kristus demi sukacita yang telah disediakan-Nya?

Jumat, 15 Mei 2026
HWDSF

Leave A Reply

Your email address will not be published.