HUT Ke-33 Paroki Hati Kudus Yesus Lando, Unik Usianya Sama dengan Yesus, Apa Maknanya?

Momentum HUT ke-33 ini terasa istimewa bagi umat Paroki Hati Kudus Yesus Lando. Angka 33 dimaknai sebagai usia Yesus saat wafat dan bangkit demi keselamatan umat manusia.

0 25

Labuan Bajo, Katolikana.com – Sukacita  dan semangat persaudaraan memenuhi halaman Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Lando pada Minggu pagi (21/6/2026), saat umat bersama-sama merayakan Hari Ulang Tahun ke-33 paroki tersebut. Sejak pukul 07.30 Wita, umat telah memadati kompleks gereja untuk mengikuti perayaan syukur yang dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Perayaan dimulai dengan prosesi adat yang berlangsung meriah dan penuh makna. Dari pendopo pastoran menuju Gereja Paroki, rombongan uskup diarak dengan tarian dan nyanyian khas Manggarai. Iringan yang bernuansa inkulturatif itu menghadirkan suasana hangat dan khidmat, sekaligus menjadi simbol kuatnya iman yang berakar dalam kehidupan dan budaya masyarakat setempat.

Momentum HUT ke-33 ini terasa istimewa bagi umat Paroki Hati Kudus Yesus Lando. Angka 33 dimaknai sebagai usia Yesus saat wafat dan bangkit demi keselamatan umat manusia. Karena itu, perayaan ini tidak hanya menjadi peringatan perjalanan sejarah paroki, tetapi juga momentum rohani yang dalam untuk memperbarui komitmen berjalan bersama Kristus sebagai saksi kasih dan pengharapan di tengah dunia.

Uskup dan para pastor dalam perayaan Misa HUT ke-33 Paroki Lando. Foto: Vinsen Patno/katolikana.com

Dalam homilinya, Mgr. Maksimus Regus mengajak umat merefleksikan tiga hal penting dalam kehidupan beriman. Pertama, tentang pengalaman ketakutan manusia. Setiap orang pasti pernah merasa takut seperti takut gagal, takut kehilangan, atau takut menghadapi masa depan. Namun, ada satu ketakutan yang bernilai suci, yakni takut kehilangan Allah dalam hidup.

“Allah sebenarnya tidak pernah menjauh dari kita. Justru seringkali kitalah yang menjauh dari-Nya,” ungkapnya. Karena itu, perayaan syukur ini menjadi ajakan bagi umat untuk terus menjaga relasi yang intim dengan Tuhan dalam segala situasi dan pengalaman kehidupan.

Kedua, umat diajak untuk terus mencari makna spiritual ditengah kehidupan yang sering kali terjebak dalam pencarian hal-hal material. Uskup Maksimus menegaskan bahwa hidup manusia sepenuhnya bergantung pada rahmat Tuhan. Tanpa rahmat-Nya, manusia tidak dapat melakukan apa pun. Maka, HUT paroki ini diharapkan semakin meneguhkan keyakinan umat untuk mencari “harta rohani” yang memberi makna sejati dalam hidup beriman.

Ketiga, umat diajak untuk bertumbuh sebagai komunitas iman yang hidup dan dinamis, serta menghadirkan harapan bagi dunia yang terus berubah. Menurut Mgr. Maksi, perayaan seperti ini bukan sekadar ajang berkumpul atau hanya sekadar bereuforia, tetapi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan memperbarui semangat perutusan sebagai Gereja yang membawa kasih Allah kepada sesama.

Uskup bersama OMK Paroki Lando setelah Misa HUT Paroki ke-33. Foto: Vinsen Patno/katolikana.com

Sementara itu, Pastor Paroki Lando, Rm. Sony Selatan,Pr menyampaikan bahwa perayaan HUT Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Lando tahun ini lahir dari rasa syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan sepanjang perjalanan paroki. Ia mengungkapkan bahwa selama ini HUT paroki hampir tidak pernah dirayakan secara khusus, kecuali saat perayaan pesta perak beberapa tahun lalu. Karena itu, tahun ini umat merasa perlu menjadikannya sebagai momentum penting untuk memperkuat iman dan kebersamaan.

“Ke depan, perayaan ini akan dirayakan setiap tanggal 21 Juni sebagai momentum untuk meneguhkan iman dan mempererat persaudaraan umat, sejalan dengan fokus pastoral Keuskupan Labuan Bajo tahun ini, yakni Persekutuan Sinergis,” jelasnya.

Yang menarik, perayaan ini tidak hanya melibatkan umat Katolik. Kehadiran saudara-saudari Muslim yang selama ini hidup berdampingan bersama umat Paroki Lando menjadi tanda nyata indahnya persaudaraan lintas iman yang terus dirawat di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Mgr. Maksimus Regus kembali menegaskan makna mendalam dari perayaan ini. Selain bertepatan dengan usia simbolis Yesus, HUT Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Lando juga berlangsung pada momentum pengumuman berdirinya Keuskupan Labuan Bajo. Karena itu, perayaan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama membangun Gereja lokal yang semakin sinodal, solid, dan solider.

Ia juga menyoroti kuatnya budaya perjumpaan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Lando. Menurutnya, Gereja sejatinya adalah ruang perjumpaan dalam iman, dan di Lando semangat itu tampak nyata melalui relasi harmonis antara umat Katolik dan umat Muslim. “Rawatlah kebersamaan lintas iman ini sebagai kekayaan dalam membangun Gereja yang sinodal, solid, dan solider,” pesannya.

Kemeriahan HUT Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Lando ke-33  juga tampak melalui berbagai rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir. Ketua panitia, Wily Syukur, menjelaskan bahwa panitia menggelar berbagai pertandingan olahraga, perlombaan antar stasi, pameran, dan pentas seni yang melibatkan seluruh umat, bahkan peserta dari paroki lain.

“Kami bersyukur karena seluruh umat terlibat dengan penuh antusias dan sukacita. Semua rangkaian kegiatan ini menjadi tanda nyata hidupnya semangat kebersamaan di tengah umat,” ujarnya.

Melalui perayaan HUT ke-33 ini, Paroki Hati Kudus Yesus Lando tidak hanya merayakan perjalanan usia, tetapi juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai Gereja yang hidup, terbuka, dan berjalan bersama seluruh umat dalam semangat persaudaraan, pelayanan, dan pengharapan.

Editor: Basilius Triharyanto

Leave A Reply

Your email address will not be published.